Persebaya Surabaya berhasil mengakhiri tahun 2025 dengan kemenangan meyakinkan, sebuah momentum yang diharapkan dapat membawa semangat baru bagi tim berjuluk Green Force. Pertandingan pekan ke-8 yang tertunda melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 28 Desember 2025, berakhir dengan skor telak 4-0 untuk keunggulan Persebaya. Kemenangan ini tidak hanya menutup kalender pertandingan 2025 dengan poin penuh, tetapi juga memberikan dorongan moral yang signifikan bagi tim yang beberapa pekan terakhir mengalami tren hasil imbang.
Sejak peluit dibunyikan, Persebaya Surabaya langsung mengambil kendali permainan. Inisiatif menyerang yang agresif terus dilancarkan ke lini pertahanan Persijap tanpa memberikan celah. Dominasi ini membuahkan hasil manis di babak pertama. Bruno Moreira sukses membuka keunggulan melalui tendangan penalti yang dieksekusi dengan dingin setelah timnya mendapatkan hadiah pelanggaran di dalam kotak terlarang. Tak lama berselang, bek asing Leo Lelis menggandakan keunggulan Persebaya melalui sundulan terukur yang tak mampu dijangkau oleh penjaga gawang lawan.
Memasuki paruh kedua, semangat juang Persebaya tidak sedikit pun mengendur. Intensitas permainan tetap terjaga, dan tim tuan rumah terus tampil agresif. Upaya keras mereka berbuah manis dengan tambahan dua gol yang dicetak oleh Francisco Rivera dan Mihailo Perović. Gol-gol tersebut memastikan kemenangan besar tanpa balas untuk Persebaya Surabaya, yang disambut meriah oleh para pendukung yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo.
Apresiasi dan Mentalitas Juang
Pelatih sementara Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, memberikan apresiasi tertinggi atas disiplin dan efektivitas permainan yang ditunjukkan oleh para pemainnya sepanjang pertandingan. Ia menekankan bahwa kemenangan ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang dan pembangunan mentalitas yang terus-menerus dilakukan, terutama setelah melewati lima pertandingan sebelumnya dengan hasil imbang yang tidak memuaskan.
“Sudah tidak ada kata-kata lagi. Intinya kami semua memang berjuang untuk meraih hasil ini. Kemenangan ini tidak diraih secara tiba-tiba, karena sebelumnya kami melewati lima pertandingan dengan hasil imbang, dan itu bukan sesuatu yang kami inginkan,” ujar Coach Uston usai pertandingan.
Uston Nawawi juga menyoroti kemampuan timnya untuk tetap fokus dan waspada meskipun sudah unggul dua gol di babak pertama. Ia mengingatkan para pemain untuk tidak terlena dan terus menjaga intensitas permainan hingga peluit akhir dibunyikan.
“Di jeda babak pertama, kami mengingatkan pemain untuk melupakan dua gol yang sudah tercipta. Karena unggul dua gol itu belum aman. Kemenangan ini penting untuk mental pemain. Saya tekankan sejak awal, ini baru permulaan. Kami harus terus konsisten dan tetap rendah hati,” tegasnya.
Perubahan Posisi Klasemen
Kemenangan telak ini memberikan dampak signifikan terhadap posisi Persebaya Surabaya di klasemen sementara Super League 2025/2026. Green Force kini merangkak naik ke peringkat ketujuh, perlahan tapi pasti mendekati jajaran tim papan atas. Dengan tambahan tiga poin krusial ini, selisih poin dengan tim-tim di atasnya semakin menipis, membuka peluang bagi Persebaya untuk menembus lima besar. Persebaya kini berada tepat di bawah PSIM Yogyakarta, menunjukkan bahwa persaingan di papan tengah semakin memanas.
Di sisi lain, Persib Bandung masih kokoh bertengger di puncak klasemen setelah berakhirnya laga tunda pekan ke-8. Tim berjuluk Pangeran Biru ini tidak tergeser dari posisi teratas berkat konsistensi permainan mereka. Persib mengoleksi total 34 poin dari 15 pertandingan yang telah dilakoni, berbagi jumlah poin yang sama dengan Borneo FC yang berada di posisi kedua. Konsistensi permainan Persib menjadikan mereka sebagai tolok ukur kekuatan di Super League musim ini.
Persija Jakarta membuntuti di posisi ketiga dengan selisih dua poin dari puncak klasemen, menunjukkan bahwa perburuan gelar juara masih terbuka lebar. Malut United dan Persita Tangerang melengkapi posisi empat besar dan kelima dengan masing-masing mengoleksi 31 dan 25 poin, menegaskan bahwa persaingan di papan atas semakin ketat.
Dinamika Papan Tengah dan Bawah
Persaingan di papan tengah klasemen juga tidak kalah sengit dan dinamis. Setiap pekan selalu menyajikan kejutan yang memengaruhi peta persaingan dan peluang tim untuk merangsek naik. Tim-tim seperti Arema FC, Persik Kediri, dan Madura United kini menghuni peringkat 11 hingga 13 klasemen sementara. Dari ketiga tim tersebut, hanya Arema FC yang tercatat menelan kekalahan pada pekan ini, menunjukkan bahwa persaingan untuk lolos dari ancaman degradasi juga semakin intens.
Di zona degradasi, Persis Solo masih tertahan di dasar klasemen sebagai juru kunci dengan raihan tujuh poin. Persijap Jepara dan Semen Padang berada satu tingkat di atas mereka dengan koleksi sembilan dan sepuluh poin dari 15 pertandingan yang telah dijalani. Selisih poin yang masih cukup lebar membuat ketiga tim ini harus segera berbenah jika ingin bertahan di kasta tertinggi.
Meskipun selisih 12 poin antara Persebaya Surabaya dan pemuncak klasemen, Persib Bandung, masih terasa cukup lebar, semangat “lapar kemenangan” yang ditegaskan oleh Uston Nawawi memberikan sinyal positif. Green Force bertekad untuk mengejar ketertinggalan secara perlahan namun konsisten. Dengan mentalitas yang kembali terangkat dan performa tim yang semakin solid, Persebaya Surabaya menatap paruh musim berikutnya dengan optimisme baru. Publik Surabaya pun tak sabar menantikan kelanjutan cerita kebangkitan Green Force di Super League 2025/2026.
















