Di tengah kesederhanaan Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria di Tangerang, terdengar riuh tawa anak-anak dari pedalaman Papua. Suasana semakin hangat ketika Ketua DPR RI, Puan Maharani, hadir sebagai tamu istimewa. Kunjungan Puan ke sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) ini bukan sekadar agenda formal. SLH Gunung Moria adalah tempat di mana ratusan anak-anak dari pelosok Papua menimba ilmu, meninggalkan kampung halaman demi meraih masa depan yang lebih cerah.
Disambut hangat oleh pendiri SLH Gunung Moria, Aileen Hambali Riady, Puan Maharani langsung berinteraksi dengan para siswa. Ia duduk mendengarkan cerita, mimpi, dan harapan mereka. Sebagian besar anak-anak ini berasal dari wilayah pedalaman Papua yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.
“Ketika saya mendengar tentang Sekolah Lentera Harapan Gunung Moria, saya langsung berpikir ini adalah inisiatif yang luar biasa. Konsepnya sejalan dengan nilai Pancasila dan semangat gotong royong,” ujar Puan dalam keterangan resminya.
Perjalanan Panjang Menuju Pendidikan Berkualitas
Sekolah Lentera Harapan Gunung Moria mulai beroperasi pada Juli 2023. Sekolah ini menjadi rumah bagi sekitar 300 putra-putri Papua pedalaman yang sebelumnya menempuh pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar di daerah asal mereka. Ketika memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama, mereka dibawa ke Jakarta untuk melanjutkan studi.
Perjuangan mereka untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak tidaklah mudah. Mereka harus menempuh perjalanan laut ribuan kilometer dari Papua ke Jakarta. Semua pengorbanan ini mereka jalani demi menjemput masa depan yang terbentang luas di hadapan mereka.
Yayasan YPHP memiliki harapan besar agar para siswa baru yang mendapatkan pendidikan di SLH Moria akan menaruh hati dan merasa terpanggil untuk melayani di tiga area utama yang menjadi fokus yayasan: pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pelayanan gereja. Diharapkan, mereka akan tergerak untuk kembali ke pedalaman Papua dan membangun daerah mereka, baik sebagai guru, perawat, maupun pelayan umat.
“Saya juga senang bahwa YPHP memiliki harapan agar anak-anak yang belajar di sekolah ini nantinya akan merasa terpanggil untuk kembali ke Papua dan melaksanakan pelayanan di sana, sehingga semua saudara saudari kita di Papua dapat turut menjadi bagian dari kemajuan Indonesia,” kata Puan Maharani.
Kebahagiaan Siswa Meraih Kesempatan Belajar
Raut wajah bahagia terpancar dari para siswa saat mereka dengan antusias menceritakan pengalaman mereka bersekolah di SLH Gunung Moria. Melalui sekolah ini, mereka dapat merasakan kehadiran guru-guru yang mendampingi sepanjang tahun pelajaran. Lebih dari itu, mereka merasakan kasih sayang yang tulus dari para guru SLH.
Menurut Puan Maharani, para guru di SLH tidak hanya menyampaikan pelajaran dengan baik, tetapi juga menjadi teladan dalam hal tanggung jawab, dedikasi, dan kepedulian terhadap sesama.
“Kasih sayang guru-guru SLH benar-benar membekas di dalam hati anak-anak Papua yang saya temui di SLH Moria hari ini,” tutur Puan.

Puan Maharani Mengajak Anak Papua untuk Berani Bermimpi
Puan Maharani menyampaikan rasa terima kasihnya kepada anak-anak SLH Gunung Moria yang telah bersedia berbagi cerita dengannya. Ia mendoakan agar mereka senantiasa menjadi anak-anak yang disayang dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa.
“Kepada semuanya, terima kasih karena sudah menerima kehadiran kami di sekolah yang luar biasa ini,” terang Puan.
Puan berpesan agar seluruh siswa di SLH Gunung Moria terus giat belajar dan berani bermimpi setinggi langit. Ia menekankan bahwa setiap anak Indonesia memiliki potensi untuk mewujudkan cita-citanya di tanah air.
“Mari kita jalankan semangat gotong royong untuk memastikan bahwa semua anak-anak di Indonesia mendapat pendidikan berkualitas dan menjadi manusia-manusia Indonesia yang seutuhnya,” serunya.




















