Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, Buktikan Kemampuannya
Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia, berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi pahlawan dalam kemenangan Ajax Amsterdam. Keberhasilan ini membantu klub asal Belanda memastikan slot untuk berlaga di kompetisi Eropa musim depan.
Sejak awal kedatangannya bersama Ajax Amsterdam pada Januari 2026, Maarten Paes menghadapi banyak tantangan. Ia menjadi sasaran kritik karena performa buruk yang dialami Ajax Amsterdam selama musim ini. Namun, ia tidak menanggapi kritik dengan sikap menantang.
Dilansir dari De Telegraaf, Maarten Paes menyatakan bahwa ia tidak mudah menerima kritik tersebut. Bahkan, seorang mantan pemain profesional pernah menyebutnya sebagai kiper yang buruk di semua aspek dasar penjaga gawang. Meski begitu, ia tetap fokus dan percaya diri.
“Jika Anda sedikit mengenal saya, Anda tahu bahwa saya mempelajari penendang penalti secara menyeluruh sebelum setiap pertandingan,” ujar Maarten Paes.
Ia juga mengakui bahwa kritikan tidak selalu mudah diterima, namun ia mencoba untuk tetap tegar. De Telegraaf menilai bahwa kritikan para pengamat sepak bola Belanda tidak terlalu adil. Pasalnya, Maarten Paes awalnya didatangkan sebagai pelapis Vitezslav Jaros pada putaran kedua.
Namun, situasi berubah ketika Vitezslav Jaros harus absen hingga akhir musim. Hal ini memaksa Maarten Paes untuk tampil prima dalam beberapa pertandingan. Selain itu, ia datang ke Ajax Amsterdam saat tengah menjalani liburan usai menyelesaikan kompetisi Major League Soccer.
Selain itu, Maarten Paes sempat mengalami cedera dua bulan di FC Dallas dan tidak memiliki banyak waktu beradaptasi dengan Ajax Amsterdam. “Liga Sepak Bola Utama (Major League Soccer) memiliki jeda dua bulan, dan saya cedera selama dua bulan sebelumnya, artinya saya belum bermain selama sembilan puluh menit selama empat bulan,” ujar Maarten Paes.
Setelah bermain 45 menit di pramusim, Vitezslav cedera dan Maarten Paes harus mengambil tanggung jawab. “Dan itulah yang telah saya coba lakukan.”
Kini, sang penjaga gawang sukses membungkam para pengkritiknya usai menjadi pahlawan kemenangan Ajax Amsterdam lolos ke UEFA Conference League. Maarten Paes sukses mementahkan dua tembakan adu penalti FC Utrecht yang dieksekusi Sebastian Haller dan Souffian El Karouani pada final playoff UEFA Conference League.
Setelah jadi pahlawan kemenangan, Maarten Paes mengaku siap belajar banyak demi meningkatkan kemampuan bersama Ajax Amsterdam. “Bagi sebagian besar penjaga gawang, butuh waktu sebelum mereka terbiasa dengan gaya permainan Ajax,” ujar Paes.
Ia menyatakan bahwa ia tidak punya waktu untuk beradaptasi, tetapi mencoba melakukannya langkah demi langkah selama pertandingan. “Saya mencoba meningkatkan kualitas beberapa persen setiap minggunya.”
Setelah musim berakhir, ia akan mengerjakan detail-detail kecilnya. “Jika Anda memasukkan sembilan puluh menit melawan FC Utrecht (Davy Klaassen mencetak gol 1-0 di waktu tambahan dan Gjivai Zechiël mencetak gol 1-1, red.), maka saya mencatatkan clean sheet tujuh kali dalam tiga belas pertandingan. Itu persentase yang cukup bagus.”
Ia juga menyebutkan bahwa ada hal-hal baik dan area yang perlu ditingkatkan. “Dalam hal penguasaan bola, tentu saja bisa lebih baik.” Para pelatih kiper benar-benar membantu Maarten Paes. Ini merupakan musim yang sangat mendidik bagi dirinya.
Meskipun tidak ideal untuk tim dan klub, cara mereka mampu menyelesaikannya sangat bagus. Ketika memasuki babak play-off, Anda ingin memenangkannya. Sebagai tim, mereka memainkan dua pertandingan bagus melawan FC Groningen dan FC Utrecht.






