Elkan Baggott adalah salah satu nama yang kini menjadi sorotan dalam dunia sepak bola Indonesia. Sebagai bek muda berbakat, ia memiliki perjalanan karier yang menarik, mulai dari masa kecil di Inggris hingga kembali memperkuat Timnas Indonesia. Dengan latar belakang keturunan Indonesia dan pengalaman bermain di klub-klub Eropa, Elkan Baggott menjadi harapan baru bagi lini pertahanan Garuda.
Latar Belakang dan Awal Karier

Elkan Baggott lahir di Thailand pada tahun 2001. Meskipun lahir di negara tersebut, ia tidak pernah tinggal lama di sana. Ayahnya berasal dari Inggris, sedangkan ibunya adalah warga Indonesia. Hal ini membuat Elkan memiliki darah campuran antara Indonesia dan Inggris.
Karier sepak bolanya dimulai di akademi Ipswich Town sejak usia muda. Pada 2017, ia bergabung dengan tim akademi Ipswich Town melalui skema beasiswa Professional Development Phase Scolarship. Sejak saat itu, Elkan terus berkembang dan masuk dalam skuad U-18 serta U-23 Ipswich Town pada 2019.
Pada Oktober 2020, Elkan Baggott mendapatkan kesempatan untuk tampil bersama tim utama Ipswich Town dalam ajang EFL Trophy. Performa yang baik membawanya menjadi bagian dari Timnas Indonesia. Pelatih Shin Tae-yong mengamati penampilannya dan memanggilnya untuk mengikuti latihan bersama skuad U-19.
Kiprah di Timnas Indonesia
Elkan Baggott pertama kali memperkuat Timnas Indonesia pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Uni Emirat Arab pada Mei 2021. Ia dipanggil setelah menunjukkan performa yang menjanjikan dalam dua uji coba melawan Timnas Makedonia Utara. Dalam dua laga tersebut, ia tampil sebagai bek tengah bersama Rizky Ridho dan Komang Teguh.
Sejak saat itu, Elkan terus menjadi bagian dari Timnas Indonesia. Ia juga turut serta dalam AFC Asian Cup 2023 pada Januari 2024. Namun, setelah itu, ia sempat absen dari panggilan Timnas karena lebih fokus pada kompetisi klubnya di Inggris.
Kini, Elkan kembali dipanggil oleh pelatih John Herdman untuk menghadapi FIFA Series 2026. Ia mengungkapkan bahwa ada perbedaan signifikan antara Timnas Indonesia dulu dengan sekarang, terutama dalam hal standar dan kualitas pemain.
Perbedaan Timnas Indonesia Saat Ini dengan Dulu
Menurut Elkan Baggott, perbedaan utama antara Timnas Indonesia saat ini dengan sebelumnya adalah semakin tingginya standar dan kualitas pemain. Ia menyebutkan bahwa kini banyak pemain yang bermain di liga-liga top Eropa seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Justin Hubner, Maarten Paes, Calvin Verdonk, dan Ole Romeny.
“Menurut saya perbedaan terbesar sekarang dibandingkan saat saya bermain di sini dua tahun lalu adalah standar dan kualitas pemain,” ujarnya dalam jumpa pers.
Selain itu, Elkan juga menyebutkan bahwa semangat dan kebersamaan tim jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Ia mengakui bahwa energi dan mentalitas pelatih John Herdman memberikan dampak positif terhadap para pemain.
Harapan dan Target di Masa Depan
Kembalinya Elkan Baggott ke Timnas Indonesia dianggap sebagai angin segar bagi lini pertahanan Garuda. Dengan pengalaman bermain di klub Eropa, ia diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam pertandingan-pertandingan penting.
Elkan mengungkapkan rasa bangga dan antusiasme untuk kembali memperkuat negara kelahirannya. “Saya sangat senang bisa kembali dan mewakili negara saya lagi. Ini negara saya dan saya ingin memberikan yang terbaik serta membuat semua orang bangga,” ujarnya.
Dengan perkembangan pesat Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, Elkan Baggott menjadi bagian dari generasi muda yang berkompeten dan siap menghadapi tantangan di level internasional.
Kesimpulan
Elkan Baggott adalah contoh nyata dari bakat muda Indonesia yang berhasil meraih prestasi di luar negeri. Dengan latar belakang keturunan Indonesia dan pengalaman bermain di klub Eropa, ia menjadi harapan baru bagi Timnas Indonesia. Perjalanan karier yang dimulai dari akademi Ipswich Town hingga kembali memperkuat Garuda menunjukkan dedikasi dan semangat yang tak perlu diragukan. Dengan perbedaan yang signifikan antara Timnas Indonesia saat ini dengan dulu, Elkan Baggott akan menjadi bagian dari transformasi sepak bola Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.
Penulis: Arman Prasetyo



















