• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Internasional

MA AS Batalkan Tarif Trump, Indonesia Bersuara

Hidayat by Hidayat
24 Februari 2026 - 08:40
in Internasional
0

Mahkamah Agung AS Batalkan Kebijakan Tarif Global, Perjanjian Dagang RI-AS Hadapi Ketidakpastian

Keputusan bersejarah diambil oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat pada 20 Februari 2026, dengan resmi membatalkan kebijakan tarif resiprokal global yang digagas oleh mantan Presiden Donald Trump. Langkah ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap berbagai kesepakatan perdagangan internasional yang tengah disusun, termasuk perjanjian bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Perjanjian perdagangan antara Indonesia dan AS, yang sebelumnya telah mencapai kesepakatan tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk ekspor dari Indonesia, kini berada dalam situasi ketidakpastian. Kesepakatan ini juga mencakup pengecualian tarif 0 persen untuk sejumlah produk tertentu, sementara Indonesia di sisi lain menyetujui penghapusan hingga 99 persen hambatan tarif untuk produk-produk asal AS.

Pembatalan kebijakan tarif global oleh Mahkamah Agung AS ini berpotensi mengubah kerangka hukum yang menjadi dasar bagi kebijakan perdagangan resiprokal di era pemerintahan Trump. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan dan keberlakuan perjanjian yang telah disepakati.

Respons Pemerintah Indonesia

Menanggapi dinamika yang terjadi di Amerika Serikat, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan akan terus mencermati perkembangan terkini, khususnya terkait kelanjutan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, dalam keterangan persnya pada Sabtu, 21 Februari 2026, menegaskan bahwa pada prinsipnya Indonesia akan terus mengamati kondisi yang berkembang.

Haryo menambahkan bahwa perjanjian tersebut pada dasarnya masih memerlukan proses ratifikasi di masing-masing negara sebelum dapat diberlakukan secara efektif. Dengan adanya putusan Mahkamah Agung AS, pemerintah Indonesia menilai perlu adanya pembahasan lebih lanjut antara kedua belah pihak.

Baca Juga  Pengenalan Tentang Azerbaijan: Budaya, Sejarah, dan Fakta Menarik

“Akan ada pembicaraan selanjutnya antar kedua pihak terhadap segala keputusan yang diambil dan Indonesia akan tetap mengutamakan kepentingan dan kebutuhan nasional ke depannya,” jelas Haryo.

Pemerintah Indonesia memastikan akan mengambil langkah yang hati-hati dalam menyikapi situasi ini, sembari terus menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha di dalam negeri.

Rincian Perjanjian Dagang RI-AS dan Kritik yang Muncul

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah resmi menyepakati Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART). Perjanjian ini mengatur penyesuaian tarif serta akses pasar antara kedua negara.

Dalam kesepakatan tersebut, tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk impor dari Indonesia ke AS tetap dipertahankan. Namun, ada ketentuan khusus bagi produk tekstil dan pakaian jadi yang mendapatkan pengecualian tarif 0 persen, dengan syarat penggunaan bahan baku yang berasal dari AS.

Pemerintah AS melalui Gedung Putih menyatakan bahwa kedua negara akan segera menyelesaikan prosedur domestik agar perjanjian ini dapat berlaku efektif dalam beberapa minggu ke depan.

Syarat Tarif Nol untuk Produk Tekstil

Skema tarif nol persen untuk produk tekstil dan pakaian jadi Indonesia diberikan secara terbatas. Pemberian ini dihitung berdasarkan volume impor yang dikaitkan dengan penggunaan kapas dan serat buatan asal AS. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk mendorong penggunaan bahan baku Amerika dalam rantai produksi industri garmen Indonesia.

Keputusan ini diambil di tengah situasi defisit perdagangan barang AS terhadap Indonesia yang cukup signifikan. Pada tahun 2025, defisit tersebut tercatat mencapai US$23,7 miliar, menjadikan Indonesia sebagai salah satu penyumbang defisit terbesar bagi AS.

Sebelumnya, rata-rata tarif yang dikenakan oleh Indonesia untuk produk AS berada di kisaran 8 persen, sementara tarif rata-rata AS untuk produk Indonesia berkisar 3,3 persen. AS juga menegaskan bahwa klausul keamanan nasional tetap berlaku, yang mencakup kemungkinan penerapan kebijakan dagang berdasarkan Pasal 232 apabila dinilai mengancam kepentingan nasional.

