Hujan deras yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di daerah seperti Lamongan dan Jakarta, berpotensi mengganggu aktivitas pagi hari masyarakat. Fenomena cuaca ekstrem ini tidak hanya memengaruhi kondisi jalan raya, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan serta gangguan dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan dini cuaca menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan dampak dari hujan deras.
Peringatan Dini Cuaca: Solusi untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem
Peringatan dini cuaca merupakan bagian dari nowcasting, yaitu sistem pemantauan dan prediksi cuaca jangka pendek. Nowcasting memberikan informasi tentang kondisi cuaca saat ini dan prakiraan cuaca ekstrem dalam waktu 0–6 jam ke depan. Informasi ini sangat penting bagi masyarakat dan instansi terkait untuk melakukan persiapan menghadapi cuaca buruk.
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang bisa terjadi dalam rentang waktu tertentu. Dengan adanya informasi ini, masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti menjauhi area rawan banjir atau menghindari tempat-tempat yang rentan longsor.
Dampak Hujan Deras di Lamongan
Di Lamongan, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Pasar Sidoharjo pada Sabtu (20/12/2025). Akibatnya, dua warung di kawasan tersebut roboh dan hanyut ke aliran sungai. Selain itu, sejumlah atap warung makan serta tenda usaha milik pedagang juga rusak. Satu pohon dilaporkan tumbang akibat terjangan angin.
Saksi mata, Choirul Huda, mengatakan bahwa angin kencang datang dari arah utara dan berlangsung cukup singkat, namun berdampak besar terhadap bangunan semi permanen di kawasan pasar. “Anginnya kencang banget, sekitar 4 sampai 5 menit. Setelah itu warung tambal ban dan toko stiker roboh, lalu hanyut ke sungai,” ujarnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Ery S Rosidi, menambahkan bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. “Sekitar pukul 13.00 WIB terjadi hujan deras di wilayah Pasar Sidoharjo dan Sukomulyo, Lamongan kota. Dampaknya, enam warung dan satu pohon roboh, serta beberapa warung hanyut ke sungai,” ujar Ery.
Genangan Air di Jakarta Akibat Hujan Deras
Di Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat masih terdapat genangan di sejumlah wilayah akibat hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (22/1/2026) pagi. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Yohan, mengatakan hingga pukul 10.00 WIB, tercatat 1 RT dan 8 ruas jalan masih tergenang.
“Genangan tersebut disebabkan oleh tingginya intensitas hujan,” kata Yohan. Salah satu RT yang terdampak berada di Kelurahan Sukabumi Selatan, Jakarta Barat, dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter. Delapan ruas jalan lainnya tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan, dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter.
Petugas BPBD bersama unsur terkait sudah dikerahkan untuk melakukan penanganan di lapangan. Yohan menambahkan bahwa BPBD DKI Jakarta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan saluran air berfungsi optimal.
Tips untuk Menghadapi Hujan Deras
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan disertai angin kencang. Beberapa tips yang bisa diikuti antara lain:
- Hindari berteduh di bawah pohon atau di bawah bangunan yang tidak kokoh.
- Jaga jarak dari jaringan listrik agar tidak terkena risiko kecelakaan.
- Pastikan saluran air di sekitar rumah berfungsi dengan baik untuk mencegah genangan.
- Jika terjadi banjir, hindari melintasi area yang tergenang karena bisa berbahaya.
Dengan kesadaran dan persiapan yang baik, masyarakat dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh hujan deras. Peringatan dini cuaca serta koordinasi antar instansi menjadi kunci penting dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Penulis : wafaul



















