No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Lonjakan Campak: Pakar UGM Ingatkan Jangan Anggap Sepele

Rizki by Rizki
14 Maret 2026 - 20:58
in Berita Utama
0

Ancaman Campak yang Meningkat: Pakar UGM Ungkap Solusi Pengendalian

Lonjakan kasus suspek campak di Indonesia menjadi perhatian serius para pakar kesehatan. Menurut dr. Ratni Indrawanti, seorang pakar kesehatan anak dari Universitas Gadjah Mada (UGM), situasi ini, meskipun serius, masih dapat dikendalikan dengan strategi yang tepat. Laporan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat angka mencengangkan, yaitu 8.224 kasus suspek campak antara 1 Januari hingga 23 Februari 2026.

Dr. Ratni menegaskan bahwa jumlah kasus yang mencapai ribuan ini menuntut penanganan yang sigap dan serius. Namun, ia optimis bahwa dengan penguatan sistem surveilans yang baik, percepatan penanganan kasus yang teridentifikasi, serta peningkatan cakupan vaksinasi secara masif, ancaman campak ini tidak akan berkembang menjadi darurat kesehatan publik.

“Selama kasus ini dapat ditangani dengan surveilans yang baik, penanganan kasus yang cepat, serta peningkatan cakupan vaksinasi, maka masih bisa dikendalikan dan tidak menimbulkan darurat kesehatan,” ujar Dr. Ratni dalam keterangannya di Yogyakarta pada Minggu, 8 Maret 2026.

Akar Masalah: Penurunan Cakupan Vaksinasi dan Informasi Menyesatkan

Salah satu faktor utama yang disoroti oleh Dr. Ratni terkait meningkatnya kasus campak adalah menurunnya tingkat cakupan vaksinasi campak di kalangan masyarakat. Fenomena ini bukanlah disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai tantangan.

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penurunan cakupan vaksinasi meliputi:

  • Keterbatasan Akses Layanan Kesehatan: Jarak yang jauh ke fasilitas kesehatan dan minimnya sarana prasarana dapat menjadi hambatan bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil, untuk mendapatkan layanan imunisasi.
  • Berkurangnya Kegiatan Imunisasi di Tingkat Masyarakat: Pengurangan atau penghentian program imunisasi rutin di tingkat akar rumput juga turut memperparah kondisi ini.
  • Informasi Keliru di Media Sosial: Penyebaran disinformasi dan hoaks mengenai keamanan serta efektivitas vaksin di platform media sosial telah merusak kepercayaan sebagian masyarakat terhadap program imunisasi. Hal ini menciptakan keraguan dan keengganan untuk memvaksinasi anak-anak mereka.
Baca Juga  Reza Arap & Lula Lahfah: Hari Ini Diperiksa Polisi!

Campak Bukan Penyakit Ringan: Bahaya Komplikasi dan Kematian

Dr. Ratni memberikan peringatan keras agar masyarakat tidak menyepelekan campak. Penyakit ini seringkali dianggap ringan, padahal potensi komplikasi yang ditimbulkannya sangat serius dan bahkan dapat berujung pada kematian.

“Banyak masyarakat yang menyepelekan campak, padahal jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi seperti pneumonia bahkan menyebabkan kematian,” tegasnya.

Komplikasi serius yang dapat timbul akibat campak antara lain:

  • Pneumonia (Radang Paru-paru): Infeksi campak dapat merusak sistem pernapasan dan menyebabkan peradangan paru-paru yang parah.
  • Ensefalitis (Radang Otak): Dalam kasus yang lebih jarang namun berbahaya, campak dapat menyerang otak, menyebabkan kerusakan neurologis permanen.
  • Gangguan Penglihatan dan Pendengaran: Komplikasi lain dapat berupa masalah penglihatan hingga kebutaan, serta gangguan pendengaran.
  • Kematian: Jika tidak mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat, campak dapat berakibat fatal.

Risiko Penundaan Vaksinasi: Siklus Penularan yang Tak Terkendali

Penundaan jadwal vaksinasi, sekecil apapun, dapat memberikan celah bagi virus campak untuk menyebar. Anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh yang memadai akibat penundaan vaksinasi menjadi sangat rentan.

“Jika vaksin ditunda, anak tidak memiliki antibodi dan berpotensi menularkan virus kepada orang di sekitarnya. Penundaan ini bukan hanya meningkatkan risiko, tetapi juga dapat memicu penularan yang lebih luas hingga menimbulkan kejadian luar biasa (KLB),” jelas Dr. Ratni.

Satu individu yang terinfeksi campak memiliki potensi luar biasa untuk menularkan virus kepada orang lain. Dr. Ratni mengungkapkan bahwa satu anak yang terkena campak dapat menularkan virus tersebut kepada hingga 18 orang lainnya. Tingkat penularan yang tinggi ini menjadikan campak sebagai penyakit yang sangat menular.

