No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Lokal

Pesisir Berau: Garda Terdepan Pantau Penyu Bertelur

Hendra by Hendra
22 Februari 2026 - 16:19
in Lokal
0

Melindungi Penyu Hijau: Upaya Kolaboratif di Berau Demi Konservasi Global

Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memegang peranan krusial dalam upaya konservasi penyu hijau di tingkat global. Wilayah ini dikenal sebagai habitat peneluran penyu hijau terbesar di Asia Tenggara, menjadikannya aset berharga yang perlu dilindungi bersama. Untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian spesies terancam ini, sebuah inisiatif penting telah digelar.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Konservasi Penyu

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur dan Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, telah menginisiasi sebuah program komprehensif. Melalui Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE), mereka menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pemantauan Penyu bagi masyarakat. Acara ini berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 Februari 2026, berfokus pada masyarakat yang beraktivitas di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya.

Program SOMACORE sendiri mendapatkan dukungan signifikan dari Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir (BMUKN) melalui International Climate Initiative (IKI). Pelaksanaannya melibatkan konsorsium yang terdiri dari 10 organisasi dari berbagai tingkatan, mulai dari nasional, regional, hingga internasional, yang tersebar di enam negara di kawasan Segitiga Terumbu Karang.

Status Perlindungan Penyu: Fondasi Hukum yang Kuat

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, menekankan betapa pentingnya status perlindungan yang dimiliki penyu. Baik di tingkat nasional maupun internasional, penyu dilindungi secara ketat. Hal ini berarti penangkapan, perdagangan, maupun pemanfaatan penyu dalam bentuk apa pun dilarang keras.

Di Indonesia, seluruh jenis penyu telah mendapatkan perlindungan penuh. Landasan hukumnya termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan diperkuat dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025. Penguatan status perlindungan ini juga terlihat dari pencantuman penyu dalam CITES Appendix I, serta klasifikasinya dalam Daftar Merah IUCN dengan status yang mengkhawatirkan, mulai dari terancam hingga kritis.

Baca Juga  4-5 Kecelakaan Maut Bulanan di Takalar

Namun, Syarif Iwan menegaskan bahwa regulasi semata tidak cukup. “Kolaborasi yang kuat dengan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan konservasi,” tegasnya.

Indonesia: Surga Penyu yang Terancam

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dengan lebih dari 17.500 pulau dan wilayah perairan yang luas, menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati global yang luar biasa, termasuk berbagai spesies penyu laut. Dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia, enam di antaranya dapat ditemukan di perairan Indonesia.

Sayangnya, dalam beberapa dekade terakhir, populasi penyu di Indonesia menghadapi tekanan yang sangat serius akibat berbagai aktivitas manusia. Ancaman-ancaman ini meliputi:

  • Pencurian telur penyu: Telur penyu seringkali menjadi target perburuan ilegal untuk dikonsumsi atau diperdagangkan.
  • Degradasi habitat pantai: Pembangunan yang tidak terkontrol, reklamasi, dan hilangnya vegetasi pantai merusak area penting bagi penyu untuk mendarat dan bertelur.
  • Pencemaran laut: Sampah plastik, limbah industri, dan polutan lainnya mencemari lautan, membahayakan kesehatan penyu.
  • Praktik perikanan tidak ramah lingkungan: Penangkapan ikan dengan metode yang merusak atau tidak selektif seringkali menyebabkan penyu terjerat dan mati sebagai hasil tangkapan sampingan (bycatch).

Peran Sentral Masyarakat dalam Konservasi Jangka Panjang

Irhan Hukmaidy, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur, turut menekankan pentingnya partisipasi masyarakat. Ia berpendapat bahwa partisipasi aktif dari masyarakat adalah kunci untuk keberhasilan konservasi dalam jangka panjang.

“Konservasi tidak bisa hanya bergantung pada regulasi. Ketika masyarakat memiliki kapasitas dan rasa memiliki, upaya perlindungan sumber daya pesisir dan laut akan jauh lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Hasil survei menunjukkan bahwa beberapa pantai di kawasan KKP3K KDPS merupakan lokasi pendaratan dan peneluran penyu yang aktif sepanjang tahun. Puncak aktivitas peneluran biasanya terjadi antara bulan Juni hingga Agustus. Namun, intensitas aktivitas manusia di wilayah pesisir seringkali membuat kawasan ini menjadi kurang ideal bagi penyu untuk mendarat dan bertelur dengan aman.

Baca Juga  Video Wisatawan Berbikini di Danau Rusa Viral, Disparbud Kampar Akui Keterlambatan

Rizya Ardiwijaya, Coral Reef Specialist YKAN, menjelaskan lebih lanjut, “Penyu sangat sensitif terhadap aktivitas manusia. Gangguan kecil saja dapat membuat penyu gagal bertelur. Karena itu, perlindungan pantai peneluran harus melibatkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas langsung di wilayah tersebut.”

Penguatan Kapasitas Melalui Pendekatan Citizen Science

Bimbingan teknis yang diselenggarakan dirancang secara khusus untuk meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat melalui pendekatan citizen science atau sains warga. Pendekatan ini memberdayakan masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam pengumpulan data ilmiah.

