Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan lari dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong perkembangan olahraga ini menjadi sebuah daya tarik wisata, atau yang dikenal sebagai sport tourism. Lebih dari sekadar menyehatkan, potensi besar di sektor pariwisata dan ekonomi mendorong Pocari Sweat Run 2026 untuk hadir di Lombok (Nusa Tenggara Barat) dan Bandung (Jawa Barat).
Dua destinasi ikonik ini dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan salah satu ajang lari terbesar di Indonesia, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong agenda olahraga yang dapat meningkatkan perputaran ekonomi dan pariwisata daerah setempat. Bandung, dengan citranya sebagai kota metropolitan, dan Lombok, yang dikenal dengan kekayaan budaya, menawarkan daya tarik tersendiri bagi para pelari dari seluruh penjuru negeri, bahkan mancanegara.
Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan Sport Tourism
Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan lari, mengakui potensinya tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk memberikan dampak ekonomi dan memperkuat branding Indonesia di mata dunia. Contohnya, ajang lari di New York, Amerika Serikat, yang diikuti oleh puluhan ribu peserta, menghasilkan dampak ekonomi yang sangat signifikan.
Kegiatan lari secara tidak langsung mendorong peningkatan kebutuhan akan transportasi, akomodasi, wisata, dan produk UMKM bagi para peserta lari yang berkunjung. Hal ini berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah. Pemerintah melihat bahwa ajang lari dapat menggerakkan para pelari dari berbagai daerah untuk berolahraga sekaligus berwisata.
Pembangunan Destinasi untuk Mendukung Potensi Sport Tourism

Pengembangan ajang olahraga menjadi potensi wisata membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan swasta, untuk menciptakan daya tarik wisata yang menarik. Mandalika di Lombok, salah satu lokasi Pocari Sweat Run 2026, telah diposisikan sebagai wilayah sport tourism dengan adanya MotoGP, GT Fanatec, dan berbagai kegiatan lari yang mulai dikembangkan.
Pembangunan destinasi tanpa adanya atraksi dan kegiatan pendukung tidak akan mampu menciptakan nation branding dan menarik minat wisatawan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini dianggap sangat penting untuk mempromosikan Indonesia sebagai tujuan wisata olahraga.
Upaya pembenahan kota dan destinasi wisata terus ditingkatkan untuk menarik minat para pelari dari seluruh dunia. Kebersihan dan kenyamanan kota menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan.
Peningkatan Indeks Olahraga Masyarakat Indonesia

Dukungan pemerintah terhadap kegiatan lari tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan potensi sport tourism, tetapi juga untuk meningkatkan indeks olahraga masyarakat Indonesia. Pemerintah berharap Indonesia dapat mencontoh negara lain yang memiliki indeks olahraga yang tinggi.
Fokus pengembangan olahraga diarahkan pada sport tourism dan sport industry. Namun, yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga.
Partisipasi kelompok umur muda dalam kegiatan olahraga masih rendah. Dengan mengikuti kegiatan lari, diharapkan masyarakat dapat termotivasi untuk menjaga kesehatan diri.
Daya Tarik Lombok dan Bandung

Pemilihan Lombok dan Bandung sebagai pusat kegiatan lari Pocari Sweat Run 2026 didasarkan pada daya tarik unik yang dimiliki masing-masing kota. Bandung, sebagai kota metropolitan, menawarkan suasana perkotaan yang dinamis, sementara Lombok, dengan kekayaan alam dan budaya, memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pelari.
Kombinasi antara olahraga dan wisata menjadi daya tarik utama bagi para peserta. Selain berlari, mereka juga dapat menikmati keindahan dan keunikan kota yang dikunjungi.
Untuk menambah kenyamanan peserta, kegiatan lari di Lombok akan diadakan pada bulan Juli, saat angin dari Australia bertiup kencang. Sementara itu, kegiatan lari di Bandung akan dilaksanakan pada bulan September, bertepatan dengan peringatan HUT Kota Bandung, sehingga menambah kemeriahan acara.
Di Lombok, peserta dapat memilih berbagai jarak lari, mulai dari satu putaran sirkuit 4.3K, 10K, half marathon, hingga marathon. Kegiatan lari akan dibagi menjadi sesi pagi dan sore hari. Di Bandung, tersedia pilihan kategori 10K dan half marathon, serta virtual run untuk kategori anak-anak (kids), 3K, 5K, dan 10K.
Jadwal Pocari Sweat Run 2026:
- Pocari Sweat Run Lombok 2026: 11 – 12 Juli 2026 (Pendaftaran dibuka 26 Januari 2026)
- Pocari Sweat Run Bandung 2026: 19 – 20 September 2026 (Pendaftaran dibuka 2 Februari 2026)
Dengan demikian, kegiatan lari di tahun 2026 akan hadir di Lombok dan Bandung. Catat tanggalnya agar tidak ketinggalan pendaftarannya! Selain menyehatkan, kegiatan lari ini juga merupakan kesempatan untuk berwisata dan menikmati keindahan Indonesia.
Pertanyaan Umum (FAQ) Seputar Event Lari
Apa arti kata fun run?
Fun run adalah acara lari santai yang menekankan pada kesenangan, kebersamaan, dan partisipasi, bukan kompetisi yang serius. Jarak yang ditempuh biasanya pendek hingga menengah (misalnya 3K, 5K, 10K) dan dapat diikuti oleh semua kalangan. Fun run seringkali memiliki tema yang unik dan diadakan untuk tujuan amal atau sosialisasi.
Apa bedanya fun run dan race?
Fun run biasanya memberikan kebebasan kepada peserta untuk memilih kecepatan lari sendiri, baik sprint maupun jogging. Sementara itu, race adalah kompetisi yang diadakan dengan kategori yang lebih serius dan jarak lari yang lebih jauh.
Berapa pace yang ideal untuk fun run?
Untuk fun run, pace (kecepatan) yang umum adalah santai dan dapat dicapai oleh semua orang, seringkali berkisar antara 7-9 menit per kilometer (menit/km) atau bahkan lebih lambat, tergantung pada jarak (3K, 5K, 10K) dan target peserta. Tujuannya adalah untuk bersenang-senang dan menikmati acara, bukan untuk memecahkan rekor.


















