Kekalahan dari Arema FC Mengakhiri Tren Positif Persis Solo
Persis Solo mengalami kekalahan 0-2 dari Arema FC dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (18/4/2026). Kekalahan ini menjadi titik balik bagi tim asuhan Milomir Seslija, yang sebelumnya berhasil menjaga tren tak terkalahkan selama delapan laga. Kekalahan ini juga membuat Persis Solo kembali masuk ke zona degradasi Super League 2025/2026.
Dua gol yang dicetak oleh Gabriel Silva memastikan kemenangan Arema FC dan sekaligus mengakhiri harapan Persis Solo untuk terus bertahan di papan atas. Hasil ini sangat berdampak pada posisi klasemen, di mana Persis turun ke peringkat ke-16 dengan total 24 poin. Mereka kini tertinggal satu poin dari Persijap Jepara di posisi ke-15 dan dua poin dari Madura United di peringkat ke-14.
Kondisi ini semakin memperburuk situasi Persis Solo, mengingat jarak poin yang sempit antara mereka dan tim-tim di bawah. Di sisi lain, Madura United berhasil keluar dari zona degradasi setelah meraih kemenangan atas Persebaya Surabaya dengan skor 2-1. Tim asuhan pelatih Bambang Nurdiansyah kini memiliki 26 poin, yang memberi sedikit ruang bagi Persis untuk bangkit.
Persaingan Ketat di Papan Bawah
Di bagian bawah klasemen, persaingan semakin ketat. PSBS Biak masih menjadi tim terbawah dengan hanya 18 poin, dan kemungkinan besar akan menjadi tim pertama yang terdegradasi musim ini jika tidak segera menunjukkan peningkatan performa.
Sementara itu, Persis Solo harus bersaing dengan beberapa tim lainnya untuk tetap bertahan di liga. Dengan enam laga tersisa, setiap poin menjadi sangat penting. Pelatih Milomir Seslija mengakui bahwa kekalahan dari Arema FC menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya.
“Hasil pertandingan ini harus kami analisa untuk menatap laga selanjutnya. Para pemain harus memiliki konsistensi dalam penampilan untuk tetap berada di liga ini,” ujarnya.
Enam Laga Penentuan Nasib
Persis Solo masih memiliki enam pertandingan tersisa yang akan menentukan nasib mereka di kompetisi musim ini. Lawan-lawan yang akan dihadapi tidak mudah, termasuk Bhayangkara Presisi Lampung, Persija Jakarta, Malut United, Persebaya Surabaya, Dewa United, dan Persita Tangerang.
Jadwal yang tersisa menunjukkan bahwa perjuangan Persis Solo akan sangat berat. Setiap lawan memiliki ambisi masing-masing untuk menjaga posisi terbaik di akhir musim. Kekalahan dari Arema FC menjadi tanda bahwa konsistensi akan menjadi faktor penentu.
Jika tidak segera bangkit, bukan tidak mungkin Persis Solo harus menerima kenyataan pahit untuk turun kasta di akhir musim. Dengan situasi yang semakin ketat, enam pertandingan ke depan akan menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa di kompetisi musim ini.



















