Menerangi Pelosok Maybrat: 19 Kampung Siap Nikmati Listrik Tahun 2026
Harapan puluhan tahun masyarakat di sejumlah kampung terpencil Kabupaten Maybrat untuk merasakan terang listrik segera menemui titik terang. PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Papua Barat Daya dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong berencana untuk membangun jaringan listrik yang akan menjangkau 19 kampung di wilayah tersebut pada tahun 2026.
Program ambisius ini merupakan buah dari tindak lanjut usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maybrat kepada Pemerintah Pusat yang diajukan pada tahun sebelumnya. Tujuannya jelas: mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dasar dan secara signifikan meningkatkan kualitas hidup seluruh lapisan masyarakat di daerah yang selama ini terisolasi dari akses energi modern.
Apresiasi Bupati dan Langkah Nyata PLN
Bupati Maybrat, Karel Murafer, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat yang diambil oleh PT PLN. Ia secara langsung mendampingi tim survei lapangan yang melakukan peninjauan di wilayah-wilayah yang hingga kini belum teraliri listrik.
“Saya sungguh mengapresiasi Manager UP2K Papua Barat Daya, Manager UP3 Sorong, beserta seluruh tim yang telah dengan sigap melakukan survei awal di Distrik Aifat Timur dan Distrik Mare Selatan. Ini adalah sebuah langkah nyata yang sangat berarti untuk menghadirkan listrik bagi masyarakat yang telah mendambakannya selama puluhan tahun,” ujar Karel saat mendampingi tim survei pada Senin (1/6/2026).
Bupati Karel menekankan bahwa minimnya infrastruktur kelistrikan di sebagian wilayah Maybrat memang menjadi tantangan besar, namun sekaligus menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah. Ia memandang kehadiran listrik bukan sekadar kebutuhan, melainkan sebuah elemen krusial yang akan menopang berbagai sektor vital, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga secara keseluruhan.
“Hari ini, kita bersama-sama mengunjungi Kampung Faan Kahrio di Distrik Aifat Timur dan Kampung Sire di Distrik Mare Timur. Saya dapat memastikan bahwa kondisi keamanan di daerah ini sangat kondusif. Masyarakat di sini sangat antusias dan siap memberikan dukungan penuh terhadap program pembangunan jaringan listrik ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Karel juga mengimbau seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan selama seluruh tahapan proses pembangunan berlangsung. Pemkab Maybrat berkomitmen untuk berkolaborasi erat dengan unsur TNI dan Polri guna mengawal setiap aspek proyek, mulai dari pembukaan jalur, pemasangan tiang-tiang listrik, hingga penarikan kabel-kabel utama.
Dukungan Anggaran dan Cakupan Program
Manajer UP2K Papua Barat Daya, Erwinton Naibaho, menjelaskan bahwa program pembangunan jaringan listrik di Maybrat ini telah mendapatkan dukungan anggaran yang memadai dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pada tahap awal pelaksanaan, pembangunan akan difokuskan untuk melayani 19 kampung yang telah teridentifikasi sebagai prioritas.
“Anggaran untuk program ini sudah disetujui oleh Kementerian ESDM. Saat ini, tim kami sedang intensif melakukan survei di beberapa kampung prioritas, termasuk Kampung Sori, Sabah, Faan Kahrio, serta beberapa wilayah lain di Distrik Mare Timur dan Mare Selatan,” terang Erwinton.
Ia menambahkan, Kabupaten Maybrat merupakan salah satu daerah di Provinsi Papua Barat Daya yang mendapatkan alokasi pembangunan jaringan listrik terbanyak pada tahun 2026. Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam upaya pemerataan infrastruktur energi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Oleh karena itu, Erwinton sangat mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat agar proyek dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.
Komitmen PLN dan Harapan Masa Depan
Sementara itu, Manajer UP3 Sorong, Deni Muhammad Abrar, menegaskan bahwa kunjungan tim survei ini memiliki tujuan utama untuk memvalidasi dan memastikan kesiapan seluruh lokasi pembangunan. PT PLN, sebagai garda terdepan penyedia energi nasional, berkomitmen penuh untuk secara bertahap menghadirkan akses energi listrik ke kampung-kampung terpencil.
“Kami mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Maybrat dalam setiap tahapan pelaksanaan program ini. Meskipun pembangunan akan dilakukan secara bertahap dari sisi teknis, namun komitmen kami tetap tidak berubah: yaitu menghadirkan listrik yang andal dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” tutur Deni.
Masuknya aliran listrik ke 19 kampung di Kabupaten Maybrat pada tahun 2026 ini diharapkan tidak hanya sekadar penerangan. Lebih dari itu, kehadiran listrik diharapkan mampu secara signifikan mendongkrak kualitas hidup masyarakat, memperbaiki akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, serta menjadi katalisator utama dalam memicu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah pedalaman Provinsi Papua Barat Daya.












