Seleksi Ketat Pemain Asing: Kunci Sukses PSM Makassar di Musim 2026/2027
Menyongsong kompetisi Super League 2026/2027 yang diprediksi akan semakin sengit, manajemen PSM Makassar dihadapkan pada tugas krusial untuk merekrut pemain asing berkualitas. Keputusan perekrutan ini tidak boleh dilakukan secara gegabah, hanya berbekal rekam jejak, kompilasi video, maupun statistik semata. Pendekatan yang lebih mendalam dan teruji, seperti melalui proses trial, menjadi kunci utama untuk memastikan setiap pemain impor yang didatangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim dan mampu memberikan kontribusi maksimal.
Pentingnya Uji Coba (Trial) Pemain Asing
Proses trial bagi calon pemain asing memiliki urgensi yang sangat tinggi. Melalui uji coba ini, tim pelatih dapat melakukan evaluasi komprehensif terhadap berbagai aspek krusial. Aspek-aspek tersebut meliputi:
- Kualitas Teknis dan Skill: Kemampuan dasar, teknik individu, serta kecakapan dalam mengolah si kulit bundar.
- Kondisi Fisik: Daya tahan, kecepatan, kekuatan, dan kebugaran pemain secara keseluruhan.
- Kemampuan Adaptasi: Seberapa cepat pemain mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, gaya bermain tim, serta dinamika kompetisi di Indonesia.
- Karakter Pemain: Mentalitas, kepemimpinan, etos kerja, serta kemampuan berkolaborasi dengan rekan satu tim.
Evaluasi mendalam ini sangat penting mengingat pengalaman pahit di musim Super League 2025/2026. Sejumlah pemain asing yang direkrut kala itu menunjukkan performa yang biasa-biasa saja, bahkan ada yang dinilai berada di bawah standar yang diharapkan. Hal ini tentu saja berdampak pada performa tim secara keseluruhan.
Evaluasi Musim 2025/2026: Pelajaran Berharga untuk PSM Makassar
Musim 2025/2026 menjadi catatan penting bagi PSM Makassar. Meskipun telah memaksimalkan kuota sembilan pemain asing dari sebelas kuota maksimal yang diatur dalam regulasi, termasuk perpaduan pemain lama dan rekrutan baru, performa tim belum mampu berbicara banyak.
Beberapa pemain asing yang memperkuat PSM Makassar musim tersebut antara lain:
- Pemain lama yang bertahan:
- Yuran Fernandes (bek, empat tahun membela PSM)
- Aloisio Soares (bek, musim kedua)
- Victor Luiz (musim kedua)
- Daisuke (musim kedua)
- Rekrutan awal musim:
- Alex Tank
- Savio Roberto
- Gledson Paixao
- Abu Razard Kamara
- Jacques Medina
Pada putaran kedua, manajemen PSM Makassar sempat menambah komposisi pemain asing dengan mendatangkan Dusan Lagator, Sheriddin Boboev, dan Luka Cumic. Namun, di sisi lain, Abu Razard Kamara dilepas dengan status pinjaman ke Persis Solo.
Terlepas dari upaya penguatan skuad dengan pemain asing, PSM Makassar justru menjalani musim yang penuh tekanan. Tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini berkutat di papan bawah klasemen, dan akhirnya harus berjuang keras untuk selamat dari jurang degradasi. Posisi ke-15 dengan 34 poin menjadi hasil akhir musim tersebut, hanya unggul head to head dari Persis Solo yang menduduki peringkat ke-16 dengan poin yang sama.
Rekomendasi untuk Peningkatan Performa
Untuk dapat bersaing kembali di papan atas klasemen pada musim depan, PSM Makassar harus belajar dari pengalaman dan menerapkan strategi rekrutmen yang lebih matang.
1. Implementasi Sistem Trial yang Menyeluruh
Pemberian kesempatan trial kepada calon pemain asing maupun pemain lokal yang baru adalah langkah yang wajib. Dengan sistem ini, manajemen dan tim pelatih akan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan evaluasi mendalam. Hal ini akan memastikan bahwa pemain yang akhirnya dikontrak benar-benar memiliki kualitas yang dibutuhkan oleh tim “Juku Eja”.
Pengamat sepak bola, Imran Amirullah, menekankan pentingnya belajar dari pengalaman. Ia mengingatkan agar PSM Makassar tidak terburu-buru mengontrak pemain hanya berdasarkan CV atau potongan video aksi.
“Alangkah baiknya di trial dulu (pemain asing), lihat kondisinya,” ujar Imran.
Imran menambahkan bahwa sistem trial bukanlah hal baru bagi PSM Makassar. Ia mencontohkan rekrutmen Willem Jan Pluim pada tahun 2016, di mana Pluim harus menjalani proses seleksi selama beberapa bulan sebelum akhirnya dikontrak.
“Secara skill dan teknik dia bagus, tapi Pluim ketika datang beberapa bulan dulu trial,” kenangnya.
2. Pemeriksaan Rekam Medis Pemain
Selain kemampuan teknis dan fisik, aspek kesehatan pemain juga tidak boleh diabaikan. Imran Amirullah menyarankan manajemen PSM Makassar untuk menelusuri rekam medis calon pemain asing secara cermat.
“Cedera pemain juga harus dilihat, jangan sampai pemain dibeli tapi punya cedera,” imbaunya.
Pemain yang memiliki riwayat cedera panjang atau belum pulih sepenuhnya berpotensi menjadi beban bagi tim, baik dari segi performa maupun biaya medis.
3. Peran Rekomendasi Pelatih
PSM Makassar dapat mempertimbangkan untuk langsung mengontrak pemain asing jika terdapat rekomendasi kuat dari tim pelatih. Hal ini beralasan karena seorang juru taktik, yang setiap hari berinteraksi dan memahami kebutuhan tim, pasti memiliki pemahaman yang mendalam mengenai bibit, bobot, dan karakter calon pemain.
“Kalau pelatih langsung rekomendasi (rekrut pemain asing) boleh, kalau pelatih pasti tahu karakter dan kualitasnya,” jelas Imran.
Senada dengan pandangan tersebut, salah satu suporter PSM Makassar, Yusril, juga menekankan pentingnya sistem trial bagi pemain asing maupun lokal untuk musim depan. Ia menilai bahwa proses trial telah hilang dalam beberapa musim terakhir dan harus dikembalikan.
“Wajib lagi sih ada trial. Dari trial bisa dilihat kualitas pemain,” katanya.
Dengan menerapkan pendekatan rekrutmen yang lebih selektif dan teruji, PSM Makassar diharapkan dapat membangun skuad yang lebih kuat dan siap bersaing di level tertinggi Super League 2026/2027.













