Perang Iran-Israel Guncang Rupiah ke Rp16.970

Diposting pada

Rupiah Tertekan Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah, Menjelang Libur Panjang Investor Bersikap Waspada

Pada pembukaan perdagangan Senin, 16 Maret 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan. Mata uang Garuda tercatat melemah 12 poin atau setara 0,07 persen, diperdagangkan di level Rp 16.970 per dolar AS. Posisi ini merupakan kelanjutan dari penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp 16.958 per dolar AS.

Faktor Geopolitik Menggerus Sentimen Pasar

Pelemahan rupiah ini dinilai sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian yang terus berlanjut terkait konflik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel. Eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan tersebut telah memicu kekhawatiran di pasar keuangan global, yang secara langsung menekan sentimen risiko dan berdampak pada pergerakan mata uang, termasuk rupiah.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah meningkatkan skala serangan terhadap Iran ke level yang melebihi perkiraan sebelumnya. Pentagon dilaporkan telah mengerahkan unit ekspedisi marinir ke wilayah tersebut, menandakan potensi peningkatan konflik yang lebih serius.

Dampak Kenaikan Harga Minyak dan Penguatan Dolar AS

Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah secara tidak terhindarkan juga memicu kenaikan harga minyak dunia. Lonjakan harga komoditas energi ini secara tradisional mendorong penguatan dolar Amerika Serikat, mengingat dolar AS seringkali dianggap sebagai aset safe haven di saat-saat ketidakpastian global. Sebagai ilustrasi, pada Jumat, 13 Maret, harga minyak Brent tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 2,67 persen, mencapai US$103,14 per barel.

Data Ekonomi AS Memberikan Sedikit Jeda

Namun demikian, penguatan dolar AS sempat tertahan oleh rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat untuk kuartal IV tahun 2025. Data yang dirilis secara mengejutkan direvisi turun menjadi 0,7 persen secara quarter on quarter (qoq), dari estimasi awal sebesar 1,4 persen qoq. Revisi turun ini mengindikasikan adanya tanda-tanda pelemahan pada kondisi ekonomi AS, yang berpotensi mengurangi daya tarik dolar AS.

Selain itu, indikator inflasi pilihan Federal Reserve (The Fed), yaitu PCE Price Index, menunjukkan sedikit penurunan menjadi 2,8 persen secara year on year (yoy) pada Januari 2026, turun dari 2,9 persen yoy pada bulan sebelumnya. Sementara itu, Core PCE Price Index mengalami kenaikan tipis menjadi 3,1 persen yoy, naik dari 3,0 persen yoy. Pergerakan data inflasi ini menjadi perhatian penting bagi pasar dalam memprediksi langkah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Menjelang Libur Panjang

Menatap perdagangan di hari-hari mendatang, rupiah diperkirakan akan terus bergerak dalam rentang yang cukup lebar, yaitu antara Rp 16.900 hingga Rp 17.050 per dolar AS. Proyeksi ini didasarkan pada beberapa faktor kunci:

  • Ketegangan Geopolitik yang Berkelanjutan: Belum adanya indikasi meredanya ketegangan di Timur Tengah akan terus memberikan tekanan pada sentimen pasar dan berpotensi memicu volatilitas.
  • Sikap Wait-and-See Investor: Menjelang periode libur panjang yang akan dimulai pada Rabu pekan ini di Indonesia, para investor cenderung mengambil sikap hati-hati atau wait-and-see. Mereka akan mencermati perkembangan situasi terkini sebelum membuat keputusan investasi yang signifikan. Sikap ini dapat mengurangi volume perdagangan dan meningkatkan potensi pergerakan harga yang lebih tajam.
  • Perkembangan Data Ekonomi Domestik dan Global: Perhatian juga akan tertuju pada rilis data-data ekonomi penting lainnya, baik dari dalam negeri maupun dari negara-negara mitra dagang utama, yang dapat memengaruhi persepsi risiko dan prospek pertumbuhan ekonomi.

Para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah serta data-data ekonomi yang akan dirilis. Ketidakpastian yang ada menciptakan tantangan tersendiri bagi stabilitas nilai tukar rupiah, sementara momentum libur panjang berpotensi menambah dinamika pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan