Pelindo Tanjungpandan Tingkatkan Keselamatan Kerja: Evaluasi K3 dan Kolaborasi dengan Insan Maritim
Tanjungpandan, Belitung – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjungpandan, pada Rabu, 4 Februari 2026, menggelar pertemuan penting yang melibatkan seluruh elemen insan maritim di Pelabuhan Tanjungpandan. Acara ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh area pelabuhan.
Langkah proaktif ini merupakan pengingat krusial akan pentingnya K3 dalam setiap aktivitas operasional. Mengingat pengalaman pahit di tahun 2025 yang diwarnai oleh beberapa insiden, Pelindo Regional 2 Tanjungpandan menegaskan komitmennya untuk menjadikan K3 sebagai prioritas utama di masa mendatang.
“Kami bertekad untuk mendorong penerapan K3 yang lebih profesional di masa depan, karena ini adalah aspek yang sangat vital. Kami berharap tahun 2026 ini akan menjadi tonggak peningkatan kualitas penerapan K3,” ujar Manager Pelindo 2 Tanjungpandan, Andi Oktavian Dwi Cahyono.
Andi Oktavian menjelaskan bahwa upaya peningkatan K3 akan menyentuh setiap lini operasional Pelindo Tanjungpandan. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi erat dengan seluruh insan maritim yang beraktivitas di pelabuhan, termasuk Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).
“Melihat adanya catatan perbaikan dari tahun sebelumnya, kami mengajak semua pihak untuk lebih profesional. Profesionalisme ini mencakup berbagai aspek, salah satunya adalah kewajiban memiliki sertifikasi yang relevan,” tegas Andi Oktavian.
Peran TKBM, menurutnya, sangatlah sentral dalam implementasi K3. Hal ini dikarenakan mereka adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan berbagai aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pelindo 2 Tanjungpandan.
“Selain TKBM, elemen-elemen lain juga tidak kalah penting. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai K3 dan penerapannya di lapangan harus menjadi prioritas. Kami juga akan terus mengembangkan inovasi di pelabuhan, salah satunya dengan implementasi sistem tiket elektronik di pintu masuk pelabuhan,” tambahnya.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan di kafe Sejadi Tanjungpandan ini, Pelindo 2 Tanjungpandan tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi juga memberikan paparan komprehensif mengenai praktik K3 yang baik, alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan, serta identifikasi potensi bahaya yang mungkin timbul di area pelabuhan.
Acara yang dikemas dalam format “Bincang Sehat & Safety Talk” ini dinilai sangat strategis untuk memastikan seluruh aktivitas di Pelabuhan Pelindo Tanjungpandan dapat berjalan lancar dan aman.
Dukungan Penuh dari KSOP Tanjungpandan
Pihak Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan menyambut baik inisiatif Pelindo Regional 2 Tanjungpandan. Hengki, yang mewakili Kepala KSOP Kelas IV Tanjungpandan, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan K3.
“Ini adalah langkah yang sangat baik, terlebih lagi jika berbicara mengenai keselamatan, yang memang seharusnya menjadi prioritas utama. Kami dari KSOP sangat mendukung penuh kegiatan ini,” ujar Hengki.
Menurutnya, penerapan K3 yang baik dan benar akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap efektivitas dan efisiensi operasional pelabuhan di masa mendatang.
“Kami berharap kepada seluruh TKBM untuk senantiasa menjaga ketertiban dan kedisiplinan dalam bekerja demi mewujudkan peningkatan keselamatan pelabuhan ke depannya,” tutup Hengki.
Aspek Kunci dalam Peningkatan K3 di Pelabuhan:
Untuk mencapai tujuan peningkatan K3 yang optimal, beberapa aspek krusial perlu menjadi perhatian utama:
Pelatihan dan Sertifikasi:
- Memastikan seluruh tenaga kerja, terutama TKBM, memiliki pelatihan K3 yang memadai dan sertifikasi yang relevan.
- Pelatihan harus mencakup identifikasi bahaya, penggunaan APD, prosedur tanggap darurat, dan praktik kerja aman.
- Penyediaan program sertifikasi yang terjangkau dan mudah diakses bagi para pekerja.
Infrastruktur dan Peralatan:
- Penyediaan dan pemeliharaan rutin alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar.
- Investasi pada peralatan kerja yang modern dan aman untuk mengurangi risiko kecelakaan.
- Peninjauan dan perbaikan berkelanjutan terhadap kondisi infrastruktur pelabuhan agar senantiasa memenuhi standar keselamatan.
Budaya Keselamatan:
- Membangun budaya di mana setiap individu merasa bertanggung jawab atas keselamatan diri sendiri dan rekan kerja.
- Mendorong pelaporan insiden sekecil apapun tanpa rasa takut akan sanksi, untuk pembelajaran dan perbaikan.
- Melibatkan seluruh tingkatan manajemen dalam mempromosikan dan menegakkan standar K3.
Teknologi dan Inovasi:
- Pemanfaatan teknologi seperti sistem e-tiket untuk meningkatkan efisiensi dan kontrol akses, yang secara tidak langsung berkontribusi pada keselamatan.
- Eksplorasi solusi teknologi lain yang dapat meminimalkan risiko, seperti sistem pemantauan otomatis atau penggunaan drone untuk inspeksi area berbahaya.
Kolaborasi dan Komunikasi:
- Menjalin komunikasi yang terbuka dan efektif antara Pelindo, KSOP, perusahaan pelayaran, dan seluruh elemen insan maritim.
- Mengadakan forum diskusi rutin untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi terkait K3.
- Membangun kemitraan strategis dengan lembaga pelatihan dan penyedia layanan K3.
Dengan fokus pada aspek-aspek ini, Pelindo Regional 2 Tanjungpandan berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif, demi kemajuan industri maritim di Belitung.




