Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Bener Meriah, Aceh, telah menyebabkan terputusnya akses darat. Menanggapi situasi darurat ini, PT Pertamina (Persero) mengambil langkah inovatif untuk memastikan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tetap sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran LPG dengan Metode Sling Load: Solusi Cepat dan Efektif
Pertamina memilih metode sling load menggunakan helikopter untuk mendistribusikan LPG ke Bener Meriah. Metode ini melibatkan penggantungan barang dengan kabel atau sling pengaman yang terhubung ke helikopter. Keputusan ini diambil sebagai respons cepat terhadap tantangan geografis dan infrastruktur yang terganggu akibat bencana.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menekankan komitmen perusahaan untuk memastikan energi tetap tersalurkan kepada masyarakat Bener Meriah yang sedang mengalami kesulitan. “Energi tetap tersalurkan dan sampai ke saudara-saudara kita di Bener Meriah secepat dan seaman mungkin, apa pun tantangannya termasuk menggunakan helikopter dengan metode sling load pengiriman LPG,” ujarnya.
Rincian Pengiriman dan Keamanan
Dalam operasi ini, Pertamina mengirimkan 72 tabung Bright Gas 12 kg. Tabung-tabung tersebut dikemas dalam tiga paket pengiriman, masing-masing berisi 24 tabung. Setiap paket dipersiapkan dengan cermat menggunakan palet penyangga plastik dan safety net untuk memastikan keamanan selama penerbangan. LPG ini diprioritaskan untuk kebutuhan memasak di dapur umum, posko pengungsian, dan langsung ke warga terdampak.
Keamanan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan operasi ini. Pertamina memastikan semua prosedur keselamatan diikuti dengan ketat, termasuk pengecekan kondisi helikopter, penentuan batas ketinggian terbang, panjang kabel/sling, dan penyusunan LPG yang aman. Langkah-langkah ini diambil untuk melindungi tim yang bertugas dan masyarakat yang menunggu di Bener Meriah.
Kolaborasi Lintas Sektor
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam operasi ini. Ia menyatakan bahwa pengiriman LPG ke Bener Meriah merupakan hasil kerja sama erat dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan seluruh unsur terkait.
“Di lapangan, kami tidak bekerja sendiri. Upaya mempercepat distribusi LPG ke Bener Meriah ini bisa terjadi karena gotong royong dan koordinasi yang kuat, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” kata Mars Ega Legowo Putra.
Detail Operasi Penerbangan
Pengiriman LPG ke Bener Meriah menggunakan helikopter Sikorsky S-61A. Helikopter ini lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Setelah terbang selama satu jam, helikopter tiba di Bandara Malikussaleh dan langsung mengangkat paket pertama tanpa mendarat, untuk menghemat waktu tempuh menuju Bandara Rembele, Bener Meriah.
Proses pengiriman dilakukan secara efisien dan tanpa jeda panjang. Setelah mengantarkan paket pertama, helikopter kembali ke Malikussaleh untuk mengambil paket kedua, dan seterusnya hingga paket ketiga selesai didistribusikan. Setiap menit sangat berharga bagi masyarakat yang menantikan bantuan energi.
Penggunaan Moda Udara Sebelumnya
Pertamina telah berpengalaman dalam pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG melalui berbagai moda udara sejak 3 Desember 2025. Sebelumnya, perusahaan menggunakan pesawat perintis dan pesawat Hercules. Namun, penggunaan helikopter dengan metode sling load merupakan yang pertama kalinya dilakukan.
Rangkuman Operasi Penyaluran LPG ke Bener Meriah
Berikut adalah poin-poin penting dari operasi penyaluran LPG ke Bener Meriah:
- Tujuan: Memastikan pasokan LPG tetap sampai ke masyarakat Bener Meriah yang terdampak banjir dan tanah longsor.
- Metode: Sling load menggunakan helikopter.
- Jumlah LPG yang Dikirim: 72 tabung Bright Gas 12 kg.
- Pengemasan: Tiga paket, masing-masing berisi 24 tabung.
- Dikemas dengan palet penyangga plastik dan safety net.
- Prioritas Distribusi: Dapur umum, posko pengungsian, dan warga terdampak.
- Keamanan: Prosedur keselamatan ketat, termasuk pengecekan helikopter, batas ketinggian terbang, panjang kabel/sling, dan penyusunan LPG.
- Kolaborasi: BNPB, TNI, Polri, dan unsur terkait.
- Rute Penerbangan: Bandara Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh) – Bandara Malikussaleh – Bandara Rembele (Bener Meriah).
- Jenis Helikopter: Sikorsky S-61A.
- Pengalaman Sebelumnya: Pengiriman BBM dan LPG melalui pesawat perintis dan Hercules.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Operasi penyaluran LPG ke Bener Meriah dengan metode sling load ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak bencana. Dengan tersedianya pasokan LPG, masyarakat dapat memasak makanan, menghangatkan diri, dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Selain itu, operasi ini juga menunjukkan komitmen Pertamina dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bahkan dalam situasi yang sulit sekalipun.


















