Puskesmas, Sekolah, dan Ekonomi Nabire Lumpuh Akibat Demo 7 April

Diposting pada

Aksi Unjung Rasa di Kelurahan Karang Tumaritis Ganggu Aktivitas Masyarakat

Pada hari pertama kerja usai libur Paskah 2026, masyarakat di Kelurahan Karang Tumaritis mengalami kekecewaan. Aktivitas yang seharusnya berjalan normal terhenti akibat aksi unjuk rasa yang digelar oleh Front Rakyat Bersatu. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada berbagai sektor vital, seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Layanan Publik Terhenti

Salah satu dampak paling signifikan dari aksi unjuk rasa adalah penutupan fasilitas publik. Puskesmas Karang Tumaritis, yang biasanya menjadi tempat rujukan bagi warga setempat, harus ditutup total. Hingga pukul 10.16 WIT, tidak ada aktivitas medis yang terlihat. Hal ini membuat warga yang membutuhkan layanan kesehatan harus pulang dengan membawa kekecewaan.

Selain itu, SD Negeri 2 Nabire juga mengunci pagar biru mereka. Suasana sekolah yang biasanya ramai dengan suara siswa dan aktivitas belajar-mengajar mendadak senyap. Kondisi ini menunjukkan betapa besar dampak aksi unjuk rasa terhadap sektor pendidikan.

Sektor Ekonomi Terdampak

Di pusat bisnis Karang Tumaritis, banyak toko sembako dan kios-kios di dalam maupun sekitar Pasar Karang yang tertutup rapat. Para pedagang memilih untuk menutup usaha mereka karena khawatir akan keamanan di tengah kerumunan massa. Beberapa pedagang mengungkapkan bahwa mereka lebih memilih tutup daripada mengambil risiko.

  • “Lebih baik kami tutup toko, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”* ujar para pedagang dalam informasi yang dihimpun.

Kondisi Lalu Lintas dan Keamanan

Meskipun aktivitas ekonomi dan pelayanan publik terganggu, arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman masih berjalan meski tersendat di beberapa titik akibat konsentrasi massa. Aparat keamanan tampak masih berjaga-jaga untuk memastikan orasi tetap berjalan kondusif.

Penyebab Aksi Unjuk Rasa

Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh eskalasi konflik yang terjadi di Kabupaten Dogiyai serta penolakan keras terhadap berbagai aktivitas pertambangan di wilayah Papua Tengah. Meski tujuan utamanya adalah penyampaian aspirasi, dampaknya langsung dirasakan oleh warga setempat.

Tindak Lanjut

Hingga berita ini diturunkan, jurnalis masih berada di lokasi untuk memantau massa Front Rakyat Bersatu menyampaikan berorasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa aksi unjuk rasa masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.




Gambar Gravatar
Hidayat merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan