Prilly Latuconsina Buka Lembaran Baru: Dari Sinemaku ke Dunia Kerja Offline dan Bisnis
Prilly Latuconsina, aktris yang dikenal luas oleh publik, baru-baru ini kembali menjadi perbincangan hangat. Keputusan mengejutkannya untuk mundur dari rumah produksi yang ia dirikan, Sinemaku Pictures, tampaknya membuka babak baru dalam kariernya. Alih-alih beristirahat, Prilly justru membuat pengumuman tak terduga di platform profesional LinkedIn, menyatakan bahwa ia sedang aktif mencari pekerjaan.
Langkah ini sontak menarik perhatian banyak pihak, termasuk para penggemar dan rekan sesama pekerja seni. Prilly menjelaskan bahwa keinginannya untuk mencari pekerjaan baru didorong oleh hasrat untuk terus belajar dan mengeksplorasi hal-hal baru. Ia secara spesifik menyatakan minatnya untuk merasakan pengalaman bekerja secara langsung di dunia nyata, terutama dalam aspek penjualan, bertemu dengan klien dan konsumen, serta membantu mereka menemukan produk yang mereka inginkan.
Unggahan Prilly di LinkedIn tersebut dengan cepat menuai respons positif dan berbagai komentar. Tak lama setelah itu, namanya langsung menjadi trending di platform X (sebelumnya Twitter), menunjukkan betapa besarnya pengaruh dan rasa ingin tahu publik terhadap langkah karier terbarunya. Prilly sendiri telah mengonfirmasi keaslian akun LinkedIn-nya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, meyakinkan publik bahwa ini bukan sekadar sensasi belaka.
Dalam salah satu postingannya di LinkedIn, Prilly mengungkapkan kegembiraannya dalam mencoba hal baru, “Lagi excited coba hal baru. Udah pernah explore banyak hal juga, dari main film, nulis buku, sampai jadi dosen. Menurut kalian, apalagi yang seru buat dicoba?,” tulisnya.
Kekasih Prilly, Omara Esteghlal, turut memberikan dukungan dengan berkomentar, “Nah giniii!! Cari kolaborasi yang bikin bahagiaaa.” Sementara itu, seorang kreator konten dan pengusaha kenamaan, Jerome Polin, langsung menawarkan kesempatan kerja dengan antusias, “KERJA DI MANTAPPU ACADEMY YUK.”
Profil Profesional Prilly Latuconsina: Lebih dari Sekadar Aktris
Tampilan profil Prilly di LinkedIn menampilkan citra seorang pencari kerja yang serius, namun tetap mempertahankan sentuhan khasnya. Foto profilnya kini layaknya seorang profesional, sementara foto headline-nya menampilkan sebuah yacht miliknya yang terbuka untuk disewakan, sebuah indikasi sisi bisnisnya yang lain.
Dalam bagian “Tentang” atau About, Prilly menggambarkan dirinya sebagai individu yang selalu ingin tahu, menjunjung tinggi kedisiplinan, dan berkomitmen pada pertumbuhan berkelanjutan melalui berbagai jalur, termasuk cerita, pendidikan, dan bisnis. Ia mengakui bahwa industri perfilman telah membentuknya menjadi pribadi yang disiplin, mampu memandang sesuatu secara jujur, memiliki tujuan yang jelas, dan bertanggung jawab.
Saat ini, minat Prilly tampaknya semakin terarah pada dunia pendidikan dan bisnis. Dalam profilnya, ia secara spesifik mencari peluang di bidang:
- Retail Sales Specialist
- Manajer Toko
- Sales Representative
- Brand Manager
Prilly juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja secepatnya, baik di kantor, sebagai pekerja part-time, maupun freelance.
Pengalaman profesional yang tertera dalam profilnya sangat beragam dan mengesankan. Ia mencantumkan posisinya sebagai:
- Founder Salaya Yacht
- Founder ILY Gold
- Founder Generasi Peduli Bumi
- Dosen di LSPR Institute
- Founder La Joie Bakery Cafe
- Co-Founder Sinemaku (hingga bulan ini)
- Dosen tamu di UGM dan Universitas Udayana Bali
Riwayat pendidikannya juga solid, di mana ia merupakan alumni S1 dan S2 di LSPR, dengan keahlian yang terasah dalam Public Speaking dan Public Relations.
Keputusan Mundur dari Sinemaku Pictures: Mencari Ruang Kreatif yang Lebih Jujur
Pengumuman Prilly untuk mencari pekerjaan baru ini muncul setelah ia secara resmi menyatakan mundur dari Sinemaku Pictures pada Senin, 19 Januari 2026. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @prillylatuconsina96, ia mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemegang saham sekaligus anggota dewan direksi.
Prilly menyampaikan rasa apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang telah bekerja sama dengannya selama ini. Ia secara khusus berterima kasih kepada Umay Shahab dan Yahni Dhamayanti atas kepercayaan serta kolaborasi yang terjalin. Tidak lupa, ia juga mengungkapkan terima kasih kepada seluruh tim Sinemaku atas kerja keras dan dedikasi mereka, serta kepada para penonton setia yang telah memberikan dukungan sejak awal Sinemaku Pictures berdiri.
Keputusan penting ini, menurut Prilly, didasari oleh kebutuhan pribadinya akan ruang kreatif yang lebih luas. Ia ingin memiliki kendali penuh dan tanggung jawab atas visi serta suara kreatif yang ingin ia bangun. “Keputusan ini lahir dari kebutuhan untuk memiliki ruang di mana aku dapat memikul tanggung jawab sepenuhnya atas visi dan suara kreatif yang ingin aku bangun,” jelasnya.
Prilly menegaskan bahwa langkah ini bukanlah akhir dari perjalanannya di industri film. Sebaliknya, ia melihatnya sebagai sebuah awal untuk menemukan bentuk dan cara berkarya yang lebih sesuai dengan dirinya. “Pengunduran diri ini bukanlah akhir, justru sedang mencari bentuk dan ruang yang lebih jujur denganku. Aku akan terus berkarya, melanjutkan cerita-cerita yang ingin aku perjuangkan, di ruang dan cara baru yang lebih baik,” ujarnya. Ia berharap langkah ini dapat menjadi kontribusinya bagi industri yang telah membesarkannya.




