Jeritan Hati Seorang Ibu: Tabungan Rp 700 Juta Ludes, Janji Politik Berujung Petaka
Kehidupan Nunun Lusida kini diliputi duka mendalam. Sebagai seorang ibu tunggal, ia harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit: tabungan senilai Rp 700 juta yang seharusnya menjadi bekal masa tua dan pendidikan anak-anaknya, kini lenyap tak berbekas. Uang tersebut dipinjamkan pada tahun 2024 kepada artis Vicky Prasetyo, namun hingga kini, janji pengembalian tak kunjung terwujud. Ironisnya, di tengah penderitaannya, Nunun justru melihat Vicky hidup bergelimang kemewahan, bahkan dikabarkan membeli rumah miliaran rupiah. Kondisi inilah yang mendorong Nunun Lusida akhirnya angkat bicara dan mengungkap dugaan penipuan yang dialaminya.
Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (16/2/2026), Nunun Lusida, didampingi kuasa hukumnya, James Tambunan, membeberkan kronologis yang membuatnya terjerat dalam situasi yang memilukan ini. Ia mempertanyakan itikad baik Vicky Prasetyo yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pengembalian dana sebesar Rp 700 juta.
Jejak Perkenalan dan Janji Manis yang Menyesatkan
Kisah bermula dari perkenalan Nunun Lusida dengan Vicky Prasetyo yang terjadi melalui perantara suaminya saat itu, yang kini telah berpisah. Pada Januari 2024, Vicky mendatangi kediaman Nunun di Bandung Barat. Menurut penuturan Nunun, ini bukanlah kunjungan pertama. Vicky dilaporkan telah tiga kali mendatangi rumahnya, selalu ditemani oleh sosok bernama Renali, yang diketahui merupakan seorang pegawai di pemerintahan Kabupaten Bandung Barat.
Namun, kunjungan Vicky kali ini tidak sekadar basa-basi. Ia datang dengan membawa serangkaian janji manis yang penuh dengan maksud terselubung. Iming-iming yang ditebar Vicky sangat menggiurkan, terutama bagi suami Nunun yang saat itu masih menjabat sebagai suaminya. Vicky menjanjikan peluang besar bagi suami Nunun untuk terjun ke dunia politik, bahkan disebut-sebut akan dicalonkan sebagai Wakil Bupati Bandung Barat.
Kuasa hukum Nunun, James Tambunan, menjelaskan lebih lanjut bahwa kliennya menyerahkan dana sebesar Rp 700 juta kepada Vicky Prasetyo pada Januari 2024. Penyerahan dana ini dilakukan setelah Nunun benar-benar yakin dengan janji politik yang disampaikan Vicky. “Uang itu diminta dengan janji politik. Klien kami diyakinkan bahwa mantan suaminya akan ditandemkan sebagai calon Wakil Bupati. Selain itu, dijanjikan akan dikembalikan dalam waktu tiga hari,” ungkap James.
Nunun Lusida mengonfirmasi bahwa seluruh dana tersebut ditransfer langsung ke rekening pribadi atas nama Vicky Prasetyo. Ia mengaku terpaksa mengorbankan tabungan masa tuanya dan tabungan pendidikan anaknya demi memenuhi permintaan tersebut.
Tangis Pilu dan Janji yang Tak Terpenuhi
“Karena diyakinkan dan demi mendukung suami saya waktu itu, saya serahkan uang tabungan anak saya. Tapi setelah uang diterima, pencalonan itu tidak pernah terjadi dan uang tidak dikembalikan,” ujar Nunun dengan suara bergetar menahan tangis.
Setelah rencana pencalonan tersebut gagal total, Vicky Prasetyo berulang kali melontarkan janji untuk mengembalikan uang Nunun. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Nunun untuk menagih haknya, namun semua sia-sia. Hingga kini, hampir dua tahun berlalu, janji-janji tersebut tak pernah terealisasi.
Pihak kuasa hukum menilai tindakan Vicky Prasetyo ini memiliki unsur pidana penipuan dan penggelapan. “Kalau bicara hukum, unsur Pasal 372 dan 378 KUHP sudah terpenuhi. Ada janji, ada penyerahan uang, dan ada kerugian nyata yang dialami klien kami,” tegas James Tambunan, menunjukkan keseriusan kasus ini dari perspektif hukum.
