Medan – Bursa calon Walikota Medan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2026 mulai memanas. Sejumlah nama kuat diprediksi akan meramaikan kontestasi perebutan kursi orang nomor satu di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ini, menjadi sorotan publik dan analisis para pengamat politik.
Dinamika politik yang semakin menghangat menunjukkan bahwa medan pertempuran politik di Kota Medan akan semakin sengit. Persiapan menuju Pilkada Serentak 2026 sudah mulai terasa di berbagai daerah, tak terkecuali di Medan. Meski masih ada waktu, para tokoh politik dan partai mulai menunjukkan sinyal pergerakan.
Munculnya berbagai nama potensial, baik dari kalangan politisi senior maupun tokoh masyarakat, menandakan adanya aspirasi dan harapan yang beragam dari masyarakat Kota Medan untuk pemimpin mereka di masa depan.
Munculnya Nama-Nama Kandidat Potensial
Sejumlah nama telah beredar di ruang publik, baik melalui media sosial maupun diskusi informal para pemerhati politik. Nama-nama seperti Rico Waas, Rahudman Harahap, El Adriansyah, H. Hidayatullah, serta Herri Zulkarnain mulai disebut-sebut sebagai calon kuat.
Flyer dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan partai politik juga mulai bermunculan, menandakan adanya upaya penjajakan dan penggalangan dukungan sejak dini.
Meskipun belum ada penetapan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), peredaran nama-nama ini menunjukkan adanya kesiapan dari para calon untuk bertarung. Popularitas, rekam jejak, dan dukungan partai politik menjadi faktor krusial yang akan menentukan langkah selanjutnya para kandidat ini dalam membangun strategi kampanye.
Analisis Figur Kandidat Kuat
Salah satu nama yang disebut-sebut memiliki kans kuat adalah Herri Zulkarnain. Politisi senior dari Partai Demokrat ini dinilai memiliki modal yang cukup signifikan.
Pengalaman panjangnya sebagai Anggota DPRD Kota Medan selama dua periode (2009-2019) serta posisinya saat ini sebagai Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat memberikan kredibilitas dan jaringan politik yang luas.
Menurut pengamat politik, Arianda Tanjung, Herri Zulkarnain memiliki keunggulan dalam hal pengalaman politik dan koneksi organisasional yang kuat. Visi “Medan Metropolitan dan Religius” yang ia tawarkan juga dianggap selaras dengan aspirasi masyarakat.
Selain Herri Zulkarnain, nama Rico Waas juga cukup santer diperbincangkan. Program-program yang ia gaungkan, seperti fokus pada kemudahan investasi, pemberdayaan UMKM, penciptaan 50.000 lapangan pekerjaan, dan pengentasan kemiskinan melalui pendidikan, menyentuh isu-isu penting yang menjadi perhatian masyarakat Medan.
Tantangan dan Peluang di Medan
Kota Medan, sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia, memiliki tantangan dan peluang tersendiri dalam setiap pemilihan kepala daerah.
Isu mengenai Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang rendah, seperti yang muncul dalam debat Pilkada sebelumnya, menjadi salah satu pekerjaan rumah besar bagi pemimpin Kota Medan selanjutnya. Kemampuan menggali potensi PAD secara optimal, di luar sektor pajak dan retribusi konvensional, akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
Pilkada Serentak 2026 di Medan diprediksi akan menjadi ajang pertarungan gagasan dan rekam jejak yang matang. Masyarakat akan jeli dalam menilai siapa kandidat yang paling mampu membawa perubahan positif dan solusi konkret bagi permasalahan kota.
Penulis: Erwin


















