Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan menjelang periode krusial Ramadan dan Idulfitri 2026. Melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya, berbagai upaya digencarkan untuk menjaga agar kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi tanpa dibebani kenaikan harga yang signifikan.
Peningkatan Skala Pasar Murah untuk Jangkauan Lebih Luas
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menegaskan komitmen pihaknya dalam menyediakan pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta. Salah satu program unggulan yang akan digalakkan adalah pasar murah. Jika pada tahun sebelumnya kegiatan serupa terlaksana sekitar 250 kali, untuk tahun 2026 targetnya akan ditingkatkan hampir dua kali lipat, yaitu mencapai kurang lebih 500 kali pelaksanaan. Peningkatan skala ini merupakan bagian integral dari strategi menjaga pasokan dan harga pangan selama bulan puasa hingga perayaan Idulfitri.
Agus menjelaskan bahwa program pasar murah telah diinisiasi sejak bulan Februari 2026. Pelaksanaan awal difokuskan di seluruh kelurahan di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, serta menjangkau 116 gerai Pasar Jaya yang tersebar di berbagai lokasi. Rencananya, kegiatan serupa juga akan kembali diselenggarakan di Balai Kota pada pekan kedua bulan Ramadan. Sinergi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan lainnya, seperti PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) dan Perumda Dharma Jaya, akan memperkuat jangkauan dan efektivitas program ini.
Untuk meringankan beban belanja masyarakat, Pasar Jaya juga tidak hanya menyediakan bahan pangan pokok secara terpisah, tetapi juga menyiapkan paket sembako dan paket hari raya. Paket-paket ini ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp100.000 hingga Rp300.000. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan lebih ringan dan tanpa kekhawatiran akan lonjakan harga.
Stok Pangan Dipastikan Aman dan Terkendali
Selain fokus pada aksesibilitas harga melalui pasar murah, aspek ketersediaan stok pangan juga menjadi prioritas utama. Agus Himawan memberikan jaminan bahwa stok pangan dalam kondisi aman dan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Per tanggal 9 Februari 2026, tercatat bahwa stok beras di gerai-gerai Pasar Jaya mencapai 331 ton, sebuah peningkatan signifikan dari angka sebelumnya yang berada di kisaran 261 ton. Ketersediaan gula pasir juga dilaporkan baik, dengan stok mencapai 84,3 ton. Demikian pula dengan minyak goreng, yang stoknya hampir mencapai 209 ton, memastikan pasokan yang cukup untuk kebutuhan rumah tangga.
Tidak hanya di tingkat gerai Pasar Jaya, ketersediaan stok di tingkat pedagang pasar yang berada di bawah pengelolaan Pasar Jaya juga terus dipantau. Stok beras di kalangan pedagang tercatat sekitar 186 ton, ditambah dengan pasokan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sekitar 10,1 ton. Upaya peningkatan distribusi pangan juga dilakukan secara khusus untuk wilayah Kepulauan Seribu, guna memastikan seluruh wilayah DKI Jakarta mendapatkan pasokan yang merata.
Meskipun demikian, Agus mengakui bahwa fluktuasi harga mungkin saja terjadi pada komoditas tertentu, seperti cabai merah. Namun, secara umum, ia menegaskan bahwa harga untuk komoditas pangan lainnya masih dalam kondisi terkendali dan relatif stabil.
Peran BUMD Pangan sebagai Penjaga Kepercayaan Publik
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, turut memberikan pandangannya mengenai peran penting BUMD pangan di Jakarta. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah senantiasa berupaya mengkonsolidasikan seluruh BUMD pangan agar dapat melayani masyarakat dengan optimal. Kepercayaan publik terhadap pemerintah, menurut Uus, sangat bergantung pada kemampuan dan kinerja BUMD pangan dalam memenuhi kebutuhan pokok warga.
Oleh karena itu, Uus Kuswanto mendorong agar BUMD pangan di Jakarta terus melakukan pembenahan diri, berinovasi, dan meningkatkan kualitas layanan serta produk yang ditawarkan. Dengan demikian, BUMD pangan di Jakarta diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga dapat menjadi lembaga yang benar-benar dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.
Skema Pelaksanaan Pasar Murah dan Ketersediaan Paket Sembako
Jadwal Pelaksanaan:
- Bazar murah telah dimulai sejak Februari 2026 di seluruh kelurahan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
- Kegiatan serupa juga digelar di 116 gerai Pasar Jaya.
- Akan kembali diselenggarakan di Balai Kota pada pekan kedua bulan Ramadan.
- Pelaksanaan pasar murah ditargetkan mencapai 500 kali selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026.
Penyiapan Paket Terjangkau:
- Pasar Jaya menyediakan paket sembako dan paket hari raya.
- Harga paket berkisar antara Rp100.000 hingga Rp300.000.
- Paket ini dirancang untuk meringankan beban belanja masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.






