Presiden Prabowo Subianto Berlebaran di Aceh sebagai Bentuk Solidaritas
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memilih untuk merayakan hari raya Idul Fitri di Aceh. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani, yang menekankan bahwa Presiden telah menjadikan pemulihan pascabencana sebagai prioritas utamanya.
“Hari ini Presiden salat Id di Aceh merupakan bentuk solidaritas yang ditunjukkan oleh Presiden kepada saudara-saudara kita di Sumatra yang terkena musibah pada November lalu,” ujar Muzani usai menunaikan Salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026).
Menurut Muzani, Prabowo memiliki komitmen kuat untuk membangun kembali wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh seperti semula. Ia menyatakan bahwa upaya tersebut sudah dilakukan dengan baik, dan saat ini sedang dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Apalagi sampai sekarang mereka masih ada yang tinggal di hunian sementara,” tambahnya. Prabowo memilih berada di Aceh sebagai bentuk kebersamaan dengan warga di Serambi Mekkah, yang masih menghadapi tantangan pasca-bencana.
Data Bencana Banjir dan Tanah Longsor
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor mencapai 1.207 jiwa. Selain itu, masih ada ratusan ribu jiwa yang belum mendapatkan hunian tetap. Dengan situasi ini, Presiden Prabowo menunjukkan perhatiannya terhadap kondisi masyarakat yang terkena dampak bencana.
Kegiatan Setelah Salat Id
Setelah melaksanakan Salat Id, Presiden Prabowo melakukan halal bihalal dengan warga Aceh Tamiang. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat setempat. Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan dukungan serta harapan agar masyarakat dapat segera pulih dan kembali ke kehidupan normal.
Kehadiran Presiden di Aceh tidak hanya sebagai bentuk simpati, tetapi juga sebagai tanda komitmen pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan wilayah yang terkena dampak bencana. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan masyarakat dapat segera bangkit dan kembali membangun kehidupan yang lebih baik.
Langkah-Langkah Pemulihan
Beberapa langkah telah diambil untuk mempercepat proses pemulihan di Aceh dan wilayah lain yang terkena bencana. Di antaranya adalah:
- Rehabilitasi infrastruktur yang rusak
- Pembangunan hunian tetap bagi korban bencana
- Pemberian bantuan sosial dan ekonomi
- Pelatihan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana
Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat sistem peringatan dini dan mitigasi bencana untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Dengan adanya komitmen dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Aceh dan daerah lain yang terkena dampak bencana dapat segera pulih dan bangkit kembali.

















