Konspirasi Obama, Solusi Dua Negara, dan Skandal Epstein: Sorotan Dunia 7 Februari 2026
Pada Sabtu, 7 Februari 2026, berita global menghadirkan sejumlah peristiwa penting yang menarik perhatian dunia. Dari unggahan video kontroversial yang menyeret nama mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, hingga analisis mendalam mengenai sulitnya mewujudkan solusi damai di Timur Tengah, serta investigasi kepolisian Inggris terkait skandal yang melibatkan tokoh-tokoh ternama. Berikut adalah rangkuman mendalam dari tiga berita utama yang mendominasi tajuk dunia pada hari tersebut.
1. Donald Trump Unggah Video Konspirasi, Keluarga Obama Digambarkan sebagai Monyet
Kontroversi kembali mewarnai lanskap politik Amerika Serikat ketika mantan Presiden Donald Trump mengunggah sebuah video konspirasi pemilu yang dinilai sangat ofensif. Video tersebut menampilkan penggambaran mantan Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, dengan wajah mereka disandingkan pada tubuh monyet. Unggahan di platform media sosial pribadi Trump ini sontak memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan, terutama para tokoh Partai Demokrat.
Video berdurasi sekitar satu menit yang diunggah di platform Truth Social milik Trump ini, menurut laporan, di akhir durasinya menampilkan wajah Barack dan Michelle Obama dalam tubuh monyet selama kurang lebih satu detik. Tindakan ini secara luas dikecam sebagai bentuk rasisme yang tidak dapat diterima, mengingat Barack Obama adalah presiden kulit hitam pertama dan satu-satunya di Amerika Serikat.
Penggambaran semacam ini tidak hanya dianggap merendahkan individu yang bersangkutan, tetapi juga berpotensi memicu kebencian rasial dan memperdalam polarisasi di tengah masyarakat. Para kritikus berpendapat bahwa tindakan Trump ini melampaui batas-batas wacana politik yang sehat dan masuk ke ranah provokasi yang berbahaya.
2. Pakar UGM: Solusi Dua Negara Semakin Sulit, Mendesakkah Indonesia Bergabung dengan Dewan Perdamaian?
Di tengah kompleksitas konflik Israel-Palestina yang tak kunjung usai, seorang pakar terkemuka dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menyuarakan pandangannya mengenai realitas solusi dua negara (two-state solution). Guru Besar Departemen Hubungan Internasional Fisipol UGM, Nur Rachmat Yuliantoro, menilai bahwa solusi yang telah lama diusulkan ini kini semakin sulit untuk diwujudkan secara realistis di lapangan.
Dalam sebuah acara diskusi yang diselenggarakan pada Jumat, 6 Februari 2026, Nur Rachmat menyatakan, “Sebagai realitas politik, saat ini two-state solution hampir mustahil terwujud.” Ia merujuk pada kondisi aktual di lapangan yang menunjukkan fragmentasi wilayah Palestina yang semakin parah dan ekspansi permukiman Israel yang terus berlangsung. Kondisi ini, menurutnya, menjadikan gagasan solusi dua negara lebih sering terdengar sebagai retorika diplomatik ketimbang sebuah kemungkinan yang dapat dicapai.
Mengingat sulitnya realisasi solusi dua negara, Nur Rachmat juga mempertanyakan urgensi dan urgensi Indonesia untuk bergabung dalam sebuah forum yang disebut sebagai Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Ia berpendapat bahwa sebelum mengambil langkah besar seperti bergabung dengan dewan internasional tersebut, penting untuk mengevaluasi kembali efektivitas dan relevansi solusi yang ada, serta memastikan bahwa partisipasi Indonesia akan memberikan kontribusi yang berarti bagi perdamaian di kawasan tersebut. Pertanyaan ini membuka diskusi mengenai strategi diplomasi Indonesia dalam menangani isu-isu perdamaian global yang kompleks.
3. Skandal Jeffrey Epstein: Polisi Inggris Geledah Properti Mantan Duta Besar Inggris untuk AS
Investigasi yang berkaitan dengan skandal pelecehan seksual yang melibatkan mendiang Jeffrey Epstein kini merembet ke Inggris, menyasar seorang mantan diplomat tinggi. Kepolisian Inggris dilaporkan telah menggeledah dua properti yang terkait dengan Peter Mandelson, mantan duta besar Inggris untuk Amerika Serikat. Penggeledahan ini dilakukan pada Jumat, menyusul adanya pengungkapan baru dalam berkas-berkas yang berkaitan dengan kasus Epstein.
Langkah hukum ini datang di tengah pengawasan ketat yang dihadapi oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Pengawasan tersebut terkait dengan keputusannya untuk menunjuk Mandelson, yang kini berusia 72 tahun, sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat. Keputusan ini menjadi sorotan karena diduga diambil meskipun Starmer mengetahui adanya keterkaitan Mandelson dengan Jeffrey Epstein, seorang terpidana pelaku kejahatan seksual di Amerika Serikat yang meninggal dunia di penjara.
Awal pekan ini, Kepolisian Metropolitan London secara resmi mengkonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan terhadap Peter Mandelson. Penyelidikan ini fokus pada tuduhan pelanggaran dalam jabatan publik yang diduga dilakukan olehnya. Penggeledahan properti ini merupakan bagian dari upaya polisi untuk mengumpulkan bukti dan mendalami lebih lanjut dugaan keterlibatan Mandelson dalam jaringan Epstein, yang telah menggemparkan dunia dan mengungkap sisi gelap dari kalangan elit global. Kasus ini terus berkembang dan menarik perhatian publik internasional terhadap isu-isu transparansi dan akuntabilitas di kalangan pejabat publik.



