Kontras Kehidupan: Kemewahan Vicky vs. Nestapa Nunun
Kekecewaan Nunun Lusida semakin memuncak ketika ia melihat aktivitas Vicky Prasetyo di berbagai platform media sosial. Gaya hidup mewah yang ditampilkan Vicky, termasuk berbagai usahanya yang terlihat berkembang pesat dan kabar pembelian rumah miliaran rupiah, sangat kontras dengan kondisi hidup Nunun yang kini dilanda kesulitan finansial.
“Saya lihat di media sosial, usahanya terlihat maju, membuka bisnis, beli rumah miliaran. Tapi kenapa uang saya tidak dikembalikan?” ujar Nunun dengan nada pilu saat konferensi pers.
Kuasa hukum Nunun, James Tambunan, menambahkan bahwa situasi ini semakin menyakitkan bagi kliennya. Ia menyoroti ketimpangan yang mencolok antara kehidupan korban dan terlapor. “Klien kami ini sampai harus memikirkan biaya hidup sehari-hari. Sementara yang bersangkutan masih aktif tampil di televisi dan menjalankan berbagai usaha,” jelas James.
Kondisi ini juga berdampak buruk pada kehidupan pribadi Nunun. Ia kini harus menjalani hidup sebagai single parent karena rumah tangganya hancur akibat kasus ini. James Tambunan menegaskan bahwa kliennya telah berulang kali berupaya meminta pengembalian dana, bahkan hingga menawarkan skema pembayaran bertahap atau dicicil. Namun, semua upaya tersebut tak pernah mendapat respons positif. “Nomor rekening sudah diminta, tapi tidak ada transfer. Hanya janji-janji saja,” keluhnya.
Laporan Polisi dan Harapan untuk Keadilan
Menghadapi kebuntuan, pihak Nunun Lusida telah mengambil langkah hukum. James Tambunan mengungkapkan bahwa kasus ini telah dilaporkan ke Polres Cimahi sejak tahun 2024. Meskipun bukti transfer, percakapan, dan saksi telah diserahkan, hingga kini belum ada kejelasan mengenai penanganan laporan tersebut. “Sudah dilaporkan, ada bukti transfer, bukti percakapan, dan saksi. Tapi sampai hari ini belum ada kepastian hukum,” ujarnya dengan nada prihatin.
Nunun Lusida hanya berharap uang yang telah dipinjamkan dapat segera dikembalikan. Dana tersebut sangat berarti bagi kelangsungan hidupnya dan anak-anaknya. “Saya cuma minta uang saya dikembalikan. Itu untuk kehidupan saya dan anak-anak,” pungkasnya dengan penuh harap. Ia mendesak Vicky Prasetyo untuk segera menunjukkan itikad baik dan mengembalikan uang yang telah dipinjamkan. Pihaknya bahkan telah memberikan tenggat waktu selama tujuh hari kepada Vicky untuk menyelesaikan persoalan ini.
Respons Vicky Prasetyo: Keheningan di Tengah Polemik
Menanggapi gelaran konferensi pers yang mengungkap dugaan penipuannya, respons Vicky Prasetyo hingga kini masih menjadi tanda tanya. Pihak media masih berupaya keras untuk mendapatkan konfirmasi dan tanggapan langsung dari artis yang kerap dijuluki “sang gladiator” ini.
Namun, pantauan dari media sosialnya menunjukkan bahwa Vicky Prasetyo tetap aktif menjalankan rutinitasnya sebagai seorang artis. Ia terlihat rajin memposting konten promosi produk atau endorse. Bahkan, ia juga terlihat manggung di sebuah kafe bersama anak-anaknya, seolah tak terpengaruh oleh isu yang sedang menerpanya. Keheningan Vicky di tengah isu ini justru semakin menambah pertanyaan di benak publik mengenai kebenaran tuduhan yang dilayangkan oleh Nunun Lusida.



