Baca Juga  Perbandingan Grenada dan Kenya: Apa Saja Perbedaannya?
Kritik Terhadap Perjanjian

Di dalam negeri, kesepakatan ART ini menuai berbagai sorotan dan kritik. Lembaga riset ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai perjanjian tersebut berpotensi merugikan Indonesia.

Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, berpendapat bahwa tarif 19 persen untuk ekspor Indonesia ke AS tidak serta-merta menguntungkan Indonesia. Hal ini karena masih adanya hambatan non-tarif dan kewajiban impor energi dari AS.

Sebaliknya, lebih dari 98 persen produk AS disebut memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar Indonesia dengan tarif nol persen. Menurut Nailul Huda, manfaat tarif nol ke pasar AS hanya akan dirasakan secara terbatas pada beberapa komoditas hortikultura, termasuk produk sawit.

Industri manufaktur dalam negeri pun dinilai berisiko menghadapi tekanan yang lebih besar akibat potensi lonjakan produk impor yang masuk dengan tarif rendah.

Nailul Huda juga menyoroti klausul terkait investasi mineral dan perdagangan digital dalam perjanjian tersebut. Ia menilai ketentuan ini tidak menjamin adanya alih pengetahuan, berpotensi membatasi kedaulatan pajak digital, serta dapat memperlonggar arus data ke Amerika Serikat.

“Ini sangat timpang,” tegas Huda pada Jumat, 20 Februari 2026.

Selain itu, Celios memperingatkan bahwa ruang diversifikasi ekonomi Indonesia ke sektor berteknologi tinggi dan ramah lingkungan dapat menyempit akibat adanya perjanjian ini. Klausul geopolitik dalam perjanjian tersebut juga dinilai berpotensi membatasi kebijakan luar negeri dan fleksibilitas Indonesia dalam menjalin kesepakatan dagang dengan negara lain.

Bagian dari Agenda Perdagangan Trump

Kesepakatan ART ini merupakan bagian dari agenda perdagangan Presiden AS Donald Trump yang menjadikan penyeimbangan neraca perdagangan sebagai prioritas utama kebijakan dagangnya. Perjanjian ini menandai babak baru dalam hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat, namun sekaligus memunculkan perdebatan mengenai dampak jangka panjangnya terhadap daya saing industri nasional dan fleksibilitas kebijakan ekonomi Indonesia di masa depan.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Isi Draf Kesepakatan Damai AS-Iran Jadi Sorotan Dunia
Internasional

Isi Draf Kesepakatan Damai AS-Iran Jadi Sorotan Dunia

14 Juni 2026 - 05:19
Perang AS-Iran Memanas, Trump Klaim Kesepakatan Damai Segera Ditandatangani
Internasional

Perang AS-Iran Memanas, Trump Klaim Kesepakatan Damai Segera Ditandatangani

14 Juni 2026 - 02:39
AS Kehabisan Pasokan Strategis: Benarkah Akibat Ketergantungan pada China?
berita

AS Kehabisan Pasokan Strategis: Benarkah Akibat Ketergantungan pada China?

3 Juni 2026 - 23:30
Ambisi Nvidia Rp2.670 Triliun: Investasi Fantastis yang Mengguncang Dunia Teknologi
berita

Ambisi Nvidia Rp2.670 Triliun: Investasi Fantastis yang Mengguncang Dunia Teknologi

3 Juni 2026 - 22:31
Iran Gempur Pangkalan Militer Kuwait: Ancaman Baru, Timur Tengah Makin Memanas
Internasional

Iran Gempur Pangkalan Militer Kuwait: Ancaman Baru, Timur Tengah Makin Memanas

3 Juni 2026 - 18:07
Internasional

Israel Perluas Operasi Militer di Lebanon: Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi

3 Juni 2026 - 17:37
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Gempa Mamasa Kembali Mengguncang: BMKG Catat Magnitudo 1,5

Gempa Mamasa Kembali Mengguncang: BMKG Catat Magnitudo 1,5

19 Juni 2026 - 08:51
Kabar Makassar: NASA Berhasil Daratkan Robot Penjelajah Terbaru di Sektor Selatan Mars

Kabar Makassar: NASA Berhasil Daratkan Robot Penjelajah Terbaru di Sektor Selatan Mars

19 Juni 2026 - 08:28
Rupiah Jeblok: Dibuka Rp17.882/USD

Rupiah Jeblok: Dibuka Rp17.882/USD

19 Juni 2026 - 08:25
25 Pemain Unggulan Soekarno Cup II Diburu di Sleman

25 Pemain Unggulan Soekarno Cup II Diburu di Sleman

19 Juni 2026 - 07:59
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In