Gunung Lewotobi Laki-laki Mengguncang Flores Timur dengan Dua Kali Erupsi Dahsyat
Flores Timur, Nusa Tenggara Timur – Pagi yang tenang di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mendadak terusik oleh aktivitas vulkanik yang signifikan. Gunung Lewotobi Laki-laki, salah satu gunung api aktif di kawasan tersebut, tercatat mengalami dua kali erupsi dahsyat dalam rentang waktu yang relatif singkat pada Selasa, Juni 2026. Kejadian ini memicu kewaspadaan tinggi dari pihak berwenang dan masyarakat sekitar.
Letusan pertama terjadi pada pukul 05.20 WITA, mengguncang kawasan sekitar dengan kekuatan yang cukup terasa. Dalam peristiwa ini, Gunung Lewotobi Laki-laki memuntahkan kolom abu vulkanik yang membubung hingga ketinggian 600 meter di atas puncak gunung. Getaran yang dihasilkan oleh erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum sebesar 4.4 milimeter dan memiliki durasi yang cukup panjang, yaitu 157 detik.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef, melaporkan bahwa kolom abu yang teramati memiliki warna kelabu dengan intensitas tebal. Arah penyebarannya cukup signifikan, yakni mengarah ke utara dan timur laut. Laporan ini kemudian diteruskan kepada Badan Geologi untuk analisis lebih lanjut.
Tidak berhenti di situ, selang beberapa jam kemudian, tepatnya pada pukul 07.47 WITA, gunung api yang memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini kembali menunjukkan aktivitasnya dengan erupsi susulan. Kali ini, kolom abu yang dimuntahkan bahkan lebih tinggi, mencapai 1.000 meter dari puncak gunung.
Erupsi kedua ini juga terekam dengan baik oleh seismograf. Amplitudo maksimum yang tercatat mencapai 11 milimeter dengan durasi 148 detik. Kolom abu pada erupsi kedua ini teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, namun arah penyebarannya berbeda, yaitu ke arah barat daya dan barat.
Status Siaga dan Imbauan Keselamatan
Menyikapi aktivitas vulkanik yang terus meningkat ini, pihak berwenang telah menetapkan status Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level III, yang berarti Siaga. Penetapan status ini didasarkan pada analisis data seismik dan visual yang terus dipantau secara intensif.
Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh masyarakat yang berdomisili di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki. Ia menekankan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Jarak aman ini ditetapkan untuk meminimalkan risiko terpapar langsung oleh material vulkanik yang dimuntahkan.
“Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” ujar Lana Saria, menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan hanya mengandalkan informasi resmi dari pemerintah daerah. Beliau juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita simpang siur yang beredar.
Potensi Bahaya Susulan: Lahar Hujan
Selain ancaman langsung dari erupsi abu vulkanik, Lana Saria juga memberikan peringatan mengenai potensi bahaya lain yang mengintai. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir lahar hujan.
Fenomena lahar hujan ini dapat terjadi apabila curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Material vulkanik yang telah terakumulasi di lereng gunung dapat terbawa oleh aliran air hujan dan membentuk aliran lahar yang berbahaya.
Daerah-daerah yang berpotensi terdampak oleh banjir lahar hujan ini antara lain:
- Dulipali
- Padang Pasir
- Nobo
- Nurabelen
- Klatanlo
- Hokeng Jaya
- Boru
- Nawakote
Masyarakat yang tinggal di area-area tersebut diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca dan bersiap untuk melakukan evakuasi jika diperlukan. Pihak berwenang akan terus memberikan informasi terkini dan arahan mengenai langkah-langkah mitigasi yang harus diambil.
Monitor Ketat dan Kesiapan Mitigasi
Badan Geologi terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki. Dengan status Siaga, tim vulkanologi akan terus mengumpulkan data dari berbagai instrumen pemantauan, termasuk seismograf, GPS, dan alat pemantau gas vulkanik. Data ini akan digunakan untuk mengevaluasi perkembangan aktivitas gunung dan memberikan rekomendasi lebih lanjut kepada pemerintah daerah.
Kesiapsiagaan juga menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana alam seperti erupsi gunung berapi. Pemerintah daerah bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait lainnya terus berkoordinasi untuk memastikan kesiapan logistik, tempat pengungsian, dan jalur evakuasi. Edukasi kepada masyarakat mengenai cara bertindak saat terjadi erupsi dan potensi bahaya lainnya juga menjadi prioritas.
Fenomena erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki ini menjadi pengingat akan kekuatan alam yang dahsyat dan pentingnya kesiapsiagaan serta kewaspadaan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.













