Masa Depan Haaland di Manchester City Terancam Jika Hukuman Degradasi Dijatuhkan

Diposting pada

Erling Haaland disebut bisa mempertimbangkan pergi dari Manchester City bila klub itu benar-benar dijatuhi hukuman degradasi dalam perkara 115 dakwaan pelanggaran aturan Premier League. Situasi ini muncul setelah City pada Jumat, 25 September, dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan yang diajukan liga, meski sanksi akhirnya belum diputuskan dan masih menunggu proses lanjutan, termasuk banding dari pihak klub.

Ancaman hukuman terhadap City belum mengerucut ke satu bentuk. Opsi yang beredar masih mencakup denda besar, pengurangan poin, sampai kemungkinan dikeluarkan dari Premier League. Karena keputusan final belum keluar, seluruh konsekuensi bagi skuad juga belum pasti. Namun, skenario terburuk itu sudah cukup memunculkan spekulasi mengenai masa depan pemain-pemain utama, terutama Haaland yang menjadi motor lini depan tim.

Meski kontraknya bersama Manchester City masih berlaku hingga 2034, penyerang asal Norwegia itu dikabarkan tidak tertarik bertahan jika klub harus turun kasta. Laporan Sportbible menyebut Haaland tidak ingin bermain di kompetisi yang berada di bawah Premier League dan juga tidak berniat membantu City membangun ulang tim dari situasi tersebut jika degradasi benar-benar terjadi.

Minat terhadap Haaland pun disebut sudah muncul dari klub-klub besar Eropa. Arsenal dan Real Madrid dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan pihak perwakilannya, sementara Barcelona juga masuk dalam daftar peminat. Di sisi lain, laporan yang sama menyebut tidak ada klausul degradasi dalam kontrak Haaland maupun beberapa pemain City lainnya. Artinya, secara teori klub masih punya ruang untuk menahan para pemainnya jika hukuman itu dijatuhkan.

Walau begitu, laporan dari Pete O’Rourke di FI menggambarkan suasana di Etihad yang tidak terlalu optimistis. “Ada perasaan di Stadion Etihad bahwa ‘tidak mungkin’ pemain berusia 26 tahun itu akan tetap tinggal dan bermain di Championship, tetapi klub tidak akan menerima kesepakatan dengan harga murah,” tulisnya. Ia juga menambahkan bahwa sejumlah klub top Eropa disebut siap bergerak jika City benar-benar terdegradasi.

Haaland sendiri telah menjadi figur kunci sejak didatangkan dari Borussia Dortmund pada 2022. Sejauh ini ia mencatat 169 gol dalam 205 pertandingan untuk City dan disebut menerima bayaran sekitar £500.000 per pekan. Sementara itu, klub masih bertahan pada keyakinan bahwa mereka bisa membalikkan hasil perkara ini. Kasus dugaan pelanggaran keuangan yang menyeret City pertama kali dibuka pada Februari 2023, berkaitan dengan periode 2009 hingga 2018, masa ketika mereka meraih tiga gelar Premier League. Pemeriksaan oleh komisi independen berlangsung antara September dan Desember 2024, dan klub menegaskan memiliki bukti kuat untuk membela diri. Dengan banding yang masih berjalan, nasib akhir City dan masa depan Haaland tetap belum jelas.

Sumber: www.jawapos.com

Tinggalkan Balasan