Desa Wisata Melung, yang berlokasi strategis di perbatasan antara Baturraden dan Kedungbanteng, kini tengah menjadi primadona di kancah nasional. Prestasi gemilang diraihnya setelah berhasil menyabet gelar juara dalam ajang Desa Wisata Nusantara 2025. Desa yang masih mempertahankan keasrian alamnya ini menawarkan udara pegunungan yang sejuk dan kekayaan kearifan lokal yang memikat hati para pengunjung.
Menjelajahi Keindahan Alam dan Kearifan Lokal Melung
Saat berkunjung ke Desa Wisata Melung, ada beberapa destinasi wajib yang tak boleh dilewatkan. Salah satunya adalah Wisata Alam Pagubugan, sebuah lokasi yang sengaja dikembangkan menjadi area wisata. Menurut Timbul Yulianto, Ketua Pengelola Desa Wisata Melung, “Pagubugan itu nama dari sebuah lokasi yang kebetulan kita jadikan area wisata.”
Terletak jauh dari keramaian kota, Wisata Alam Pagubugan menyuguhkan pemandangan terasering persawahan yang menawan di Kabupaten Banyumas. Keunikan tempat ini semakin terasa dengan hadirnya kolam renang terbuka di tengah hamparan sawah, yang airnya dialirkan langsung dari sumber mata air alami. “Otomatis kita tidak menggunakan kaporit. Airnya alami mengalir terus,” jelas Timbul. Usai menikmati keindahan sawah, pengunjung dapat bersantai di warung-warung sekitar sambil mencicipi mendoan hangat atau menikmati secangkir kopi panas.
Beragam Pilihan Aktivitas dan Tarif yang Terjangkau
Aktivitas wisata di Desa Wisata Melung tidak hanya terbatas pada menikmati keindahan alam, tetapi juga menawarkan berbagai pengalaman lain yang melibatkan unsur alam, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat. Menariknya lagi, tarif yang ditawarkan sangat ramah di kantong.
Untuk menikmati keindahan Wisata Pagubugan Melung, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10.000 per orang. Bagi yang ingin merasakan sensasi berkemah, biaya mandiri dikenakan Rp 15.000 per orang. Tersedia pula paket wisata berkemah di Wisata Pagubugan Melung seharga Rp 83.000 per orang, yang sudah mencakup tiket masuk, api unggun, dan penyewaan tenda berkapasitas empat orang.
Selain itu, Desa Wisata Melung juga menyediakan beragam paket wisata menarik lainnya:
Paket Outbound
Dengan tarif Rp 150.000 per orang, paket ini mencakup tiket masuk dan fasilitas Wisata Pagubugan, makan dan camilan, serta perlengkapan kegiatan outbound.Paket Pelatihan
Seharga Rp 150.000 per orang, paket ini menawarkan tiket masuk dan fasilitas Wisata Pagubugan, kunjungan ke UMKM, serta materi pelatihan yang disampaikan oleh narasumber.Paket Trekking
Dengan biaya Rp 150.000 per orang, pengunjung akan mendapatkan tiket masuk dan fasilitas Wisata Pagubugan, makan dan camilan, jasa pemandu trekking, serta wisata edukasi hasil bumi.Paket Live In
Paket ini dibanderol seharga Rp 250.000 per orang, yang meliputi akomodasi berupa homestay atau berkemah, wisata rekreasi, tiket masuk dan fasilitas Pagubugan, serta kesempatan belajar pengolahan produk lokal.Paket Edukasi Budaya
Dengan Rp 150.000 per orang, paket ini menawarkan pemandu edukasi, pengalaman belajar budidaya sayur organik, menangkap ikan ala desa, dan mengikuti workshop kerajinan lokal.
Timbul menambahkan bahwa wisatawan dapat memilih untuk mengambil paket wisata secara keseluruhan atau mencoba berbagai aktivitas secara terpisah sesuai keinginan.
Akomodasi Nyaman dan Fleksibilitas Pelayanan
Bagi pengunjung yang ingin menginap, Desa Wisata Melung menyediakan akomodasi berupa homestay dengan tarif kamar mulai dari Rp 70.000 per malam per orang. “Tapi kalau mau ambil paket wisata, sebenarnya minimal 20 orang, tapi kami kalau yang mau hanya lima orang, tetap diterima. Fleksibel aja,” ungkap Timbul, menegaskan komitmen mereka terhadap pelayanan yang fleksibel.
Rute Menuju Surga Tersembunyi di Banyumas
Desa Wisata Melung berlokasi di Jalan Melung Nomor 50-51, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Saat ini, mayoritas pengunjung berasal dari Jakarta dan sekitarnya.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi desa wisata ini, opsi menggunakan kereta api menuju Stasiun Purwokerto adalah pilihan yang baik. Dari stasiun tersebut, perjalanan menuju Desa Wisata Melung hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit berkendara.
“Cuma kondisi sekarang itu jalan dari dua jalur sama-sama ada yang putus. Jadi, dari arah Baturraden enggak bisa masuk bus. Paling kendaraan kecil,” ujar Timbul, memberikan saran terkait kondisi akses jalan terkini.
Perjalanan Menuju Puncak Penghargaan Desa Wisata Nusantara
Sebelum berhasil meraih gelar Juara I Desa Wisata Nusantara, Desa Wisata Melung telah menunjukkan konsistensinya dengan berulang kali masuk dalam lima besar penghargaan bergengsi ini. Pada tahun 2023, desa ini berhasil menembus tujuh besar, dan pada tahun 2024, mereka masuk dalam empat besar.
Proses seleksi Desa Wisata Nusantara dimulai dengan penyaringan hingga 60 besar yang dibagi ke dalam dua kategori: Kategori I dan Kategori II. Masing-masing kategori akan memilih 15 desa wisata terbaik, sebelum dilanjutkan pada tahap seleksi lebih lanjut berdasarkan standar penilaian yang ketat.
Penilaian meliputi aspek legalitas desa wisata yang terdaftar di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta pemenuhan berbagai syarat administrasi. “Pengelola, terus kemudian aktivitas di lapangan atau di masyarakat, terus kemudian peningkatan pendapatan asli desa,” jelas Timbul mengenai kriteria penilaian utama.
Faktor pendukung lainnya yang turut diperhitungkan meliputi peran serta pemilik homestay, pelaku UMKM, hingga para penggiat seni dan budaya yang seluruhnya berasal dari masyarakat setempat. “Karena basis pengelolaan desa wisata itu kan ada di masyarakat, bukan destinasinya,” pungkas Timbul, menekankan bahwa kekuatan Desa Wisata Melung terletak pada pemberdayaan masyarakatnya.




















