Liverpool Tertahan di Anfield: Raksasa Merah Gagal Taklukkan Burnley
Liverpool harus menelan pil pahit di kandang sendiri. Dalam laga lanjutan pekan ke-22 Premier League musim 2025-2026, The Reds hanya mampu bermain imbang melawan tim promosi, Burnley, di Stadion Anfield. Hasil ini tentu mengecewakan bagi para pendukung Liverpool yang berharap tim kesayangan mereka dapat meraih poin penuh.
Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang pembuktian dominasi Liverpool, justru berjalan alot. Tim asuhan Arne Slot ini sejatinya tampil agresif sejak awal laga. Mereka berhasil unggul lebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh pembelian anyar mereka di awal musim, Florian Wirtz, pada menit ke-42. Gol tersebut sempat disambut sorak sorai publik Anfield yang yakin kemenangan akan berpihak pada tuan rumah.
Namun, keunggulan Liverpool tidak berlangsung lama. Di babak kedua, Burnley yang tampil tanpa beban sebagai tim underdog, berhasil menyamakan kedudukan. Marcus Edwards menjadi pahlawan bagi tim tamu dengan golnya di menit ke-65, yang membuat skor kembali imbang. Gol balasan ini sontak membungkam publik Anfield dan memberikan suntikan moral bagi para pemain Burnley.
Statistik pertandingan menunjukkan betapa dominannya Liverpool dalam penguasaan bola dan jumlah serangan. Pasukan Arne Slot tercatat melepaskan hingga 32 tembakan sepanjang laga, dengan angka expected goals (xG) mencapai 3,18. Namun, dari sekian banyak peluang tersebut, hanya satu yang berhasil berbuah gol. Sisa tembakan lainnya tidak mampu menembus pertahanan kokoh Burnley yang digalang oleh kiper Martin Dubravka.
Sebanyak 20 dari total 32 tembakan tersebut diarahkan langsung ke gawang Burnley. Sayangnya, upaya-upaya para pemain Liverpool selalu dimentahkan oleh ketangguhan kiper asal Slovakia tersebut. Dubravka, yang notabene mantan kiper Newcastle United, tampil gemilang dengan mencatatkan delapan penyelamatan krusial sepanjang pertandingan. Aksinya di bawah mistar gawang Burnley benar-benar menjadi tembok tebal yang sulit ditembus oleh para penyerang Liverpool.
Catatan Buruk Bagi Sang Juara Bertahan
Hasil imbang ini meninggalkan catatan yang tidak diinginkan bagi Liverpool. Mereka kini menjadi juara bertahan Premier League pertama yang gagal meraih kemenangan di kandang sendiri melawan semua tim promosi dalam satu musim. Sebuah rekor yang tentu ingin segera dilupakan oleh Virgil van Dijk dan kawan-kawan.
Sebelum pertandingan melawan Burnley, Liverpool juga sempat kehilangan poin di kandang saat menghadapi tim promosi lainnya. Mereka ditahan imbang oleh Sunderland dengan skor 1-1 dan harus puas berbagi angka dengan Leeds United melalui skor kacamata, 0-0.
Pertandingan melawan Sunderland bahkan nyaris berujung kekalahan bagi Liverpool. Tim tamu hampir saja mencuri kemenangan di menit-menit akhir laga. Wilson Isidor berhasil berlari memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah. Beruntung bagi Liverpool, intervensi brilian Federico Chiesa di garis gawang berhasil menggagalkan peluang emas tersebut dan menyelamatkan muka The Reds dari kekalahan.
Sementara itu, dalam laga pembuka tahun 2026 melawan Leeds United, Liverpool juga menunjukkan performa yang kurang memuaskan. Hugo Ekitike melewatkan kesempatan emas untuk mencetak gol ke gawang yang sudah kosong. Momen tersebut menjadi gambaran betapa sulitnya Liverpool untuk mengkonversi peluang menjadi gol dalam beberapa pertandingan terakhir melawan tim promosi.
Hasil imbang melawan Burnley ini tentu menjadi alarm bagi Liverpool. Mereka perlu segera menemukan solusi untuk meningkatkan ketajaman lini serang dan efektivitas dalam penyelesaian akhir, terutama saat menghadapi tim-tim yang bermain lebih defensif. Perjalanan musim ini masih panjang, dan Liverpool harus segera bangkit dari hasil minor ini jika ingin tetap bersaing di papan atas Premier League.



















