Arus Balik Lebaran 1447 H: Bandara Sam Ratulangi Catat Lonjakan Penumpang Signifikan
Manado – Puncak arus balik perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dilaporkan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026. Pada hari yang bersamaan dengan H+6 Lebaran, bandara kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara ini berhasil melayani 7.850 penumpang. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 20 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
General Manager InJourney Airports Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, menjelaskan bahwa pergeseran puncak arus balik ini dipengaruhi oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan oleh sejumlah instansi pemerintah, pemerintah daerah, hingga badan usaha milik negara. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi sebagian pegawai untuk menunda kepulangan mereka ke kota asal atau tempat kerja, yang pada akhirnya berdampak pada pergeseran jadwal kepulangan.
“Meskipun demikian untuk pergerakan pesawat, puncaknya pada H+2 atau Selasa 24 Maret, sebanyak 63 penerbangan,” ujar Radityo usai pelaksanaan apel penutupan Posko Angkutan Terpadu Idul Fitri 1447 H di terminal keberangkatan pada Senin, 1 April 2026 pagi. Ia menambahkan bahwa prediksi awal mengenai puncak arus balik yang seharusnya terjadi pada 24 Maret, bergeser menjadi 28 Maret, sesuai dengan catatan operasional bandara.
Sementara itu, puncak arus mudik pada periode yang sama tercatat terjadi pada H-7 Lebaran, yaitu pada Sabtu, 14 Maret 2026. Pada hari tersebut, Bandara Sam Ratulangi melayani 7.864 penumpang, yang menandai peningkatan sebesar 28,3 persen dibandingkan dengan arus mudik tahun sebelumnya.
Rekapitulasi Penumpang dan Penerbangan Selama Periode Lebaran
Selama keseluruhan periode Posko Angkutan Terpadu Idul Fitri 1447 Hijriah, yang berlangsung selama 17 hari dari tanggal 13 hingga 29 Maret 2026, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado mencatat pergerakan total 112.348 penumpang. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 17 persen jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu.
Radityo Ari Purwoko menyampaikan bahwa jumlah penumpang selama periode Lebaran tahun ini bahkan menunjukkan peningkatan yang lebih besar, yaitu mencapai 14 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019, sebelum pandemi COVID-19 melanda.
Sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat selama periode ini juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Tercatat sebanyak 1.035 penerbangan beroperasi, yang merupakan kenaikan sebesar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Pergerakan pesawat tumbuh 10 persen dibanding tahun 2019, sebelum pandemi,” ungkap Radityo. Pertumbuhan ini mengindikasikan adanya pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi udara sebagai pilihan utama untuk perjalanan jarak jauh, terutama saat momentum hari raya.
Kargo dan Operasional Bandara: Kelancaran Tetap Prioritas
Di sisi lain, sektor kargo menunjukkan tren yang berbeda. Jumlah kargo yang dimuat selama periode Lebaran 1447 Hijriah tercatat sebanyak 873 ton. Angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 1,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Lebih lanjut, jika dibandingkan dengan tahun 2019, penurunan volume kargo terlihat lebih drastis, yaitu mencapai 92 persen. Penurunan ini mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan perubahan pola distribusi barang pasca-pandemi.
Meskipun demikian, Radityo Ari Purwoko menegaskan bahwa selama periode posko angkutan Lebaran, operasional bandara berjalan lancar tanpa kendala berarti dalam memberikan pelayanan kepada seluruh pengguna jasa bandara. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah bekerja sama secara optimal dalam mendukung kelancaran operasional angkutan Lebaran tahun ini.
“Peningkatan trafik penumpang dan pergerakan pesawat menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat yang semakin baik terhadap layanan transportasi udara, khususnya di Bandara Sam Ratulangi Manado,” tutup Radityo, menegaskan komitmen bandara untuk terus meningkatkan kualitas layanan.



















