Perkembangan Terbaru Mengenai Perseteruan Rachel Vennya dan Okin
Rachel Vennya baru-baru ini mengumumkan bahwa ia sedang mencari kontrakan baru di kawasan Jakarta Selatan, wilayah yang dikenal dinamis sekaligus padat. Langkah ini bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga demi kebutuhan adik-adiknya yang harus segera pindah dalam waktu yang sangat terbatas.
Dalam pesan yang disampaikan melalui fitur broadcast, Rachel menyebutkan bahwa Okin akan segera menjual rumah yang sebelumnya menjadi tempat tinggal bersama. Hal ini menunjukkan bahwa situasi yang terjadi tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga pada keluarga kecilnya. Rachel memastikan bahwa orang-orang terdekatnya tetap memiliki ruang yang aman untuk berteduh.
Kepindahan adik-adiknya harus dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas. Rachel mengungkapkan kekhawatirannya melalui pesan singkat di media sosial: “Alooo, aku lagi nyari kontrakan di daerah Jaksel nih karena adik-adikku dikasih waktu pindahan sangat singkat.” Ia juga menyertakan emoji jari tengah, yang diduga sebagai bentuk ekspresi kekesalan atas situasi yang sedang dialaminya.
Rachel secara spesifik mencari rumah kontrakan yang memiliki minimal tiga kamar tidur demi kenyamanan adik-adiknya. Ia pun mencantumkan alamat email bagi siapa saja yang memiliki rekomendasi hunian yang sesuai di wilayah Jakarta Selatan. Pesannya adalah: “Please email [email protected] kalo ada rekomendasi yahh di daerah Jaksel 3 kamar. Thankyou.”
Perseteruan ini merupakan buntut dari polemik kepemilikan rumah yang awalnya diperuntukkan bagi masa depan anak-anak Rachel dan Okin, Xabiru dan Chava. Rachel merasa dirugikan hingga Rp5 miliar karena klaim biaya renovasi besar-besaran yang telah ia gelontorkan untuk rumah tersebut.
Di sisi lain, Okin memberikan klarifikasi tegas untuk membantah tuduhan bahwa dirinya melakukan tindakan secara diam-diam. Ia mengklaim sebenarnya telah memberikan informasi kepada Rachel mengenai agenda pengecekan kondisi rumah oleh pihak lain.
Okin memberi klarifikasi soal kisruh penjualan rumah. Sebelumnya, Okin buka suara terkait tudingan menjual rumah tanpa izin yang sebelumnya disampaikan Rachel Vennya. Isu ini mencuat setelah Rachel mengungkapkan kekecewaannya melalui Instagram pribadinya pada Kamis (2/4/2026). Rumah yang dipermasalahkan disebut-sebut sebagai bagian dari pemenuhan nafkah untuk kedua anak mereka pascacerai pada 16 Februari 2021.
Namun, Okin menilai ada kesalahpahaman dalam narasi yang berkembang di publik. Menanggapi polemik tersebut, Okin menyampaikan klarifikasinya melalui unggahan di Instagramnya @okinpth. Ia menyatakan bahwa rumah itu dibeli dimomen sebelum anak pertama gue lahir dengan harapan rumah tersebut menjadi awal baik bagi keluarga kecil gue, dan anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik didalam rumah itu. Tidak ada sedikitpun terlintas akan terjadi perpisahan.
Ia kemudian mengurai proses panjang yang terjadi setelah perceraian, termasuk soal pembagian harta dan komunikasi yang dinilai tidak berjalan mulus. “Didalam perpisahan tersebut, mengharuskan kami melewati banyak proses diantaranya permintaan uang mut’ah & pembagian harta. Namun disaat gue menanyakan mengenai penukaran aset, yaitu rumah dan tanah bali, ybs memberikan statement yang tidak sesuai dengan omonganya awalnya.”

Ia juga mengaku sempat merasa kecewa atas respons yang diterimanya saat membahas hal tersebut. “Walau awalnya gue belum mau menerima tanah tsb, tapi ada sedikit kekecewaan di diri gue terhadap respon ybs ketika gue kembali menanyakan perihal ini,” lanjutnya.
