Peristiwa Terjebak di Tebing Pantai Padang-padang
Pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 WITA, dua warga negara asing (WNA) asal Rusia yang sedang berlibur di Bali mengalami kejadian tak terduga. Mereka terjebak di tebing curam Pantai Padang-padang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Dua korban ini adalah KK (23 tahun), seorang laki-laki, dan AS (22 tahun), seorang perempuan.
Kedua wisatawan tersebut tiba di lokasi pantai setelah menginap di White Villa by Manukyan, Jalan Raya Uluwatu, Gang Bendesa 3, Ungasan, Kuta Selatan. Setibanya di Pantai Padang-padang, mereka langsung berenang di area pantai selama sekitar 30 menit. Setelah itu, mereka memutuskan untuk jalan-jalan menyisir tepian pantai sembari menunggu momen matahari terbenam.
Namun, sekitar 35 menit kemudian, kondisi cuaca tiba-tiba berubah drastis. Ombak besar muncul secara mendadak dan menghantam posisi kedua korban. Akibatnya, mereka terjebak di tepian pantai dan tidak bisa bergerak bebas.
Dalam situasi kritis ini, KK dan AS mencoba menyelamatkan diri dengan mendaki tebing batu di sekitar pantai. Namun, jalur tersebut sangat curam dan berbahaya, sehingga membuat mereka terjebak di tengah dinding batu dan tidak bisa melanjutkan pendakian lebih tinggi.
Di tengah kepanikan, AS mengirimkan pesan darurat kepada rekannya, Ruslan Gruzinslii (43 tahun), melalui aplikasi pesan instan Telegram. Mendapat informasi tersebut, Ruslan segera memberitahu Wedy Salmanto (49 tahun). Tanpa membuang waktu, Wedy langsung menghubungi siaga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk meminta tindakan penyelamatan secepatnya.
Laporan kedaruratan ini segera direspons oleh aparat kepolisian dan instansi terkait. Tim gabungan yang terdiri dari Personil Pos Nusa Dua dan Unit Gakkum Satpolairud Polresta Denpasar, bersama Team Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar atau Basarnas, serta Linmas Desa Pecatu, segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Tim penyelamat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 21.50 WITA. Mereka langsung memetakan strategi evakuasi. Proses penyelamatan berlangsung cukup dramatis karena medan yang sangat menantang. Selain kecuraman tebing yang ekstrem, tim juga harus berhadapan dengan kondisi malam hari yang gelap gulita.
“Medan menuju titik korban sangat sulit karena tebingnya curam, ditambah lagi kondisi malam yang gelap,” ujar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Kasi Humas Polresta Denpasar.
Berkat kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik dari seluruh unsur yang terlibat, kedua WNA berhasil diselamatkan. “Kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi dari atas tebing dalam keadaan selamat,” jelas Iptu Gede Adi.
Setelah berhasil diturunkan dengan aman dari atas tebing, petugas langsung memeriksa kondisi fisik kedua wisatawan mancanegara tersebut. Dari pemeriksaan awal, korban perempuan berinisial AS dipastikan aman dan tidak mengalami luka-luka. Sementara itu, korban laki-laki berinisial KK mengalami luka baret pada kedua lutut kanan dan kiri, serta pada telapak tangan kiri akibat mencoba memanjat batuan tebing.
Petugas sempat menawarkan dan mengarahkan kedua korban untuk dibawa ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pemeriksaan medis lanjutan serta perawatan intensif terhadap luka luar yang diderita. Kendati demikian, kedua WNA Rusia tersebut merasa tidak perlu penanganan di Rumah Sakit. “Setelah berhasil kami evakuasi, kedua korban tidak berkenan saat diajak ke rumah sakit untuk dicek kesehatan maupun lukanya,” kata dia. “Mereka merasa kondisi tubuh mereka masih sehat dan luka yang dialami tidak serius, sehingga mereka meminta untuk langsung pulang ke Villa tempat menginap mereka.”













