Antisipasi Lonjakan Penumpang Lebaran 2026: KAI Daop 1 Jakarta Catat Ratusan Ribu Tiket Terjual, Penambahan Perjalanan dan Diskon Menanti
Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta telah mencatat angka penjualan tiket yang signifikan untuk periode Angkutan Lebaran. Hingga kini, lebih dari 480 ribu tiket telah berhasil terjual untuk perjalanan yang dijadwalkan antara tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menggunakan moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama dalam merayakan hari raya bersama keluarga.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa ketersediaan tempat duduk untuk keberangkatan dari wilayah Daop 1 Jakarta, khususnya dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, pada tanggal-tanggal tertentu menjelang puncak arus mudik masih cukup memadai. Terdapat alokasi sekitar 98 ribu tempat duduk yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penumpang pada periode krusial tersebut.
Detail Ketersediaan Kursi Keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen (Periode Awal Angkutan Lebaran 2026):
- 11 Maret: 31.587 kursi tersedia.
- 12 Maret: 19.060 kursi tersedia.
- 13 Maret: 9.186 kursi tersedia.
- 14 Maret: 9.186 kursi tersedia.
- 15 Maret: 10.339 kursi tersedia.
- 16 Maret: 5.016 kursi tersedia.
- 17 Maret: 2.127 kursi tersedia.
- 18 Maret: 901 kursi tersedia.
- 19 Maret: 1.926 kursi tersedia.
- 20 Maret: 2.086 kursi tersedia.
Franoto menambahkan bahwa untuk periode selanjutnya, yaitu mulai tanggal 21 Maret hingga 1 April 2026, ketersediaan kursi harian masih menunjukkan angka yang menggembirakan, dengan lebih dari 20 ribu kursi per hari yang siap melayani penumpang. Namun, ia menekankan bahwa data ketersediaan kursi ini bersifat dinamis. Perubahan dapat terjadi sewaktu-waktu, baik karena adanya penambahan pemesanan tiket maupun karena adanya pembatalan yang dilakukan oleh calon penumpang. Oleh karena itu, disarankan bagi masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru mengenai ketersediaan tiket.
Strategi KAI Daop 1 Jakarta dalam Mengatasi Lonjakan Penumpang
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan akan terus meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri, KAI Daop 1 Jakarta tidak tinggal diam. Berbagai strategi telah disiapkan, salah satunya adalah dengan mengoperasikan perjalanan kereta api tambahan. Sebanyak 16 perjalanan tambahan telah dialokasikan untuk periode Angkutan Lebaran 2026, yang terdiri dari 10 perjalanan tambahan yang berangkat dari Stasiun Gambir dan 6 perjalanan tambahan dari Stasiun Pasar Senen.
Dengan penambahan armada perjalanan ini, total frekuensi perjalanan kereta api jarak jauh yang beroperasi dari wilayah Daop 1 Jakarta selama masa Angkutan Lebaran akan mencapai 84 perjalanan per hari. Peningkatan jumlah perjalanan ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan waktu keberangkatan bagi para pemudik, sehingga dapat mengurangi kepadatan pada jam-jam puncak dan memastikan kelancaran arus transportasi.
Stimulus Tarif untuk Kenyamanan dan Keterjangkauan
Selain peningkatan kapasitas perjalanan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keterjangkauan moda transportasi bagi masyarakat. Sebagai bentuk stimulus, diberlakukan kebijakan pemotongan tarif sebesar 30 persen untuk kereta api kelas ekonomi komersial. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi angin segar bagi para calon penumpang, terutama bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas namun tetap ingin merasakan kenyamanan dan keamanan perjalanan menggunakan kereta api.
Franoto Wibowo menyatakan optimisme bahwa kebijakan tarif yang lebih terjangkau ini akan sangat membantu masyarakat dalam memperoleh moda transportasi yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga tepat waktu, dan yang terpenting, sesuai dengan kemampuan finansial mereka selama masa perayaan Lebaran. Dengan kombinasi peningkatan kapasitas layanan dan stimulus tarif, KAI Daop 1 Jakarta berupaya keras untuk menjadikan perjalanan mudik Lebaran tahun 2026 ini sebagai pengalaman yang menyenangkan dan bebas dari kekhawatiran bagi seluruh masyarakat.