Mekanisme Penularan Campak: Udara sebagai Medium Utama

Penyebaran virus campak sangat efisien karena kemampuannya untuk bertahan di udara. Dalam kondisi tertentu, terutama di ruangan tertutup, virus ini dapat tetap hidup dan berisiko menginfeksi orang lain.

“Penularannya sangat cepat karena virus campak menyebar melalui udara. Dalam ruangan tertutup, virus ini bisa bertahan hingga dua jam dan berisiko menularkan kepada orang lain yang berada di sekitar,” ujar Dr. Ratni.

Baca Juga  Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Naik 4,26%

Artinya, seseorang yang terinfeksi campak dapat menyebarkan virus bahkan setelah meninggalkan suatu ruangan. Orang lain yang masuk ke ruangan tersebut dalam kurun waktu dua jam setelah penderita berada di sana berpotensi tertular jika tidak memiliki kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui vaksinasi yang tepat waktu dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya campak menjadi kunci utama dalam mengendalikan lonjakan kasus ini dan melindungi kesehatan generasi mendatang.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Aparat Akhirnya Beri Penjelasan Terkait Kejadian yang Menghebohkan
Aktual

Aparat Akhirnya Beri Penjelasan Terkait Kejadian yang Menghebohkan

15 April 2026 - 22:58
Peristiwa Global Terkini yang Perlu Diketahui Hari Ini
Aktual

Peristiwa Global Terkini yang Perlu Diketahui Hari Ini

15 April 2026 - 10:43
Peristiwa Hari Ini yang Mendadak Jadi Sorotan: Update Terkini dan Analisis
Aktual

Peristiwa Hari Ini yang Mendadak Jadi Sorotan: Update Terkini dan Analisis

15 April 2026 - 10:12
Ketegangan Israel-Hezbollah Masih Berlangsung, Dunia Mulai Khawatir
Aktual

Ketegangan Israel-Hezbollah Masih Berlangsung, Dunia Mulai Khawatir

14 April 2026 - 13:13
Awal Kehidupan Intan-Rey, Pasangan Sesama Wanita yang Viral Menikah, Yupi Rere Akui Anak DPRD
Berita Utama

Awal Kehidupan Intan-Rey, Pasangan Sesama Wanita yang Viral Menikah, Yupi Rere Akui Anak DPRD

13 April 2026 - 23:45
Konflik Okin, Rachel Vennya Pertimbangkan Laporkan Mantan Suami ke Polisi
Berita Utama

Konflik Okin, Rachel Vennya Pertimbangkan Laporkan Mantan Suami ke Polisi

13 April 2026 - 20:10
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
Latihan Soal SBdP Kelas 6 SD TKA 2026 dengan Pembahasan Lengkap

Latihan Soal SBdP Kelas 6 SD TKA 2026 dengan Pembahasan Lengkap

16 April 2026 - 12:36
Bulan Panutan PBB-P2 2026, Tekankan Peran Pajak Daerah dalam Pembangunan Batam

Bulan Panutan PBB-P2 2026, Tekankan Peran Pajak Daerah dalam Pembangunan Batam

21 April 2026 - 15:01
Peringatan HUT Satpol PP-Satlinmas- Damkar dan Hari Kartini Tingkat Kota Batam 2026

Peringatan HUT Satpol PP-Satlinmas- Damkar dan Hari Kartini Tingkat Kota Batam 2026

21 April 2026 - 15:00
Amsakar: Stabilitas Sosial Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Batam

Amsakar: Stabilitas Sosial Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Batam

21 April 2026 - 15:00
Selamat Memperingati Hari Kartini

Selamat Memperingati Hari Kartini

21 April 2026 - 15:00
Gunung Rinjani: Keindahan Danau Segara Anak di Puncak yang Menarik Pendaki

Gunung Rinjani: Keindahan Danau Segara Anak di Puncak yang Menarik Pendaki

21 April 2026 - 14:36

Pilihan Redaksi

Bulan Panutan PBB-P2 2026, Tekankan Peran Pajak Daerah dalam Pembangunan Batam

Bulan Panutan PBB-P2 2026, Tekankan Peran Pajak Daerah dalam Pembangunan Batam

21 April 2026 - 15:01
Peringatan HUT Satpol PP-Satlinmas- Damkar dan Hari Kartini Tingkat Kota Batam 2026

Peringatan HUT Satpol PP-Satlinmas- Damkar dan Hari Kartini Tingkat Kota Batam 2026

21 April 2026 - 15:00
Amsakar: Stabilitas Sosial Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Batam

Amsakar: Stabilitas Sosial Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Batam

21 April 2026 - 15:00
Selamat Memperingati Hari Kartini

Selamat Memperingati Hari Kartini

21 April 2026 - 15:00
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.