• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Ramalan Harga Minyak: Goldman & JPMorgan Pasca Perang Iran-AS-Israel

Hidayat by Hidayat
4 Maret 2026 - 06:04
in Ekonomi
0

Lonjakan Harga Minyak Mentah Global Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Harga minyak mentah acuan global, Brent, mengalami lonjakan signifikan, mencapai lebih dari 82 dollar AS per barel pada awal perdagangan Senin, 2 Maret 2036. Kenaikan drastis ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada akhir pekan sebelumnya. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai potensi gangguan pasokan energi global, terutama yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang dikuasai Iran.

Lonjakan harga minyak ini terjadi setelah aktivitas lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz dilaporkan terhenti total sepanjang akhir pekan. Penting untuk dicatat bahwa sekitar 20% dari total pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia biasanya melewati selat sempit ini setiap harinya.

Meskipun Iran menyatakan bahwa jalur pelayaran tetap terbuka, pada saat yang sama mereka mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap tiga kapal tanker minyak yang terjadi pada hari Minggu. Akibatnya, mayoritas pemilik kapal memilih untuk menghentikan pelayaran melalui jalur vital ini. Keputusan ini semakin diperkuat oleh penetapan zona peringatan maritim oleh Amerika Serikat, yang menambah lapisan ketidakpastian dan risiko bagi para pelaut dan operator kapal.

Proyeksi Volatilitas Harga Minyak Jangka Panjang

Menanggapi situasi yang memburuk ini, sejumlah lembaga keuangan global telah mengeluarkan peringatan mengenai risiko volatilitas harga minyak yang berkepanjangan. Citigroup, misalnya, telah menaikkan proyeksi harga minyak Brent dalam jangka pendek sebesar 15 dollar AS, menjadi 85 dollar AS per barel. Lembaga ini memprediksi bahwa harga minyak Brent pada perdagangan pekan ini akan bergerak dalam rentang 80 hingga 90 dollar AS per barel. Citigroup secara spesifik menyoroti bahwa risiko terhadap infrastruktur energi dan kelancaran pasokan melalui Selat Hormuz masih sangat tinggi.

Baca Juga  Sulteng 2026: Rp2,13 T Dana Transfer Daerah Masuk

Lebih lanjut, Citigroup memperkirakan adanya peluang sebesar 20% untuk skenario yang lebih ekstrem. Dalam skenario ini, harga minyak bisa saja melonjak hingga mencapai 120 dollar AS per barel, terutama jika infrastruktur energi regional terdampak langsung oleh eskalasi konflik.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Rystad Energy. Jorge Leon, Kepala Analisis Geopolitik di Rystad Energy, menyatakan bahwa gangguan pasokan yang berkepanjangan di Selat Hormuz, yang berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, berpotensi mendorong harga minyak hingga mencapai 100 dollar AS per barel. Ia juga menambahkan bahwa peningkatan produksi dari OPEC+ kemungkinan tidak akan efektif dalam menahan kenaikan harga, mengingat sebagian besar volume produksi tambahan tersebut juga harus melewati Selat Hormuz.

Analisis Risiko dan Dampak Pasar

Goldman Sachs Group, dalam analisisnya, menghitung premi risiko real-time untuk minyak mentah berada di kisaran 18 dollar AS per barel. Angka ini mencerminkan skenario terburuk di mana lalu lintas tanker di Selat Hormuz dihentikan total selama enam minggu. Goldman Sachs memperkirakan bahwa pasar saat ini telah memperhitungkan potensi gangguan pasokan global yang signifikan, yaitu sekitar 2,3 juta barel per hari selama satu tahun penuh.

Gangguan pasokan ini tidak hanya berdampak pada harga minyak mentah, tetapi juga berpotensi menimbulkan efek domino yang besar terhadap pasar produk olahan minyak. Data menunjukkan bahwa sekitar 9% pasokan gasoil dunia dan 18% bahan bakar jet diketahui melewati Selat Hormuz pada tahun lalu, menggarisbawahi betapa krusialnya jalur ini bagi rantai pasokan energi global.

