AA1CMANM

Ketakutan diancam Erdogan, Netanyahu bakal lapor Washington

Diposting pada

.CO.ID, TEL AVIV – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan Israel menanggapi retorika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menentang negara Yahudi tersebut. Ia mengatakan akan melaporkan sikap tersebut ke Washington.

“Hampir tidak ada hari berlalu tanpa Erdogan menyerukan kehancuran Negara Israel. Kami menanggapi kata-kata tersebut dengan sangat serius,” kata Netanyahu di hadapan kabinet Israel dilansir The Times of Israel, Senin.  

“Kami juga akan menarik perhatian teman-teman Amerika kami terhadap pernyataan-pernyataan ini. Kami tidak mengabaikannya,” ujarnya.

Erdogan dan para pejabat tinggi Turki lainnya belakangan ini semakin gencar melontarkan ancaman terkait Yerusalem; Menteri Dalam Negeri Turki, misalnya, awal bulan ini menyerukan agar negaranya “membebaskan” Yerusalem.

Sejak pecahnya perang yang dipicu oleh serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023, Erdogan menjadi salah satu pemimpin asing yang paling keras mengkritik Israel. Ia menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, menyambut baik surat perintah penangkapan dari ICC terhadap para pemimpin Israel, serta mendesak PBB untuk merekomendasikan penggunaan kekuatan militer terhadap Israel.

Sejumlah media Barat dan Israel melaporkan bahwa Erdogan sempat memanjatkan doa agar Tuhan menghancurkan Israel dalam sebuah ibadah yang menandai berakhirnya bulan Ramadan pada Maret 2025. Ia berkata: “Semoga Allah, demi nama-Nya… menghancurkan dan meluluhlantakkan Israel yang Zionis.”

Peta Timur Tengah CIA yang dimodifikasi seturut ide Israel Raya Zionis. – (Wikipedia Commons)

Presiden AS Donald Trump, yang kerap memuji Erdogan, pekan lalu melontarkan dugaan bahwa Erdogan bisa saja ikut serta dalam perang AS-Israel melawan Iran demi mendukung Teheran karena ketidaksukaannya terhadap Israel—meskipun Turki tidak menunjukkan tanda-tanda sedang bersiap untuk terlibat dalam konflik tersebut.

Pada hari yang sama, Trump mengisyaratkan rencana penjualan senjata ke Turki menjelang KTT NATO yang akan digelar di negara itu, termasuk jet tempur siluman F-35 dan puluhan mesin jet—sebuah langkah yang telah memicu kekhawatiran di Yerusalem selama berbulan-bulan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (27/8/2026) memperingatkan rakyat Turki bahwa ideologi Zionis menargetkan seluruh negara Turki. Erdogan mengatakan bahwa ideologi Zionis yang dibangun di atas genosida, pendudukan, dan ekspansionisme tidak hanya menargetkan dirinya secara pribadi, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), atau koalisi Aliansi Rakyat semata, melainkan seluruh rakyat Turki.

Berbicara dalam sebuah acara AKP, Erdogan menegaskan, “Karena itu, ketika kami berjuang melawan Zionisme, perjuangan tersebut bukanlah demi kepentingan pribadi atau kelompok kami, melainkan demi kelangsungan negara dan seluruh rakyat Turki,” kata dia dikutip dari Aljazeera, Sabtu

 

Sebelumnya, surat kabar Israel Maariv, menyebutkan Turki dinilai sebagai ancaman yang lebih besar dan lebih berbahaya bagi Israel dibandingkan Iran. Penilaian ini didasarkan pada fakta bahwa Turki memiliki angkatan bersenjata terbesar kedua di NATO serta telah mencapai tingkat kemandirian sekitar 80 persen dalam industri pertahanannya.

Hal tersebut disampaikan dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Senin lalu, dikutip Aljazeera (23/6/2026) mengulas perkembangan pesat yang dicapai Turki dalam bidang industri pertahanan serta peningkatan kemampuan militernya dalam beberapa tahun terakhir.

Artikel itu juga menyoroti menurunnya tingkat keselarasan antara Washington dan Tel Aviv.

Disebutkan bahwa Israel belum sepenuhnya pulih dari keterkejutannya atas perubahan sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap sejumlah kebutuhan keamanan Israel di perbatasan utara.

Kini, menurut surat kabar tersebut, Israel menghadapi tantangan baru yang dinilai lebih berbahaya daripada Iran, yakni Turki.

Jet tempur KAAN buatan Turki. – (tangkapan layar)

Surat kabar tersebut menyoroti besarnya kekuatan angkatan bersenjata Turki, yang memiliki jumlah tank yang besar, termasuk tank tempur utama Altay.

Selain itu, Ankara disebut telah membangun industri pertahanan yang maju dan kini mampu memproduksi sebagian besar kebutuhan militernya secara mandiri.

Turki juga berhasil mengembangkan sistem pertahanan udara berlapis dengan teknologi dalam negeri.

Maariv menambahkan bahwa Angkatan Udara Turki mengoperasikan sekitar 200 pesawat tempur, yang sebagian besar merupakan F-16 Fighting Falcon, serta didukung oleh berbagai jenis helikopter serang multiguna.

 

Menurut laporan tersebut, ancaman terbesar dalam kemungkinan konfrontasi dengan Israel justru berasal dari kekuatan Angkatan Laut Turki.

Armada laut Turki memiliki 16 kapal selam, sejumlah fregat, serta kapal serbu amfibi TCG Anadolu.

Artikel itu juga menekankan bahwa militer Turki telah mengumpulkan pengalaman operasional yang luas selama puluhan tahun dalam memerangi kelompok-kelompok bersenjata.

Selain itu, keterlibatannya dalam berbagai operasi militer di Suriah dan Irak telah memberinya pengalaman berharga dalam pertempuran di kawasan perkotaan maupun medan pegunungan yang sulit.

Meski kedua negara mempunyai hubungan diplomatik, namun hubungan antara Turki dan Israel mengalami pasang surut, bahkan belakangan cenderung tegang.

Pilot militer Turki formasi Bintang Turki tampil saat perayaan 100 tahun Republik Turki di Istanbul, Turki, Ahad (29/10/2023). – (EPA-EFE/ERDEM SAHIN)

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan