Manado Meriah: Suasana Kampung Cina Jelang Cap Go Meh 2577

Diposting pada

Semarak Kampung Cina Manado Sambut Cap Go Meh 2026: Tarian Barongsai dan Ritual Sakral Pikat Ribuan Pengunjung

Menjelang puncak perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili, suasana di Kampung Cina, Manado, telah diselimuti kemeriahan yang luar biasa. Berbagai atraksi budaya dan ritual keagamaan digelar untuk menyambut hari besar umat Tridharma ini. Salah satu pertunjukan yang paling menarik perhatian adalah tarian Barongsai dan Liong yang memukau, serta ritual sakral yang dilakukan oleh umat Tridharma.

Atraksi Barongsai dan Liong: Tarian Penuh Keceriaan dan Keberuntungan

Pada Minggu malam, 1 Maret 2026, halaman Kelenteng Kwan Kong dan Kelenteng Ban Hing Kiong dipadati ribuan warga yang antusias menyaksikan pertunjukan Barongsai dan Liong. Delapan Barongsai tampil dengan gerakan yang lincah dan penuh ekspresi, seolah “berburu” angpao dari para penonton. Aksi mereka tak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna. Barongsai dengan gerakan jenaka menjemput angpao, bahkan ada yang menirukan aksi mencium anak-anak yang dianggap berbakti, menciptakan gelak tawa dan kehangatan di antara pengunjung.

Lebih dari sekadar hiburan, atraksi Barongsai ini juga menampilkan keunikan tersendiri. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah ketika Barongsai menampilkan atraksi “bermain sepakbola”. Seekor Barongsai menggigit bola, menendangnya, lalu bola tersebut disundul kembali oleh Barongsai lainnya. Aksi tak terduga ini sontak mengundang decak kagum dan tawa dari warga yang hadir, baik tua maupun muda.

Tak kalah meriah, di Kelenteng Ban Hing Kiong, pertunjukan Liong menambah semarak suasana. Beberapa pemuda dengan lihai memainkan Liong, bergerak cepat dan gesit seolah sedang memburu mustika. Tarian Liong ini berhasil memukau tidak hanya warga lokal, tetapi juga para wisatawan asing yang turut menyaksikan kemeriahan Cap Go Meh di Manado.

Kehadiran atraksi Barongsai dan Liong ini bukan hanya sekadar hiburan semata. Lebih dari itu, pertunjukan ini menjadi simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Manado. Warga dari berbagai latar belakang agama dan suku berkumpul bersama, menikmati keindahan budaya Tionghoa, dan saling berbagi kebahagiaan. Banyak pengunjung yang mengaku senang dapat merayakan momen menjelang Cap Go Meh bersama keluarga dan orang-orang terkasih. Antusiasme anak-anak terlihat jelas, bahkan banyak dari mereka yang enggan beranjak sebelum pertunjukan benar-benar usai.

Persiapan Puncak Cap Go Meh: 11 Tang Sin dan Arak-arakan Budaya

Perayaan Cap Go Meh tidak hanya diwarnai oleh atraksi Barongsai dan Liong, tetapi juga persiapan matang untuk prosesi puncak yang akan digelar pada Rabu, 3 Maret 2026. Sebanyak 11 Tang Sin dari sembilan kelenteng di Kota Manado dipastikan akan tampil memeriahkan acara tersebut. Tang Sin, yang dipercaya sebagai perantara antara manusia dan alam spiritual, akan menjadi daya tarik utama dalam arak-arakan Cap Go Meh.

Ketua Perhimpunan Tempat Ibadah Tridharma (PTITD) Manado, Ridwan Sanyoto, menjelaskan bahwa selain 11 Tang Sin, akan ada pula 14 kio atau usungan yang turut memeriahkan arak-arakan. Pawai ini akan dibagi menjadi dua barisan, yaitu barisan ritual dan barisan non-ritual. Barisan non-ritual akan menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Sulawesi Utara, seperti tarian Kabasaran, musik bambu, dan berbagai pertunjukan budaya lainnya, yang menunjukkan keberagaman dan kekayaan seni lokal.

Rute pawai sendiri akan tetap menggunakan pola “kupu-kupu” yang telah menjadi ciri khas, mengelilingi kawasan Kampung Cina. Hal ini bertujuan agar masyarakat luas dapat turut menyaksikan dan merasakan kemeriahan perayaan Cap Go Meh.

Ritual Sakral: Sembahyang Hari Kemuliaan Kwan Kong dan Berkah Tang Sin

Selain kemeriahan atraksi, umat Tridharma di Kelenteng Kwan Kong juga menggelar ritual penting, yaitu Sembahyang Hari Kemuliaan Kwan Kong. Ritual ini dilaksanakan pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat dua hari sebelum perayaan Goan Siau atau Cap Go Meh 2026.

Prosesi sembahyang berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan. Dalam ritual ini, Tang Sin tampil dengan gerakan yang atraktif, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pembawa berkah bagi umat. Tang Sin dipercaya dapat memberkati dan menyentuh umat, bahkan melakukan ritual penyembuhan simbolis. Beberapa adegan yang terlihat, seperti seorang anak yang disentuh bagian belakangnya oleh Tang Sin untuk keperluan penyembuhan, menunjukkan kedalaman spiritual dari ritual ini.

Menurut Ridwan Sanyoto, sembahyang Hari Kemuliaan Kwan Kong memiliki tujuan yang mulia. Selain membersihkan dosa-dosa manusia, ritual ini juga diharapkan dapat mendatangkan rezeki, kemuliaan, dan kemakmuran bagi seluruh umat. Dengan demikian, perayaan Cap Go Meh di Manado tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momen refleksi spiritual dan permohonan keberkahan.

Persiapan spiritual umat Tridharma juga telah dilakukan dengan menjalani puasa Cia Cai selama 10 hari sebelum perayaan puncak. Upaya ini menunjukkan kesungguhan dan kekhusyukan umat dalam menyambut Cap Go Meh. Keseluruhan rangkaian acara ini semakin menegaskan bahwa Kampung Cina Manado adalah pusat perayaan Imlek yang kaya akan tradisi, budaya, dan semangat toleransi.

Gambar Gravatar
Hidayat merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan