No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Edukatif

Pakar ITB: Longsor Cisarua, Abaikan Tanda Alam?

Rizki by Rizki
29 Januari 2026 - 02:17
in Edukatif
0

BANDUNG – Bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap tanda-tanda alam. Dr. Eng. Imam Ahmad Sadisun, pakar geologi longsoran dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menekankan hal ini dan menyoroti indikator-indikator penting yang seringkali terabaikan.

Salah satu indikator krusial yang sering diabaikan adalah menyusut atau bahkan hilangnya aliran sungai secara tiba-tiba saat hujan masih berlangsung. Fenomena ini dapat mengindikasikan adanya sumbatan atau pembendungan di bagian hulu sungai.

“Jika sungai yang biasanya mengalir tiba-tiba surut saat hujan lebat, masyarakat harus sangat waspada dan segera menjauh dari alur sungai,” tegas Dr. Imam, Senin (26/1/2026). Perubahan drastis dalam aliran sungai ini adalah sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Melalui kejadian longsor di Pasir Kuning, Dr. Imam berharap agar pemahaman masyarakat tentang bahaya longsor tidak lagi terbatas pada runtuhnya lereng secara visual. Bahaya longsor juga mencakup risiko aliran yang membawa sedimen, lumpur, atau debris dari hulu, yang seringkali terjadi tanpa tanda-tanda visual yang jelas di area permukiman.

Potensi Bahaya Susulan

Dr. Imam juga memperingatkan tentang potensi bahaya susulan yang mungkin terjadi setelah longsor pertama. Indikasi adanya sumbatan di bagian hulu sungai masih ditemukan, yang berarti risiko belum sepenuhnya hilang.

Apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, sumbatan tersebut berpotensi jebol kembali dan memicu aliran lumpur susulan yang sangat membahayakan wilayah hilir. Masyarakat yang tinggal di dekat sungai harus selalu waspada, terutama saat hujan deras.

Dr. Imam menekankan bahwa tinggal di kawasan sempadan sungai memiliki tingkat risiko tinggi terhadap aliran lumpur dan aliran debris, meskipun sebagian besar area terdampak diklasifikasikan sebagai wilayah kerentanan longsor rendah hingga menengah. Bahaya tidak selalu datang dari lereng tempat rumah berada, tetapi bisa berasal dari sistem aliran yang terhubung langsung dengan lereng terjal di bagian hulunya.

Peran Penting Vegetasi

Dr. Imam juga menyoroti pentingnya peran vegetasi dalam menjaga stabilitas lereng. Vegetasi tidak hanya berfungsi secara mekanik melalui perakaran yang meningkatkan kohesivitas tanah, tetapi juga berperan secara hidrologis dengan memperlambat kejenuhan tanah oleh air hujan.

Baca Juga  10 Hal Dulu Gratis, Kini Berbayar

Akar pohon dan tumbuhan lainnya membantu mengikat partikel tanah, sehingga mengurangi risiko erosi dan longsor. Selain itu, vegetasi membantu menyerap air hujan, mengurangi jumlah air yang meresap ke dalam tanah dan memicu longsor.

Mitigasi Berbasis Ilmu Pengetahuan

Dalam menghadapi ancaman aliran lumpur dan debris, Dr. Imam mengusulkan tiga pendekatan mitigasi utama yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

  1. Stabilisasi Lereng di Hulu:

    Langkah pertama dan terpenting adalah menstabilkan lereng di bagian hulu yang berpotensi menjadi sumber longsoran. Stabilisasi ini dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti:

    • Terasering: Membuat teras-teras pada lereng untuk mengurangi kemiringan dan memperlambat aliran air.
    • Penanaman Vegetasi: Menanam pohon dan tumbuhan yang memiliki sistem perakaran kuat untuk mengikat tanah.
    • Konstruksi Penahan: Membangun dinding penahan atau struktur lainnya untuk menahan tanah dan mencegah longsor.
  2. Pemantauan Jalur Aliran:

    Pemantauan jalur aliran menggunakan teknologi canggih sangat penting untuk deteksi dini potensi bahaya. Teknologi yang dapat digunakan meliputi:

    • Sensor Getaran (Geofon): Mendeteksi getaran tanah yang dapat mengindikasikan pergerakan tanah dan potensi longsor.
    • Kamera Pemantau: Memantau kondisi jalur aliran secara visual dan mendeteksi perubahan yang mencurigakan.
    • Sistem Peringatan Dini: Mengintegrasikan data dari sensor dan kamera untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika terdeteksi potensi bahaya.
  3. Perlindungan di Jalur Aliran dan Hilir:

    Perlindungan di bagian jalur aliran hingga hilir dapat dilakukan dengan membangun struktur yang dirancang untuk mengendalikan aliran lumpur dan debris. Beberapa struktur yang dapat digunakan meliputi:

    • Debris Flow Barrier (Penghalang Aliran Lumpur): Struktur yang dirancang untuk menahan aliran lumpur dan debris, sehingga mengurangi dampak kerusakan di wilayah hilir.
    • Deflection Wall (Tanggul Pengelak): Struktur yang dirancang untuk mengarahkan aliran lumpur dan debris menjauhi area permukiman.
    • Debris Fence (Pagar Pemecah Aliran): Pagar yang dirancang untuk memecah aliran lumpur dan debris, sehingga mengurangi kecepatan dan daya rusaknya.
    • Debris Flow Catch Basin (Cekungan Penampung Aliran): Cekungan yang dirancang untuk menampung aliran lumpur dan debris, sehingga mencegahnya mencapai area permukiman.
Baca Juga  Ramalan Zodiak 10 Februari 2026: Gemini & Cancer, Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Dr. Imam menekankan bahwa material sedimen yang terbawa aliran adalah yang paling merusak, bukan airnya. Oleh karena itu, sistem mitigasi perlu difokuskan pada pengendalian sedimen. Dengan menerapkan pendekatan mitigasi yang komprehensif dan berbasis ilmu pengetahuan, diharapkan risiko bencana longsor dan dampaknya dapat diminimalkan.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pentingnya Pelestarian Ekosistem Laut dalam Konservasi Lautan
berita

Pentingnya Pelestarian Ekosistem Laut dalam Konservasi Lautan

17 April 2026 - 13:56
Aplikasi Ini Sedang Banyak Digunakan, Ini Fungsinya dan Manfaatnya
Edukatif

Aplikasi Ini Sedang Banyak Digunakan, Ini Fungsinya dan Manfaatnya

15 April 2026 - 23:29
Pengertian dan Fungsi Utama Marine Engineering: Mesin Kapal, Sistem Navigasi, dan Propulsi
Edukatif

Pengertian dan Fungsi Utama Marine Engineering: Mesin Kapal, Sistem Navigasi, dan Propulsi

15 April 2026 - 21:40
Fitur Baru Dirilis, Begini Cara Kerjanya dan Manfaatnya
Edukatif

Fitur Baru Dirilis, Begini Cara Kerjanya dan Manfaatnya

15 April 2026 - 21:26
Hal Sederhana Ini Ternyata Berdampak Besar: Perubahan Kecil yang Bisa Membuat Perbedaan Besar
Edukatif

Hal Sederhana Ini Ternyata Berdampak Besar: Perubahan Kecil yang Bisa Membuat Perbedaan Besar

15 April 2026 - 19:54
Kebiasaan Ini Mulai Banyak Diterapkan, Ini Alasannya
Edukatif

Kebiasaan Ini Mulai Banyak Diterapkan, Ini Alasannya

15 April 2026 - 16:20
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Review Lengkap Redmi Note 14 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

18 April 2026 - 06:29
Kepulauan Belitung: Pesona Pantai Pasir Putih dan Formasi Batu Granit Raksasa yang Menarik Wisatawan

Kepulauan Belitung: Pesona Pantai Pasir Putih dan Formasi Batu Granit Raksasa yang Menarik Wisatawan

18 April 2026 - 02:05
Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Hadiri Pembukaan Kejurprov Domino, Dorong Prestasi Atlet ke Kejurnas

Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Hadiri Pembukaan Kejurprov Domino, Dorong Prestasi Atlet ke Kejurnas

18 April 2026 - 01:00
Jika Ingin Ubah Hidup, Tinggalkan 7 Keyakinan yang Membatasi Ini

Spesifikasi dan Harga Terbaru Redmi Note 15: Apa yang Perlu Diketahui?

18 April 2026 - 00:06
Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dikubur? Ini Jawabannya!

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dikubur? Ini Jawabannya!

17 April 2026 - 23:59

Pilihan Redaksi

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

18 April 2026 - 06:29
Kepulauan Belitung: Pesona Pantai Pasir Putih dan Formasi Batu Granit Raksasa yang Menarik Wisatawan

Kepulauan Belitung: Pesona Pantai Pasir Putih dan Formasi Batu Granit Raksasa yang Menarik Wisatawan

18 April 2026 - 02:05
Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Hadiri Pembukaan Kejurprov Domino, Dorong Prestasi Atlet ke Kejurnas

Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Hadiri Pembukaan Kejurprov Domino, Dorong Prestasi Atlet ke Kejurnas

18 April 2026 - 01:00
Jika Ingin Ubah Hidup, Tinggalkan 7 Keyakinan yang Membatasi Ini

Spesifikasi dan Harga Terbaru Redmi Note 15: Apa yang Perlu Diketahui?

18 April 2026 - 00:06
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.