Ukraina Kecam Mesir, Terima Gandum dari Rusia

Diposting pada

Menteri Luar Negeri Ukraina Kecam Tindakan Mesir yang Menerima Gandum Curian

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyatakan bahwa Mesir telah menerima kiriman gandum Rusia yang dicuri dari Ukraina. Ia menilai bahwa tindakan tersebut melanggar janji yang sebelumnya dijajikan oleh Kairo.

“Meskipun sudah berulang kali diperingatkan, ternyata kapal Asomatos telah diperbolehkan untuk bongkar muatan gandum sebesar 26,9 ton dari wilayah dudukan Ukraina di Pelabuhan Abu Qir,” ujar Sybiha, seperti dilaporkan dalam laporan media internasional.

Sebelumnya, Ukraina juga meminta Israel untuk menyita kapal Rusia yang diduga mengangkut gandum curian. Dugaan ini membuat hubungan antara Ukraina dan Israel semakin memanas.

Desak Mesir untuk Mengikuti Hukum Internasional

Sybiha menjelaskan bahwa Kejaksaan Agung Ukraina telah meminta bantuan hukum dari Kementerian Hukum Mesir terkait keberadaan kapal kargo ilegal tersebut. Gandum yang dikirimkan oleh perusahaan Agro-Frigat melalui Krimea, disebut sebagai bagian dari upaya pencurian yang dilakukan oleh pihak Rusia.

“Ukraina adalah negara yang berperan sebagai penjamin keamanan pangan untuk Mesir selama bertahun-tahun. Kami tidak paham kenapa Mesir tidak membayar kami seperti yang sudah kami lakukan dan justru menerima gandum curian tersebut,” katanya.

Ia meminta agar Mesir mengikuti hukum internasional dan menepati janjinya kepada Ukraina. Menurut Sybiha, perilaku Mesir harus sesuai dengan prinsip hubungan baik antara kedua negara.

Empat Pengiriman Gandum Curian dari Rusia ke Mesir

Kementerian Luar Negeri Ukraina mengungkapkan bahwa empat insiden pengiriman gandum curian dari Rusia ke Mesir telah didokumentasikan pada April. Pengiriman tersebut melalui Laut Hitam ke Laut Azov, yang dikenal sebagai armada gandum bayangan.

Pada April, kapal Panormitis diketahui mengangkut gandum curian dari Rusia ke Israel. Kapal tersebut berada dekat pesisir Israel, tetapi belum mendapat izin untuk sandar di Pelabuhan Haifa.

Rusia Perluas Ekspor Gandum Curian ke Timur Tengah

Pekan lalu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi, menyatakan bahwa gandum curian dari Ukraina tidak hanya dijual ke Israel. Namun, ekspor tersebut telah mencapai sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika.

Ia menyebutkan bahwa gandum curian tersebut sudah dikirim ke Turki, Mesir, dan Aljazair, serta beberapa negara lainnya. Beberapa kapal kargo juga diketahui mengirimkan gandum curian yang tujuannya menuju Mesir dan Aljazair.

“Pesan kami sederhana. Kami tidak akan membiarkan ini terus terjadi. Kami akan merespons, tidak peduli lokasi geografisnya. Tidak hanya Israel, kami akan menindak hal yang sama kepada negara lainnya,” ujarnya.

Pembaruan Terkini tentang Gencatan Senjata dan Persiapan Militer

Ukraina juga menyatakan siap memperpanjang gencatan senjata dengan Rusia. Di sisi lain, Ukraina mengancam akan mengirimkan drone saat perayaan Hari Kemenangan Rusia. Selain itu, pemerintah Ukraina meningkatkan gaji tentara untuk mengatasi kelangkaan personel.




Gambar Gravatar
Hidayat merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan