Mengupas Tuntas Tantangan Mengemudi Malam Hari dan Tips Menjaga Keselamatan
Perjalanan, terutama saat momen mudik atau arus balik, seringkali memaksa pengemudi untuk memilih antara berkendara di bawah terik matahari atau dalam kegelapan malam. Banyak pula yang memilih untuk melewati pergantian hari di jalan. Situasi peralihan dari terang ke gelap, atau sebaliknya, memerlukan kewaspadaan ekstra. Kondisi ini menjadi semakin krusial jika perjalanan telah ditempuh lebih dari separuh malam dan mendekati pergantian waktu menuju pagi.
Potensi Kelelahan Meningkat Saat Berkendara Malam Hari
Menurut seorang pakar keselamatan dan mengemudi defensif dari Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, mengemudi di malam hari, apalagi jika disertai dengan hujan, meningkatkan potensi kelelahan secara signifikan. Penurunan visibilitas memaksa kemampuan kognitif pengemudi untuk bekerja lebih keras.
Jusri menjelaskan bahwa mengemudi di malam hari memberikan beban kerja yang lebih berat bagi otak, mata, tangan, dan kaki. Namun, organ mata menjadi yang paling terbebani. Dalam kegelapan, mata dipaksa untuk menyerap lebih banyak cahaya agar pandangan terhadap jalan tetap terjaga. Beban ini semakin berat ketika sorot lampu dari kendaraan yang berlawanan arah mengganggu pandangan. Situasi ini diperparah jika perjalanan menghadapi kemacetan, di mana mata akan terus-menerus terpapar oleh pijar lampu rem kendaraan di depan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kelelahan mata yang parah.
Dampak Perubahan Cahaya Terhadap Mata Pengemudi
Kekhawatiran semakin meningkat ketika pergantian waktu menuju pagi hari, yang berarti pengemudi akan berhadapan dengan sinar matahari. Sejumlah gejala kelelahan mata yang mungkin muncul meliputi rasa perih, rasa kantuk yang kuat, dan kekakuan pada otot mata, yang membuat mata terasa berat dan ingin terpejam terus-menerus.

Solusi Mengatasi Kelelahan Mata dan Tubuh Saat Berkendara
Menghadapi kondisi kelelahan mata yang mengkhawatirkan, instruktur utama dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyarankan untuk mengambil jeda istirahat, baik secara fisik maupun untuk mata, sebelum melanjutkan perjalanan.
Sony merekomendasikan waktu istirahat sekitar 10 hingga 15 menit. Selama beristirahat, pengemudi dapat memejamkan mata atau melakukan senam mata.
Latihan Senam Mata yang Efektif:
- Gerakan Jauh-Dekat: Lakukan gerakan melihat objek jauh dan dekat secara berulang dengan ritme yang teratur.
- Fokus pada Warna Hijau: Melihat objek yang didominasi warna hijau, seperti hamparan sawah, dapat membantu mencegah kekakuan otot mata. Sony menambahkan bahwa cara ini sangat efektif.

Selain senam mata, ada pula cara sederhana namun efektif lainnya untuk merelaksasi mata. Membasuh wajah dan kelopak mata dengan air hangat, bukan air dingin, dapat memberikan sensasi yang menyegarkan.
Untuk tubuh secara keseluruhan, yang juga berkorelasi dengan kondisi mata, disarankan untuk melakukan senam ringan. Gerakan senam ringan ini bertujuan untuk melancarkan peredaran darah pada otot dan persendian, sehingga tubuh kembali bugar. Setelah merasa segar, barulah perjalanan dapat dilanjutkan. Penting juga untuk selalu menggunakan kacamata pelindung sinar matahari, terutama saat berkendara di pagi hari, untuk mencegah mata cepat lelah dan silau.