Okin menegaskan dalam pembagian harta pada 2021, rumah tersebut diputuskan menjadi bagiannya. “2021: dalam pembagian harta tsb, ybs memutuskan rumah tersebut menjadi bagian gue.”
Terkait kewajiban yang sempat tertunda, Okin mengakui adanya kelalaian pada 2023. Ia menjelaskan hal itu dipicu oleh kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan. “2023: terdapat kelalaian dari gue dalam membayarkan kewajiban, karna disaat itu gue sedang menghadapi case dalam bisnis yang sempat membuat gue burned out, sehingga muncullah perhitungan dari ybs sejumlah nominal dan penawaran dibawah.”
Lebih lanjut, Okin mengungkapkan persoalan komunikasi yang memburuk, terutama saat muncul peringatan dari pihak bank. “Karena ada peringatan mengenai pelabelan dari pihak bank dan posisinya rumah itu sudah ditempati oleh keluarga ybs, disinilah titik komunikasi mulai tidak baik. Dimana puncak permasalahan mengenai rumah ini menjadi kemana2. Hal seperti ini yang sebetulnya gue hindari, itu salah satu alasan gue pernah menawarkan untuk mengganti nama,” jelas Okin.
Ia juga menyinggung adanya kesalahpahaman terkait pembayaran KPR di awal 2026. “Di awal tahun 2026, ada kesalahpahaman dalam pembayaran rumah tersebut antara gue dan bank, yang mana gue merasa sudah melakukan pembayaran setiap bulannya. Namun pihak bank mengatakan ada miss yang membuat pihak bank ingin melabeli rumah tersebut,” terangnya.
Menurut Okin, keputusan menjual rumah diambil sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan. “Karna semua masalah ini sudah terlalu panjang dan terlalu jauh, gue memutuskan untuk menjual rumah tsb karna gue merasa banyak timbulnya perselisihan. Dari awal gue sudah menawarkan untuk membalik nama, namun tidak pernah terjadi. Harapan gue, hanya ingin menjalankan hubungan baik demi keberlangsungan hidup anak2 tanpa ada sangkut paut mengenai harta benda. Setelah pembahasan mengenai penjualan rumah, pada hari Selasa kami sudah menemukan titik tengah mengenai rumah tsb.”
Pengakuan Rachel Vennya
Rachel Vennya meluapkan amarah pada Okin yang mendadak menjual rumah anak tanpa izin. Pun Rachel juga membeberkan terkait perjanjian saat bercerai dulu dengan mantan suaminya. “Di awal perjanjian, aku kasih rumah yang dia bilang #rumahuntuk biru, dia cuma punya kewajiban nafkah dan kasih uang mut’ah. Tapi ternyata nggak dikasih, win win solution dia yang kasih itu rumah biar dia nggak nafkahin anak-anak lagi,” jelas Rachel.
Rachel pun setuju dan mengambil alih rumah tersebut dengan merenovasinya. Serta kini ditempati oleh adik-adiknya. “Pas dateng ke rumah udah bobrok pas dia pakai, akhirnya kita renov buat adek-adek.”
Tak disangka kesepakatan tersebut, ternyata hanya berdasarkan kepercayaan satu sama lain saja dan tidak ada catatan hitam di atas putih. Kini Rachel mendapati kabar rumah tersebut mendadak dijual oleh pihak Okin. Bahkan pihak calon pembeli sudah melakukan pengukuran di rumah tersebut.
Tentunya kejadian itu menyulut murka sang selebgram 30 tahun tersebut, Okin dinilai telah melanggar perjanjian saat cerai dulu. “Terus sekarang karena nggak ada hitam di atas putih, mau dia jual notabene adik-adik masih tinggal di sana, tanpa ba bi bu langsung ada orang yang mau ngukur dan mau jual rumahnya yang adik-adik gue nggak tahu harus gimana.”
Kini Rachel merasa dikhianati oleh mantan suaminya tersebut, yang sebelumnya ia merasa bisa terus menjalin hubungan baik demi anak. “Yaudah ambil tuh rumah. Orang yang gue pikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare,” tukasnya.



















