Real Madrid Tergelincir di Kandang, Getafe Cetak Sejarah
Kekalahan mengejutkan terjadi di Santiago Bernabeu saat Real Madrid menjamu Getafe dalam lanjutan pekan ke-26 LaLiga musim 2025-2026. Tim tuan rumah harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor tipis 0-1, sebuah hasil yang mengukuhkan rekor buruk Getafe melawan Madrid di kandang dan sekaligus menjadi kemenangan perdana bagi pelatih mereka melawan raksasa ibu kota. Gol tunggal Martin Satriano di menit ke-39 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung di Madrid, Senin (2/3/2026).
Kekalahan ini semakin memperlebar jurang poin antara Real Madrid dan pemuncak klasemen, Barcelona. Kini, Barcelona memimpin dengan selisih empat poin dari Los Blancos. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi ambisi Real Madrid untuk meraih gelar juara LaLiga musim ini.
Statistik Pertandingan yang Mencolok
Meskipun menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 77,1 persen dan melepaskan 18 tembakan berbanding 9 milik Getafe, Real Madrid gagal mengkonversi peluang menjadi gol. Statistik ini menunjukkan dominasi Madrid dalam hal penguasaan bola dan inisiatif serangan, namun efektivitas di lini depan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim asuhan Alvaro Arbeloa.
Ini merupakan kekalahan kedua beruntun bagi Real Madrid di LaLiga, setelah sebelumnya mereka juga takluk dari Osasuna di pekan sebelumnya. Rentetan hasil negatif ini semakin mempertegas krisis performa yang sedang dihadapi klub.
Absennya sejumlah pemain kunci akibat cedera, termasuk Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, jelas memengaruhi kedalaman skuad Real Madrid. Kehilangan dua pemain bintang tersebut memberikan beban lebih berat kepada pemain yang tersisa untuk tampil maksimal.
Momen-momen Krusial dan Kartu Merah
Pertandingan ini juga diwarnai dengan drama kartu merah. Franco Mastantuono harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat protes kerasnya, sementara Adrian Liso menyusul sesaat sebelum peluit akhir dibunyikan karena dianggap mengulur-ulur waktu. Keputusan-keputusan ini tentu menambah kesulitan bagi Real Madrid yang sudah tertinggal.
Kiper Getafe, David Soria, tampil gemilang sepanjang pertandingan. Di 25 menit awal, ia berkali-kali menggagalkan peluang berbahaya dari pemain Real Madrid, termasuk menahan tendangan Vinicius Junior dengan kakinya dan memblokir sepakan sudut dari Arda Guler. Performa impresif Soria menjadi benteng kokoh bagi timnya.
Akhir Rekor dan Sejarah Baru
Sebelum pertandingan ini, Real Madrid memiliki rekor kandang yang sangat dominan melawan Getafe, dengan memenangkan 16 pertandingan LaLiga beruntun. Rekor kemenangan kandang terpanjang Real Madrid sendiri adalah melawan Racing Santander, yang berlangsung dari tahun 1952 hingga 1994 (sebanyak 18 kali). Namun, rekor tersebut kini harus rela dipatahkan oleh Getafe.
Di sisi lain, pelatih Getafe, Jose Bordalas, juga mencatatkan sejarah pribadi yang manis. Dalam 16 pertemuan sebelumnya melawan Real Madrid di LaLiga, Bordalas belum pernah meraih kemenangan (dengan dua hasil imbang dan 14 kekalahan). Kemenangan di Santiago Bernabeu ini menjadi kemenangan perdananya melawan raksasa ibu kota.
Kemenangan krusial ini membawa Getafe naik ke posisi 11 klasemen sementara LaLiga 2025-2026, mengungguli Girona dan Sevilla.
Pernyataan Pelatih Alvaro Arbeloa
Menanggapi kekalahan yang memilukan ini, pelatih kepala Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengambil tanggung jawab penuh atas hasil tersebut. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Arbeloa mengakui bahwa situasi timnya memang terlihat suram, namun ia tetap optimis dan menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir.
“Kami masih memiliki 36 poin untuk diperebutkan, dan tujuan kami adalah mendapatkannya,” ujar Arbeloa dengan tegas. “Saya tahu situasinya terlihat sangat suram; tidak banyak harapan ketika Anda kalah seperti ini. Tetapi kami memiliki pertandingan yang sangat sulit di Vigo.”
