PANDAI 2026: Gebrakan DPW PAN Papua Tengah Gali Potensi Intelektual dan Spiritual Generasi Muda
Menyambut kehadiran bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Papua Tengah meluncurkan sebuah inisiatif pendidikan religi yang inovatif bertajuk PANDAI 2026 (Generasi Cerdas, Masa Depan Berkualitas). Kompetisi yang akan dipusatkan di Nabire ini dirancang secara khusus untuk mengasah kemampuan intelektual dan spiritual para pelajar, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Deinas Geley, Ketua DPW PAN Papua Tengah sekaligus Wakil Gubernur Papua Tengah, menyatakan bahwa PANDAI 2026 merupakan sebuah program perdana yang memiliki visi jangka panjang. Tujuannya adalah menanamkan fondasi pendidikan yang kuat dan semangat kolaborasi sejak dini kepada generasi penerus.
“PAN tidak hanya hadir untuk melayani masyarakat secara umum, tetapi kami juga memiliki komitmen untuk melayani anak-anak kita. Kami ingin menumbuhkan semangat belajar yang tak pernah padam dalam diri mereka. Jika kita tidak memulai upaya ini dari sekarang, akan sangat sulit bagi mereka untuk dapat bersaing di masa depan,” ujar Deinas Geley dalam sebuah kesempatan di L-Price Restaurant Nabire, Jalan Yos Sudarso, Nomor 9, Oyehe, Distrik Nabire, pada Sabtu sore, (28/2/2026).
Lebih lanjut, Deinas Geley menjelaskan bahwa kompetisi PANDAI 2026 ini akan mencakup berbagai aspek keislaman yang mendalam. Materi lomba meliputi:
- Hafalan Ayat Suci Al-Quran: Menguji kemampuan peserta dalam menghafal sebagian dari kitab suci umat Islam.
- Sejarah dan Keutamaan Bulan Ramadan: Menelusuri kembali peristiwa penting dan kemuliaan bulan yang penuh berkah ini.
- Hukum-Hukum Puasa: Memahami berbagai aturan dan ketentuan terkait ibadah puasa.
- Kisah Inspiratif Nabi dan Sahabat: Menggali pelajaran berharga dari kehidupan para teladan dalam sejarah Islam.
- Penerapan Nilai-Nilai Islami: Mendorong peserta untuk mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Struktur Kompetisi yang Menantang dan Inklusif
Panitia PANDAI 2026 telah merancang sistem perlombaan yang berlapis dan kompetitif untuk memastikan setiap tahapan memberikan pengalaman belajar yang berharga.
Babak Penyisihan:
- Setiap tim peserta diwajibkan menampilkan bakat mereka sebagai dai (pendakwah) dengan durasi penampilan maksimal 3 menit.
- Peserta yang mampu menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa Arab dalam presentasinya akan mendapatkan poin tambahan, mendorong penguasaan bahasa internasional.
Babak Semifinal:
- Sepuluh tim terbaik dari babak penyisihan akan dibagi ke dalam dua sesi grup.
- Pengujian akan dilakukan melalui kombinasi pertanyaan wajib, pertanyaan bonus yang menantang, dan babak rebutan yang menggunakan sistem bel untuk menjawab tercepat.
Babak Final:
- Empat tim dengan perolehan skor tertinggi dari babak sebelumnya akan melaju ke babak pamungkas.
- Tingkat kesulitan soal akan ditingkatkan secara signifikan untuk menguji pemahaman yang lebih mendalam.
- Pertarungan di partai puncak ini akan menentukan peraih Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Juara Harapan 1 dan 2.
Hadiah Menarik dan Kesempatan Berkembang
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para peserta, panitia telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp15 juta. Rincian pembagian hadiah adalah sebagai berikut:
- Juara 1: Rp5.000.000
- Juara 2: Rp4.000.000
- Juara 3: Rp3.000.000
- Juara Harapan 1: Rp2.000.000
- Juara Harapan 2: Rp1.000.000
Selain hadiah uang pembinaan, para pemenang juga akan menerima trofi penghargaan sebagai simbol pencapaian mereka.
Pendaftaran untuk mengikuti kompetisi PANDAI 2026 telah dibuka sejak tanggal 28 Februari 2026 hingga 2 Maret 2026. Menariknya, seluruh proses pendaftaran ini tidak dipungut biaya alias gratis, sehingga dapat diakses oleh lebih banyak pelajar. Pelaksanaan lomba sendiri dijadwalkan pada tanggal 3 Maret 2026.
Jaminan Kualitas dan Objektivitas Penilaian
Untuk memastikan objektivitas dan menjaga standar kualitas kompetisi, DPW PAN Papua Tengah akan mendatangkan tim penilai atau dewan juri yang profesional. Tim penilai ini berasal dari kalangan akademisi yang memiliki rekam jejak terpercaya dan didatangkan langsung dari pusat.
“Tim penilai kami langsung berasal dari pusat. Soal-soal lomba pun telah kami siapkan dengan standar yang tinggi. Kami ingin memastikan bahwa daerah ini dapat terus maju melalui pengembangan pendidikan yang nyata dan berkualitas,” tegas Deinas Geley.
Lebih lanjut, juara umum dalam ajang PANDAI 2026 ini akan mendapatkan kesempatan istimewa. Juara umum berpeluang untuk dipromosikan dan dibawa ke tingkat nasional di Jakarta, membuka pintu bagi mereka untuk berkompetisi di panggung yang lebih besar.
“Kami sangat berharap para siswa dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk fokus pada ilmu pengetahuan yang mereka peroleh. PANDAI 2026 adalah investasi bagi masa depan mereka dan juga masa depan Papua Tengah,” pungkas Deinas Geley, menutup pernyataannya.












