Di tengah fluktuasi ekonomi yang terus berlangsung, pemerintah Indonesia menunjukkan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga pangan. Hal ini menjadi prioritas utama karena bahan pokok seperti beras dan bawang merah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Berbagai strategi telah diambil untuk memastikan ketersediaan dan harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pendekatan Kebijakan untuk Stabilisasi Harga
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk menstabilkan harga bahan pokok. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggelar operasi pasar di berbagai wilayah. Operasi pasar ini bertujuan untuk menjaga harga beras agar tetap stabil, terutama menjelang momen penting seperti Idul Adha 2024. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kenaikan harga yang tidak terduga.
Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan dana bergulir kepada koperasi-koperasi yang bergerak dalam sektor pertanian. Contohnya, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh program hilirisasi komoditas pangan dari koperasi sektor riil. Dalam hal ini, LPDB-KUMKM memberikan dana sebesar Rp1,08 miliar kepada KPUD Wanasari untuk meningkatkan nilai tambah komoditas bawang merah menjadi produk turunan seperti bawang goreng, bawang crispy, pasta bawang, dan tepung bawang.
Pengembangan Produk Turunan Bawang Merah
Ketua KPUD Wanasari Jauhari mengapresiasi dukungan pemerintah dalam upaya optimalisasi hasil produk pertanian bawang merah. Saat ini, pihaknya sedang mengupayakan untuk menciptakan produk turunan bawang merah dalam bentuk tepung. Hasil uji coba produksi tepung bawang merah menunjukkan bahwa permintaan dari luar negeri, terutama Uni Eropa, sangat besar. Namun, kendala utamanya adalah peralatan produksi yang masih kurang memadai.
Jauhari menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan bantuan dari pemerintah terutama dalam hal kebijakan yang mendukung, seperti kebijakan pupuk murah dan kebijakan pemasaran. Selain itu, mereka juga membutuhkan mesin khusus untuk pembuatan tepung bawang karena Uni Eropa saat ini lebih menginginkan bawang dalam bentuk tepung.
Operasi Pasar sebagai Strategi Utama
Operasi pasar menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menstabilkan harga beras. Presiden Joko Widodo memberi instruksi untuk mengadakan operasi pasar, baik di tingkat ritel maupun pedagang besar (grosir), agar harga beras di tingkat konsumen turun. Dalam operasi pasar, beras dijual dengan harga hanya Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram, yang jauh lebih rendah dari harga pasar biasa.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa operasi pasar dilakukan guna menjaga Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP), khususnya komoditas beras. Ia menekankan bahwa operasi pasar penting dilakukan untuk menjamin harga beras Bulog di harga Rp11.000/kg. Selain itu, pemerintah juga mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras sebesar 10 kg kepada 21,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Impor Beras untuk Menjaga Ketersediaan
Untuk menekan kenaikan harga beras, pemerintah juga membuka keran impor beras. Perum Bulog ditugaskan untuk mengimpor beras sebanyak 2 juta ton sampai akhir tahun 2023. Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyatakan bahwa realisasi impor beras yang sudah dikuasai Bulog adalah sebanyak 1,6 juta ton, dan sisanya 400 ribu ton ada yang masih dalam perjalanan dan ada juga sebagian yang sudah masuk ke daerah atau wilayah di seluruh Indonesia.
Distribusi beras impor dilakukan secara merata ke berbagai wilayah, termasuk ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. Misalnya, beras impor dikirim langsung ke Papua dari Thailand. Bulog menargetkan seluruh beras impor 2 juta ton itu seluruhnya akan masuk ke Indonesia pada akhir November atau paling lambat awal Desember 2023.
Penambahan Persediaan dan Pemantauan Harga
Selain operasi pasar dan impor beras, pemerintah juga melakukan penambahan persediaan cadangan beras. Saat ini, stok cadangan beras pemerintah sebanyak 1,6 juta ton dan akan bertambah. Presiden Jokowi menargetkan stok cadangan beras pemerintah bisa mencapai 3 juta ton. Dengan demikian, stok beras akan selalu mencukupi untuk seluruh rakyat Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga melakukan pemantauan harga beras di berbagai daerah. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengecek harga beras dan ketersediaan stok beras di beberapa daerah seperti Makassar, Papua, Lampung, Jambi, dan Solo. Pemerintah pusat bekerja sama dengan Bupati, Gubernur, Bulog, dan Bapanas untuk menstabilkan harga beras.
Dengan berbagai strategi yang telah diambil, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga pangan. Langkah-langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga harga, tetapi juga untuk memastikan ketersediaan bahan pokok yang cukup bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, rakyat kecil dapat tetap membeli bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Penulis : wafaul



