Ketika ditanya mengenai tanggung jawab atas kekalahan ini, Arbeloa tidak ragu untuk mengakuinya. “Apakah ini tanggung jawab saya? Tentu saja. Memang benar kami menciptakan peluang untuk mencetak gol. Benar juga bahwa kami bisa bermain lebih baik. Saya tahu bahwa jika ada yang bertanggung jawab atas kekalahan ini, itu adalah saya, dan saya menerimanya,” jelasnya.
Arbeloa juga menyoroti peluang-peluang emas yang gagal dimanfaatkan oleh timnya. “Kami memiliki peluang yang lebih jelas daripada Getafe. Ini adalah pertandingan di mana kami bisa berbuat lebih baik. Tapi kami memiliki peluang yang lebih jelas daripada mereka, dan kami memiliki peluang dari Vini, Rüdiger, Rodrygo. Beberapa peluang di mana kami pantas mendapatkan gol.”
“Dan sepakbola bukan tentang pantas atau tidak. Kami tahu jenis pertandingan yang akan kami hadapi. Dan bagi saya, itulah intinya,” tambahnya.
Meskipun demikian, Arbeloa menegaskan komitmennya dan tim untuk tidak menyerah. “Tidak, masih ada 36 poin yang bisa diperebutkan. Dan satu-satunya tujuan kami adalah mendapatkannya. Tidak ada yang akan menyerah. Ini adalah selisih yang menurut kami bisa kami tutup. Ini Real Madrid, dan tidak ada yang akan menyerah.”
Evaluasi Kinerja dan Strategi Serangan
Terkait pertanyaan apakah tim memiliki amunisi yang cukup, Arbeloa yakin dengan kualitas skuadnya. “Ya, kami memiliki pemain hebat, skuad hebat. Pemain yang akan pulih. Tujuannya adalah untuk melakukan hal-hal yang lebih baik di lapangan,” katanya. Ia juga memahami adanya kritik setelah penampilan yang kurang memuaskan.
Mengenai dua kekalahan beruntun di liga, Arbeloa membandingkan pertandingan melawan Osasuna dan Getafe. “Pertandingan di Pamplona dan hari ini berbeda. Kami menghadapi lawan yang bertahan dengan sangat baik, dan kami seharusnya lebih agresif di lini serang pertama, di kedua sayap,” ungkapnya.
Arbeloa mengidentifikasi kecenderungan timnya untuk mencari opsi mudah, yaitu melalui Vinicius Junior, namun ia menekankan perlunya lebar serangan di kedua sayap. “Kami harus memperbaiki itu dan meningkatkannya. Kami telah banyak membicarakannya, tentang kesulitan menyerang lini pertahanan yang dalam.”
Ia juga menyinggung gaya permainan yang diperagakan oleh Getafe. “Wasit membiarkan pertandingan ini berlanjut, dengan banyak penghentian dan pelanggaran. Saya tidak mengkritik mereka, karena mereka melakukan apa yang diizinkan wasit,” pungkasnya.
Detail Pertandingan
Hasil Pertandingan:
Real Madrid 0-1 Getafe
(Martin Satriano 39′)
Susunan Pemain:
Real Madrid [4-2-3-1]:
1-Thibaut Courtois; 12-Trent Alexander-Arnold [2-Dani Carvajal 55′], 22-Antonio Rüdiger, 4-David Alaba [24-Dean Huijsen 55′], 18-Álvaro Fernández Carreras; 14-Aurélien Tchouaméni [21-Brahim Díaz 87′], 45-Thiago Pitarch Pinar [11-Rodrygo 55′]; 8-Federico Valverde, 15-Arda Güler [30-Franco Mastantuono 69′], 7-Vinicius Junior; 16-Gonzalo García- Pelatih: Alvaro Arbeloa
Getafe [5-4-1]:
13-David Soria; 16-Diego Rico, 24-Zaid Romero, 22-Domingos Duarte, 15-Sebastián Boselli, 21-Juan Iglesias; 10-Martin Satriano [3-Abdel Abqar 90′], 8-Mauro Arambarri, 5-Luis Milla, 17-Kiko Femenía [23-Adrian Liso 58′]; 19-Luis Vasquez [6-Mario Martín 70′]- Pelatih: José Bordalas



















