Kekecewaan Carlos Pena: Gol Dianulir, Persita Gagal Raih Poin Lawan Persib
Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, mengungkapkan rasa kecewanya yang mendalam setelah timnya gagal meraih poin dalam pertandingan lanjutan Super League 2025/2026 melawan Persib Bandung. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, pada Ahad, 22 Februari 2026, berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 bagi skuad berjulukan Pendekar Cisadane.
Pena menyoroti momen krusial yang menurutnya sangat memengaruhi hasil akhir pertandingan. Pada menit ke-80, Persita berhasil mencetak gol melalui sundulan Matheus Alves yang memanfaatkan umpan matang dari tendangan pojok Pablo Ganet. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit dengan alasan peluit belum ditiup sebagai tanda tendangan sudut boleh dilakukan. Keputusan ini sontak menimbulkan protes dari para pemain Persita yang merasa gol yang mereka tunggu-tunggu tersebut seharusnya disahkan oleh wasit pemimpin laga, Candra.
“Kami tidak bisa mencetak gol dari pertandingan ini dan kami gagal mendapat satu poin, padahal pemain kami berhak mendapatkan itu,” ujar Carlos Pena dengan nada kecewa usai pertandingan. Ia merasa bahwa timnya telah menunjukkan performa yang meyakinkan dan layak untuk mendapatkan setidaknya satu poin.
Evaluasi Permainan dan Perbaikan:
Meskipun harus menelan kekalahan, Pena mengakui bahwa anak asuhnya telah bermain dengan baik dan mampu menahan imbang Persib hingga menit ke-50. Gol tunggal Persib dicetak oleh Andrew Jung melalui skema bola mati, sebuah aspek yang diakui Pena perlu menjadi fokus perbaikan timnya. “Kami harus memperbaiki kekurangan karena kebobolan lewat skema bola mati,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa perjalanan Persita di liga masih panjang dan fokus tim kini harus segera dialihkan untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Menatap Laga Berikutnya:
Carlos Pena menekankan pentingnya bagi Pablo Ganet dan rekan-rekannya untuk segera melupakan kekalahan ini dan segera bangkit. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian bagi mental juang skuad Pendekar Cisadane, di mana mereka akan berhadapan dengan Dewa United pada Kamis, 26 Februari 2026. “Selamat untuk Persib, kami harus tetap menatap ke depan untuk pertandingan selanjutnya,” pungkas Pena, menunjukkan sikap profesionalismenya dalam menghadapi hasil yang tidak diinginkan.
Posisi Klasemen Sementara:
Kekalahan ini membuat Persita Tangerang tertahan di peringkat keenam klasemen sementara Super League dengan mengoleksi 35 poin dari 22 pertandingan yang telah dilakoni. Sementara itu, Persib Bandung semakin kokoh di puncak klasemen dengan raihan 50 poin dari 21 pertandingan yang telah diselesaikan oleh Adam Alis dan kawan-kawan. Jarak poin yang cukup signifikan ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di papan atas klasemen Super League musim ini.
Analisis lebih lanjut mengenai pertandingan ini menunjukkan bahwa Persita sebenarnya mampu memberikan perlawanan yang sengit kepada tim pemuncak klasemen. Penguasaan bola dan beberapa peluang yang tercipta sebelum gol dianulir menjadi bukti bahwa Pendekar Cisadane memiliki kualitas untuk bersaing. Namun, efektivitas dalam penyelesaian akhir dan konsentrasi dalam menghadapi bola-bola mati menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi oleh tim pelatih.
Keputusan wasit yang menganulir gol di menit akhir memang selalu menjadi topik kontroversial dalam dunia sepak bola. Dalam kasus ini, meskipun ada perbedaan interpretasi mengenai kapan peluit dibunyikan, hal tersebut tetap menyisakan rasa frustrasi bagi tim yang merasa dirugikan. Namun, seperti yang disampaikan oleh Carlos Pena, tim harus mampu bangkit dari setiap situasi, baik itu keputusan wasit yang menguntungkan maupun merugikan.
Perjalanan Persita di Super League masih menyisakan banyak pertandingan penting. Dengan pengalaman kekalahan ini, diharapkan skuad Pendekar Cisadane dapat belajar dan tumbuh menjadi tim yang lebih kuat dan tangguh. Fokus pada perbaikan lini pertahanan, terutama dalam menghadapi situasi bola mati, serta peningkatan ketajaman lini serang akan menjadi kunci untuk meraih hasil yang lebih positif di laga-laga mendatang. Dukungan dari para suporter juga akan menjadi energi tambahan bagi Persita untuk terus berjuang meraih target yang telah dicanangkan di akhir musim.




