Kronologi Remaja ODGJ di Jember Dipasung Usai Cekik Ibu, Kini Dibebaskan Dinsos

Diposting pada

Kronologi Remaja ODGJ di Jember yang Dipasung

Seorang remaja berusia 15 tahun asal Jember, yang diketahui menderita gangguan jiwa atau ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa), menjadi perhatian publik setelah ditemukan dalam kondisi dipasung. Kejadian ini terjadi setelah remaja tersebut menyerang ibunya sendiri hingga terpaksa dipasung oleh keluarga.

Remaja laki-laki dengan inisial MAM ini sebelumnya sudah dipasung oleh keluarganya sekitar 1,5 bulan sebelum akhirnya diselamatkan oleh Dinas Sosial (Dinsos). Pengambilan keputusan untuk memasung MAM dilakukan karena kondisi mentalnya yang tidak stabil dan sering mengamuk, bahkan sampai menyerang orang-orang di sekitarnya.

Menurut Tumyati, ibu dari MAM, keadaan ini terjadi setelah kematian suaminya. Sejak saat itu, mental putranya mulai tidak stabil. “MAM sering merusak barang-barang di rumah dan bahkan saya dicekik,” ujar Tumyati. Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk memasung anaknya dibuat bersama keluarga besar demi keselamatan orang lain.

Tumyati juga bercerita tentang kondisi ekonomi keluarga yang sangat sulit. Setelah suaminya meninggal tiga bulan lalu, ia hanya tinggal berdua dengan MAM di sebuah rumah sederhana berlantai tanah. “Anak sulung ikut suami dan anak keduanya tinggal dengan sang bibi. Setelah suami saya meninggal karena sakit, penghasilan sehari-harinya hanya mengandalkan buruh cuci,” kata Tumyati.

M Bakri, paman dari MAM, menyampaikan bahwa keponakannya pernah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Jiwa di Lawang, Kabupaten Malang, selama 20 hari ketika ayahnya masih hidup. Namun, setelah pulang, keadaan MAM justru memburuk. “Nggak tahunya dari Lawang, pas pulang tahu bapaknya sudah meninggal, MAM drop lebih parah dari yang sebelumnya,” ujar Bakri.

Bakri juga mengungkapkan bahwa MAM pernah melempari rumah tetangga menggunakan batu. “Selain mencekik ibunya, juga melempari rumah tetangga dengan batu. Dulu ke mana-mana sama MAM, ke sungai cari kayu MAM ikut,” tambah Bakri.

Tindakan dari Pihak Dinsos

Setelah kasus ini viral di media sosial, pihak Dinas Sosial Jawa Timur turun tangan. Roni Gunawan, Ketua Timja Substansi Rehabilitasi Sosial Tunas Sosial Dinsos Jatim, mengatakan bahwa mereka mendapatkan laporan dari masyarakat melalui aduan di Instagram Dinsos Jatim. “Dari situ kami berinisiatif untuk langsung respons untuk kita evakuasi,” ujar Roni.

Setelah dilepaskan dari pasung, MAM akan dirawat di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan selama satu tahun. Semua biaya pengobatan ditanggung oleh Pemprov Jatim. “Biaya rehabilitasi maupun pengobatan MAM seluruhnya ditanggung oleh APBD Pemprov Jatim,” tambah Roni.

Setelah masa rehabilitasi selesai dan sudah memiliki kemandirian sosialisasi, MAM akan dikembalikan kepada keluarganya. “Nanti ada keterampilan yang kami berikan di sana. Sehingga biar bisa bersosialisasi dengan keluarga dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Kesimpulan

Kasus remaja ODGJ di Jember ini menjadi peringatan penting tentang perlunya penanganan yang tepat terhadap individu yang mengalami gangguan jiwa. Selain itu, pentingnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Dengan adanya program rehabilitasi dan perawatan yang layak, harapan untuk pemulihan dan kembali berinteraksi dengan lingkungan sekitar dapat tercapai.

Gambar Gravatar
Hidayat merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan