Penangkapan Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS: Dari Pencurian di Rumah Eks Anggota DPRD Hingga Pengungkapan Kasus Mengerikan
Penangkapan seorang pria berinisial HA (30) pada Jumat, 2 Januari 2026, menandai titik terang dalam kasus pembunuhan sadis terhadap MAHM (9), anak dari politikus PKS di Cilegon, Banten, yang terjadi pada 16 Desember 2025. Pelaku yang selama ini buron, akhirnya berhasil diringkus oleh pihak kepolisian di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon. Penangkapan ini bukan hanya mengungkap pelaku pembunuhan, tetapi juga mengungkap sisi lain dari kejahatannya yang ternyata berawal dari upaya pencurian di rumah seorang mantan anggota DPRD Kota Cilegon.
Kronologi Penangkapan yang Tak Terduga
Penangkapan HA bermula dari sebuah insiden pencurian yang terjadi di kediaman Roisyudin Sayuri, mantan anggota DPRD Kota Cilegon. Pada hari Jumat, setelah salat Jumat, asisten rumah tangga (ART) di rumah tersebut memergoki seorang pria tak dikenal masuk ke dalam rumah. Dede Rohana, salah seorang kerabat pemilik rumah, menceritakan bahwa ART tersebut berusaha melarikan diri sambil berteriak meminta pertolongan. Saat berusaha kabur, ART tersebut melihat pelaku membawa sebuah senjata api, yang belakangan diketahui adalah pistol mainan.
Keluarga pemilik rumah tersebut memang sedang tidak berada di kediaman mereka. “Jumat, Sabtu, Minggu rumah itu sepi, ditinggalin karena biasanya liburan itu di rumah yang di BSD (Bumi Serpong Damai),” ujar Dede Rohana. Kondisi rumah yang kosong ini dimanfaatkan oleh HA untuk melakukan aksinya.
Ketika pelaku berusaha melarikan diri setelah aksinya dipergoki, ia terjatuh dari tangga dan mengalami luka. Kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh ART untuk keluar dari rumah dan segera meminta bantuan warga sekitar. ART tersebut kemudian segera menghubungi pemilik rumah yang saat itu berada di Tangerang Selatan. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada petugas keamanan dan pihak kepolisian.
“Tapi, orang itu terjebak di dalam enggak berani keluar. Jadi, kita enggak berani nangkap karena bawa pistol tapi ternyata pistol mainan,” tambah Dede Rohana. Pelaku sempat bersembunyi di bawah mobil yang terparkir di garasi rumah sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Tak lama setelah laporan diterima, aparat kepolisian segera tiba di lokasi dan membawa HA untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Cilegon.
Identitas Pelaku dan Keterkaitan dengan Kasus Pembunuhan
Dalam proses penangkapan ini, pihak keluarga Roisyudin Sayuri awalnya tidak mengetahui bahwa pria yang mereka tangkap adalah pelaku pembunuhan anak politikus PKS Cilegon. Identitas HA sebagai pelaku pembunuhan baru terungkap setelah pihak kepolisian melakukan pemeriksaan dan mencocokkan ciri-ciri pelaku yang terekam oleh kamera pengintai (CCTV) di rumah Roisyudin dengan deskripsi pelaku pembunuhan.
Lebih lanjut, terungkap bahwa HA ternyata juga sempat berusaha membawa kabur perhiasan dari rumah Roisyudin pada Minggu, 28 Desember 2025. Namun, aksi pencurian tersebut gagal karena pelaku kepergok oleh warga. “Kita tidak tahu awalnya ada kaitannya sama kasus pembunuhan di BBS (rumah politikus PKS). Kita baru tahu semalam bahwa pelaku spesialis rumah mewah, rumah kosong,” ungkap Dede Rohana. Ia menambahkan bahwa brankas di rumah tersebut sudah sempat dibawa keluar kamar, namun tidak berhasil dibawa kabur.
Dalam sebuah video yang sempat viral, HA terlihat berhasil dibekuk dan kemudian digotong oleh warga serta polisi untuk diamankan. Saat ini, HA telah berada di bawah pengawasan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polres Cilegon.
Perbedaan Rekaman CCTV dan Kondisi Korban
Menariknya, aksi HA di rumah Maman Suherman, politikus PKS yang menjadi korban pembunuhan anaknya, tidak terekam oleh CCTV. Hal ini berbeda dengan kejadian di kediaman Roisyudin Sayuri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kamera CCTV di rumah Maman Suherman diduga dirusak oleh pelaku. Kerusakan pada sistem CCTV inilah yang menyebabkan tidak adanya rekaman visual saat kejadian tragis tersebut berlangsung.
Saat peristiwa pembunuhan terjadi, MAHM (9) ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Ia ditemukan tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Kehilangan MAHM menjadi duka mendalam bagi keluarga dan juga masyarakat Cilegon, terlebih setelah terungkapnya kronologi penangkapan pelaku yang ternyata berawal dari upaya pencurian yang berujung pada terungkapnya kasus pembunuhan berdarah dingin.
Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap keamanan rumah, terutama saat rumah dalam kondisi kosong. Selain itu, pengungkapan pelaku yang ternyata memiliki rekam jejak kejahatan lain, menunjukkan bahwa penegakan hukum yang efektif dan kerja sama masyarakat sangat krusial dalam memberantas tindak kriminalitas. Pihak kepolisian terus mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus-kasus lain yang serupa.


