Jaden Ivey adalah salah satu bintang basket muda yang menarik perhatian di dunia NBA. Dikenal sebagai pemain yang memiliki bakat luar biasa, ia telah membuktikan dirinya sebagai salah satu calon terbaik dalam sejarah NBA. Meski kariernya sedang menghadapi tantangan, profil dan karier Jaden Ivey tetap menjadi topik yang menarik untuk dibahas.
Awal Kariernya di Dunia Basket
Jaden Ivey lahir pada 13 Februari 2002 di Indianapolis, Indiana. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikan terhadap olahraga. Ivey mulai bermain sepak bola, basket, dan sepak bola voli, serta berlatih karate. Namun, ia memutuskan untuk fokus pada basket saat duduk di bangku SMA.
Ivey memulai kariernya di Marian High School di Mishawaka, Indiana. Pada tahun senior, ia pindah ke La Lumiere School, salah satu sekolah basket terbaik di Amerika Serikat. Sebagai seorang atlet yang berbakat, ia mendapatkan gelar empat bintang dan memilih untuk bermain di Purdue Boilermakers setelah menerima tawaran dari Butler dan Notre Dame.
Karier di Universitas
Di Purdue, Ivey langsung menunjukkan kemampuannya. Pada musim pertamanya, ia sempat absen selama lima pertandingan karena cedera kaki. Namun, ia segera bangkit dengan performa yang luar biasa. Pada Januari 2021, Ivey mencetak triple three-point yang memenangkan pertandingan melawan Ohio State. Pada Maret 2021, ia mencetak rekor poin terbanyak dalam pertandingan NCAA dengan 26 poin.
Pada musim kedua, Ivey meningkatkan performanya dengan rata-rata 17,3 poin, 4,9 rebound, dan 3,1 assist per game. Ia juga dinobatkan sebagai All-American Second Team dan First Team All-Big Ten. Pada Maret 2022, Ivey memutuskan untuk masuk dalam NBA Draft.
Karier di NBA
Jaden Ivey dipilih oleh Detroit Pistons sebagai pemain kelima secara keseluruhan dalam NBA Draft 2022. Ia langsung menunjukkan bakatnya dengan mencatatkan 20 poin, 6 rebound, dan 6 assist dalam debut summer league-nya. Pada musim reguler, ia terus berkembang dan mencetak rekor poin terbanyak dalam satu pertandingan dengan 37 poin.
Namun, kariernya tidak selalu mulus. Ivey mengalami cedera yang membuatnya harus absen beberapa waktu. Pada musim 2025–2026, ia dipindahkan ke Chicago Bulls sebagai bagian dari perdagangan tiga tim. Di Bulls, Ivey bermain dalam empat pertandingan dengan rata-rata 11,5 poin, 4,8 rebound, dan 4,0 assist. Namun, ia akhirnya dipecat oleh Bulls karena komentarnya yang kontroversial tentang komunitas LGBTQ+.
Kontroversi dan Pengunduran Diri
Pada bulan Maret 2026, Jaden Ivey mengunggah video di Instagram yang berisi kritik terhadap perayaan Pride Month oleh NBA. Ia menyebut bahwa aktivitas tersebut “menghina” dan “tidak adil”. Komentar ini memicu reaksi keras dari publik dan manajemen Bulls. Akibatnya, Bulls memutuskan untuk memecat Ivey karena dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai klub.
Meskipun demikian, kariernya di NBA masih menarik perhatian. Ivey telah membuktikan dirinya sebagai pemain yang mampu memberikan kontribusi besar bagi timnya. Meski ada tantangan, ia tetap menjadi contoh bagi para pemain muda yang ingin sukses di dunia basket.
Kesimpulan
Jaden Ivey adalah contoh seorang atlet yang memiliki potensi besar. Meskipun kariernya sedang menghadapi tantangan, ia tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dengan bakat dan kerja kerasnya, Ivey bisa menjadi bintang basket yang lebih besar lagi di masa depan. Semoga kariernya dapat kembali pulih dan memberikan kontribusi positif bagi dunia basket.
Penulis: Rizky Pratama



















