Kecelakaan Tunggal di Bogor: Wuling Convero Hantam Tiang PJU Akibat Kantuk
Sebuah insiden kecelakaan tunggal yang cukup mengagetkan terjadi di ruas Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Selasa dini hari, 10 Februari 2026. Sebuah mobil Wuling Convero dengan nomor polisi F-1844-DH dilaporkan naik ke pembatas jalan dan menabrak tiang penerangan jalan umum (PJU). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.15 WIB, tak jauh dari persimpangan Semplak-Bubulak, menyebabkan kerusakan pada kendaraan serta tiang PJU, dan sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas di area tersebut.
Kanit Laka Lantas Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Susilo, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Menurut keterangannya, mobil tersebut sedang melaju dari arah Yasmin menuju Bubulak. Pengemudi yang diduga mengantuk dan kehilangan konsentrasi, kemudian kehilangan kendali atas laju kendaraannya.
“Sopir tidak hati-hati dan hilang konsentrasi kemudian hilang kendali, oleng ke kanan masuk ke pembatas median jalan sehingga menabrak tiang PJU,” ujar Iptu Susilo. Akibat benturan keras, bagian depan mobil mengalami kerusakan yang cukup signifikan, sementara tiang PJU juga tak luput dari kerusakan.
Kronologi dan Pengakuan Pengemudi
Pengemudi mobil nahas tersebut diketahui bernama Ukat Sukarta, berusia 60 tahun. Ia merupakan saudara dari pemilik mobil dan juga berperan sebagai sopir. Ukat Sukarta menceritakan bahwa kejadian ini terjadi setelah ia selesai mengantar rombongan jamaah umroh di Bandara Soekarno Hatta.
“Jadi mau pulang sebentar untuk istirahat di rumah karena nanti mau antar jamaah lagi,” kata Ukat Sukarta, menjelaskan niatnya untuk beristirahat sejenak di rumahnya yang berlokasi di kawasan Ciampea.
Namun, setibanya di area perempatan Semplak, Ukat Sukarta mengaku mengalami kantuk yang luar biasa. Rasa kantuk tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama mobil yang dikemudikannya kehilangan arah dan naik ke separator jalan.
“Panjang naiknya, terus nabrak tiang listrik, untung tidak bablas ke jalur sebelah,” tandasnya, menunjukkan rasa syukurnya karena kendaraan tidak sampai masuk ke jalur berlawanan yang bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan lebih parah.
Dampak dan Penanganan
Peristiwa kecelakaan ini tidak hanya menimbulkan kerusakan materiil, tetapi juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Kemacetan sempat terjadi dari arah Simpang Semplak menuju Bubulak akibat insiden tersebut.
Tim kepolisian dari Satlantas Polresta Bogor Kota segera bergerak cepat untuk menangani lokasi kecelakaan. Penanganan dilakukan untuk mengevakuasi kendaraan yang rusak dan memperbaiki tiang PJU yang tertabrak.
“Saat ini sudah selesai penanganan. Sempat ada antrian kendaraan namun cepat terurai,” ungkap Iptu Susilo, memastikan bahwa kondisi lalu lintas di area tersebut telah kembali normal.
Dari rekaman video yang beredar, terlihat mobil Wuling Convero berwarna putih tersebut dalam posisi miring di atas pembatas jalan, dengan bagian depan mobil menghadap ke arah kanan jalan. Kerusakan pada bagian depan mobil tampak jelas akibat benturan dengan tiang PJU yang kokoh.
Pencegahan Kecelakaan Akibat Kantuk
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengemudi mengenai bahaya mengemudi dalam kondisi mengantuk. Kurang tidur atau kelelahan dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi, memperlambat reaksi, dan bahkan menyebabkan hilangnya kesadaran sesaat saat berkendara.
Beberapa tips penting untuk mencegah kecelakaan akibat kantuk saat berkendara meliputi:
- Pastikan Cukup Istirahat: Sebelum melakukan perjalanan jauh, pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup, minimal 7-8 jam.
- Hindari Perjalanan di Jam Rawan Mengantuk: Jam-jam setelah tengah malam hingga dini hari, serta setelah makan siang, seringkali menjadi waktu di mana rasa kantuk lebih mudah menyerang.
- Berhenti dan Istirahat: Jika Anda mulai merasa mengantuk, segera cari tempat yang aman untuk berhenti. Beristirahatlah sejenak, lakukan peregangan, atau tidur sebentar (power nap).
- Minum Kafein Secukupnya: Minuman berkafein seperti kopi atau teh dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, namun efeknya hanya sementara. Jangan terlalu bergantung pada kafein.
- Buka Jendela atau Ubah Posisi Duduk: Mengubah posisi duduk atau membuka jendela untuk menghirup udara segar dapat sedikit membantu mengurangi rasa kantuk.
- Ajak Bicara Penumpang: Jika ada penumpang, ajaklah mereka berbicara untuk menjaga kewaspadaan.
- Jangan Memaksakan Diri: Jika rasa kantuk sudah sangat kuat dan tidak tertahankan, lebih baik tunda perjalanan atau cari penginapan untuk beristirahat. Keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain jauh lebih berharga daripada memaksakan diri.
Kecelakaan yang dialami Ukat Sukarta menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Kesadaran akan kondisi fisik dan mental saat berkendara adalah kunci utama untuk menciptakan keselamatan di jalan raya.




