Sekitar 60 peserta yang berasal dari kelompok nelayan dan warga pesisir di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Biduk-Biduk, Kecamatan Batu Putih, dan Kecamatan Maratua, mengikuti sesi bimbingan teknis yang intensif. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengenalan biologi dan ekologi penyu, identifikasi spesies, siklus hidup penyu, ancaman yang dihadapi dalam konservasi, hingga teknik pemantauan pantai peneluran dan pengelolaan data yang diperoleh.

Selain sesi pemaparan materi, para peserta juga mendapatkan pengalaman praktik langsung di lapangan. Kegiatan lapangan ini meliputi identifikasi jejak penyu di pasir, pencatatan jumlah sarang yang ditemukan, serta simulasi pengambilan dan pengorganisasian data menggunakan aplikasi berbasis Android.

Bagi masyarakat, pelatihan ini memberikan perspektif baru dan pemahaman mendalam mengenai peran vital mereka dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Suriyadi, salah seorang peserta yang berasal dari Kampung Balikukup, mengungkapkan bahwa keterlibatan langsung dalam pemantauan penyu telah menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif di antara warga.

“Pelatihan ini membekali kami kemampuan dalam memantau habitat penyu. Saya kini merasa lebih bertanggung jawab untuk melindungi pantai demi keberlangsungan hidup penyu,” ungkapnya dengan antusias.

Tindak Lanjut dan Pemantauan Berkelanjutan

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan bimbingan teknis ini, kelompok masyarakat yang telah terlatih akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan. Pendampingan ini akan difokuskan pada pelaksanaan pemantauan pantai peneluran secara rutin dan pengumpulan data mengenai jejak serta sarang penyu yang mereka temui selama enam bulan ke depan.

Baca Juga  Setiap Bulan, 4-5 Kecelakaan Lalu Lintas Guncang Takalar

Diharapkan, setelah periode pendampingan, masyarakat akan mampu melakukan pemantauan secara mandiri. Data yang terkumpul dari upaya pemantauan ini akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan strategi perlindungan habitat penyu dalam jangka panjang, serta mendukung pengelolaan adaptif di KKP3K KDPS.

Integrasi Teknologi dalam Upaya Konservasi

Selain fokus pada penguatan kapasitas masyarakat, YKAN juga secara aktif mendukung upaya pelestarian penyu di Berau melalui pemanfaatan teknologi mutakhir. Salah satu teknologi yang digunakan adalah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone.

Pada bulan Oktober 2025, survei udara menggunakan teknologi UAV telah dilaksanakan. Tujuan utama survei ini adalah untuk memetakan sebaran populasi penyu, serta menganalisis pola penggunaan habitat mereka di perairan. Data spasial beresolusi tinggi yang dihasilkan dari survei udara ini kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan pendekatan Sea Turtle Nesting Beach Indicator Tools.

Penggunaan UAV menawarkan keunggulan signifikan dalam pengumpulan data. Teknologi ini memungkinkan cakupan area yang luas dengan efisien, baik dari segi waktu maupun biaya, serta menghasilkan data spasial dengan resolusi yang sangat tinggi.

Integrasi antara data yang diperoleh dari teknologi canggih seperti UAV dan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan oleh masyarakat merupakan elemen krusial dalam pembentukan rencana aksi perlindungan penyu yang komprehensif di KKP3K-KDPS.

Masa Depan Konservasi: Kolaborasi Menuju Generasi Mendatang

Yusuf Fajariyanto, Manajer Senior Perlindungan Laut YKAN, menutup diskusi dengan menekankan bahwa konservasi penyu adalah sebuah kerja jangka panjang yang membutuhkan sinergi. “Kita tidak hanya melindungi penyu, tetapi juga menjaga masa depan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang,” pungkasnya, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan mitra pembangunan. Ketika semua pihak bergerak bersama, upaya perlindungan akan memberikan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan
Lokal

Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

19 April 2026 - 06:15
Pemicu Puluhan Warga Bacok Kades di Lumajang, Awalnya Dendam Akibat Dibentak Saat Pengajian
Lokal

Pemicu Puluhan Warga Bacok Kades di Lumajang, Awalnya Dendam Akibat Dibentak Saat Pengajian

18 April 2026 - 23:05
Kuncen Bendung Katulampa: Pengabdian dari Jiwa Kemanusiaan
Lokal

Kuncen Bendung Katulampa: Pengabdian dari Jiwa Kemanusiaan

18 April 2026 - 21:15
Pengawal gudang di Bandung tewas ditembak 5 kali saat mengejar pencuri motor
Lokal

Pengawal gudang di Bandung tewas ditembak 5 kali saat mengejar pencuri motor

18 April 2026 - 20:03
Cara Kreatif RW 06 Jakut Menangkap Ikan Sapu-sapu, Bayaran Rp5.000 per Kg
Lokal

Cara Kreatif RW 06 Jakut Menangkap Ikan Sapu-sapu, Bayaran Rp5.000 per Kg

18 April 2026 - 16:24
Pemuda Tangerang Ditemukan Tewas di Sungai Setelah Hilang Saat Memancing
Lokal

Pemuda Tangerang Ditemukan Tewas di Sungai Setelah Hilang Saat Memancing

18 April 2026 - 14:53
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

19 April 2026 - 10:00
Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 07:57
Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

19 April 2026 - 06:15
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 01:35

Pilihan Redaksi

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

19 April 2026 - 10:00
Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 07:57
Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

19 April 2026 - 06:15
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.