Arus Balik Lebaran 2026 di Pantura Cirebon Masih Memuncak, Ratusan Ribu Pemudik Belum Kembali
CIREBON – Jalur Pantai Utara (Pantura) Cirebon masih dipadati kendaraan pada H+6 Lebaran 2026. Hingga saat ini, diperkirakan masih ada sekitar 281.838 pemudik yang belum kembali ke Jakarta, menjadikan suasana di sepanjang jalur ini masih terasa ‘mendidih’ oleh lalu lintas yang padat dari arah Jawa Tengah menuju ibu kota.
Situasi ini menunjukkan bahwa gelombang arus balik pasca-Lebaran masih jauh dari kata selesai. Data terbaru yang tercatat pada Jumat malam, 27 Maret 2026, pukul 20.00 WIB, menunjukkan sebanyak 68.003 kendaraan melintas ke arah Jakarta. Angka ini didominasi oleh kendaraan roda dua, dengan total 51.531 unit sepeda motor yang memadati jalan.
Yeye Mulyana, Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, mengonfirmasi bahwa meskipun sebagian masyarakat telah kembali ke tempat perantauan mereka, volume kendaraan yang melintas masih tergolong tinggi. “Arus kendaraan yang melintas di jalur tersebut masih cukup tinggi meskipun sebagian pemilir sudah kembali ke daerah asal,” ujar Yeye pada Jumat malam.
Secara kumulatif, total kendaraan yang telah melintasi Jalur Pantura Cirebon selama periode arus balik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 405.735 unit. Angka ini jika dibandingkan dengan total kendaraan pada arus mudik sebelumnya yang tercatat sebanyak 687.573 unit, menunjukkan bahwa baru sekitar 60 persen pemudik yang telah menyelesaikan perjalanan kembalinya.
Prediksi Lonjakan Arus Kendaraan Akhir Pekan
Dishub Kota Cirebon memprediksi bahwa lonjakan arus kendaraan akan kembali terjadi pada akhir pekan ini. “Prediksi ke depan mungkin dari hari Sabtu besok ada peningkatan, kemudian Minggu hingga malam hari juga kemungkinan masih ramai,” jelas Yeye. Hal ini mengindikasikan bahwa para pemudik yang tersisa akan memanfaatkan momentum akhir pekan untuk kembali ke kota asal mereka.
Analisis Data Arus Balik Lebaran 2026
- Jumlah Pemudik Belum Kembali: Sekitar 281.838 pemudik.
- Kendaraan Melintas Jumat Malam (H+6): 68.003 unit.
- Sepeda Motor: 51.531 unit.
- Total Kendaraan Arus Balik (Kumulatif): 405.735 unit.
- Total Kendaraan Arus Mudik (Kumulatif): 687.573 unit.
- Persentase Pemudik Kembali: Sekitar 60%.
- Persentase Pemudik Belum Kembali: Sekitar 40%.
Perhitungan sederhana dari data tersebut menunjukkan bahwa sekitar 40 persen pemudik, atau kurang lebih 275.091 unit kendaraan (berdasarkan proporsi dari total arus mudik), masih dalam perjalanan kembali. Angka ini sejalan dengan perkiraan 281.838 pemudik yang belum kembali.
Pengelolaan Lalu Lintas yang Efektif
Meskipun volume kendaraan masih tinggi, kondisi lalu lintas di Jalur Pantura Kota Cirebon hingga saat ini terpantau relatif terkendali. Pengaturan arus lalu lintas masih mengandalkan sistem Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL) tanpa adanya rekayasa lalu lintas tambahan yang rumit. “Sementara ini di Kota Cirebon tidak ada rekayasa lain karena semuanya masih terkendali dan cukup menggunakan APIL saja,” ujar Yeye.
Hal yang menarik pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 ini adalah tidak diberlakukannya penutupan jalan di sepanjang jalur Pantura. Kebijakan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dan memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk tetap beraktivitas seperti biasa tanpa terganggu oleh penutupan jalan. “Kalau tahun-tahun sebelumnya ada penutupan jalan, tapi tahun ini tidak ada sehingga aktivitas masyarakat setempat tetap berjalan,” ungkapnya.
Menurut Yeye, pola perjalanan masyarakat yang kini cenderung lebih tersebar juga turut berkontribusi dalam mengurai kepadatan lalu lintas. Dengan tidak adanya penumpukan kendaraan dalam satu waktu tertentu, arus lalu lintas di Pantura Cirebon tetap dapat dikendalikan meskipun volume kendaraan masih tinggi.
Dengan masih besarnya jumlah pemudik yang belum kembali, Jalur Pantura Cirebon diproyeksikan akan tetap ramai hingga beberapa hari ke depan. Puncak arus balik akhir pekan diperkirakan akan menambah volume kendaraan secara signifikan, sehingga kewaspadaan dan kesiapan infrastruktur lalu lintas perlu terus ditingkatkan.



















