Indonesia Open 2026 dipastikan akan menyajikan duel akbar sejak babak awal. Salah satu pertandingan yang paling dinanti adalah pertemuan antara juara bertahan tunggal putra, Anders Antonsen, melawan bintang muda Prancis yang baru saja menjuarai Singapore Open 2026, Alex Lanier.
Laga sengit ini dijadwalkan akan tersaji pada hari kedua babak pertama, Rabu (3/6), di Istora Senayan yang legendaris.
Antonsen memiliki catatan impresif di Istora. Ia telah mencapai enam final turnamen di venue ikonik ini, baik di Indonesia Masters maupun Indonesia Open, dan berhasil keluar sebagai juara sebanyak tiga kali. Namun, di hadapan Antonsen kini berdiri sosok yang baru saja mengalahkannya di semifinal Singapore Open 2026 pekan lalu.
Alex Lanier, yang mencatatkan sejarah sebagai pemain Prancis pertama yang berhasil meraih gelar Singapore Open, mengungkapkan kegembiraannya bisa berhadapan dengan Antonsen di babak pembuka Indonesia Open 2026.
“Dia adalah pemain yang sangat berkualitas ketika bertarung di lapangan. Apa pun hasil pertandingan melawan Antonsen akan terasa memuaskan. Karena dia selalu berjuang mati-matian. Jadi, saya harus memiliki tekad dan mental yang kuat saat melawannya,” ujar Lanier.
Duel Sengit Lainnya di Hari Pertama
Sebelum babak kedua yang menjanjikan duel Antonsen vs Lanier, Istora Senayan pada hari pertama Indonesia Open 2026 juga akan dipenuhi dengan pertandingan-pertandingan kelas dunia yang berpotensi menyajikan drama.
Salah satu yang patut dinanti adalah bentrokan antara Alwi Farhan dari Indonesia melawan Lakshya Sen dari India di sektor tunggal putra. Keduanya dikenal sebagai pemain muda berbakat yang mampu memberikan kejutan.
Di sektor ganda putra, para penggemar akan disuguhkan aksi dari pasangan ganda putra terbaik dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Mereka akan menghadapi tantangan dari duo Taiwan, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin.
Selain itu, pasangan ganda putra Indonesia yang juga memiliki kans besar, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, akan memulai kiprahnya melawan duet Taiwan lainnya, Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan.
Di sektor tunggal putri, persaingan juga tidak kalah sengit. Juara Olimpiade dan salah satu pemain terbaik dunia, Chen Yu Fei dari Tiongkok, akan berhadapan dengan Line Christophersen dari Denmark.
Istora Senayan telah lama dikenal sebagai ‘neraka’ bagi lawan-lawan tim tuan rumah, dan atmosfer yang diciptakan oleh penonton Indonesia seringkali menjadi faktor penentu dalam pertandingan-pertandingan yang ketat. Para atlet akan merasakan dukungan penuh yang bisa membangkitkan semangat juang mereka hingga titik akhir.
Perhelatan Indonesia Open 2026 ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi para pemain papan atas dunia, tetapi juga menjadi kesempatan emas bagi para atlet muda dan non-unggulan untuk menunjukkan performa terbaik mereka.
