Prediksi Pemulihan dan Skenario Konflik

Dari perspektif industri, Wood Mackenzie memperkirakan bahwa pemulihan penuh arus energi di Selat Hormuz bisa memakan waktu beberapa minggu. Perkiraan ini didasarkan pada asumsi bahwa Iran akan memilih untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat. Alan Gelder, Wakil Presiden Senior Wood Mackenzie, menekankan bahwa harga minyak berpeluang menembus level 100 dollar AS per barel apabila jalur pelayaran tersebut tidak segera pulih, meskipun ada rencana peningkatan produksi dari OPEC+.

Baca Juga  Asia Bergerak Tipis, Isu Greenland Bikin Pasar Cemas

Sementara itu, JPMorgan Chase & Co. melihat gangguan di Selat Hormuz saat ini lebih bersifat sebagai tindakan pencegahan. Hal ini dipicu oleh peringatan dari perusahaan asuransi yang mulai membatalkan polis dan menaikkan premi. Namun, JPMorgan mengingatkan bahwa risiko dapat meningkat secara eksponensial apabila konflik ini berlanjut dalam jangka panjang dan kepemimpinan Iran kehilangan kendali atas Korps Garda Revolusi Islam.

Dalam catatan analisnya, JPMorgan memperingatkan, “Jika konflik berlangsung lebih dari tiga minggu, produsen minyak di kawasan Teluk berisiko kehabisan kapasitas penyimpanan dan terpaksa menghentikan produksi.” Peringatan ini menyoroti kerentanan produsen minyak di wilayah tersebut terhadap perpanjangan konflik dan dampaknya terhadap infrastruktur penyimpanan mereka.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Cek Bansos PKH-BPNT Juni 2026 & Desil DTSEN Cepat dengan KTP
Ekonomi

Cek Bansos PKH-BPNT Juni 2026 & Desil DTSEN Cepat dengan KTP

20 Juni 2026 - 14:16
Kabar IKN Nusantara: Analisis Dampak Terhadap Lonjakan Harga Emas Antam Menuju Rekor Tertinggi Baru
berita

Kabar IKN Nusantara: Analisis Dampak Terhadap Lonjakan Harga Emas Antam Menuju Rekor Tertinggi Baru

20 Juni 2026 - 13:24
Rupiah Tercekik Dolar: Rp17.900 Masih Mengintai
Ekonomi

Rupiah Tercekik Dolar: Rp17.900 Masih Mengintai

20 Juni 2026 - 13:24
Analisis Dampak Krisis Properti Global pada Pasar Saham Asia: Peluang & Tantangan Investasi IKN Nusantara
Bisnis

Analisis Dampak Krisis Properti Global pada Pasar Saham Asia: Peluang & Tantangan Investasi IKN Nusantara

20 Juni 2026 - 11:17
Kabar IKN Nusantara: Pasar Saham Menghijau, Sektor Teknologi dan Energi Jadi Motor Utama
Aktual

Kabar IKN Nusantara: Pasar Saham Menghijau, Sektor Teknologi dan Energi Jadi Motor Utama

20 Juni 2026 - 09:52
Analisis Dampak Pertemuan PBB Jenewa terhadap Progres IKN Nusantara: Potensi Geopolitik Global
berita

Analisis Dampak Pertemuan PBB Jenewa terhadap Progres IKN Nusantara: Potensi Geopolitik Global

20 Juni 2026 - 07:03
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Mengapa Tutup Mesin Mobil Tidak Bisa Menutup dengan Sempurna?

New Year’s Eve Fright: Fireworks Send Dogs Running

20 Juni 2026 - 14:16
Cek Bansos PKH-BPNT Juni 2026 & Desil DTSEN Cepat dengan KTP

Cek Bansos PKH-BPNT Juni 2026 & Desil DTSEN Cepat dengan KTP

20 Juni 2026 - 14:16
Film Indonesia Terbaru ‘Kabar IKN Nusantara’ Pecah Rekor, Raih 5 Juta Penonton dalam Seminggu!

Film Indonesia Terbaru ‘Kabar IKN Nusantara’ Pecah Rekor, Raih 5 Juta Penonton dalam Seminggu!

20 Juni 2026 - 14:07
Paripurna HUT Ke-76: Bupati Kotabaru Ajak Teguhkan Komitmen Berkarya

Paripurna HUT Ke-76: Bupati Kotabaru Ajak Teguhkan Komitmen Berkarya

20 Juni 2026 - 13:50
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In