IMPT Manokwari: Refleksi 27 Tahun Membangun Karakter dan Intelektualitas Mahasiswa Papua
Manokwari – Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) kota studi Manokwari baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke-27. Perhelatan akbar ini diselenggarakan di Sekretariat IMPT Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu, 28 Maret 2026. Momen istimewa ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi sarana refleksi mendalam dan penguatan peran organisasi dalam membentuk karakter serta kapasitas intelektual para mahasiswa asal Pegunungan Tengah Papua yang tengah menempuh pendidikan di Manokwari.
Rangkaian acara dimulai dengan sebuah ibadah syukur yang khidmat, dipimpin oleh Pdt. Marten Degei. Dalam renungan yang disampaikannya, Pdt. Marten mengangkat firman Tuhan dari Kitab Mazmur 108:1-5. Ayat-ayat tersebut menekankan tentang mazmur syukur yang dipanjatkan oleh Raja Daud.
Pdt. Marten menjelaskan lebih lanjut bahwa melalui mazmur tersebut, Daud secara gamblang menunjukkan kesiapan hati dan jiwanya untuk memuji Tuhan sejak dini hari. Penggambaran “membangunkan fajar” menjadi simbol betapa besar dan mendalamnya ungkapan syukur Daud atas kasih setia Tuhan yang tak terhingga. “Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur dalam setiap proses kehidupan, termasuk dalam perjalanan organisasi,” ujar Pdt. Marten, mengingatkan pentingnya rasa terima kasih dalam setiap langkah yang diambil.
Acara perayaan HUT IMPT ke-27 ini dihadiri oleh berbagai elemen penting yang menopang eksistensi organisasi. Tampak hadir para pengurus aktif yang selama ini berdedikasi menjalankan roda organisasi, panitia yang bekerja keras menyukseskan acara, para pendiri yang menjadi pionir berdirinya IMPT, para alumni yang telah menorehkan jejak mereka, serta tamu undangan yang memberikan dukungan moril maupun materil bagi keberlangsungan IMPT di Kota Studi Manokwari.
Pesan Kuat dari Para Pembina dan Tokoh Organisasi
Dalam sesi sambutan, Pembina IMPT, Yunus Aliknoe, menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas nama seluruh pendiri dan alumni. Beliau menekankan betapa krusialnya peran IMPT sebagai sebuah wadah pembinaan yang mampu mentransformasi keterbatasan menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa.
“Cukup saya yang menjadi bodoh, jangan adik-adik saya lagi. Kalian harus mampu menguasai seluruh bidang ilmu dalam hal apa pun,” tegas Aliknoe dengan penuh semangat. Pernyataan ini menjadi motivasi kuat bagi para mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri tanpa batas. Lebih lanjut, Aliknoe memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pengurus dan panitia yang dinilainya tetap aktif dalam menjalankan roda organisasi, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan, terutama dalam hal finansial.
Sementara itu, Dewan Penasihat Organisasi (DPO) IMPT, Markus Kegiye, turut memberikan pesan berharga. Ia berharap agar IMPT senantiasa menjadi tempat di mana generasi intelektual baru dengan jiwa kepemimpinan yang kuat lahir dan berkembang. Menurut pandangannya, IMPT memegang peranan yang sangat strategis dalam upaya mencetak sumber daya manusia berkualitas dari wilayah Pegunungan Tengah Papua, yang kelak akan berkontribusi bagi pembangunan daerahnya.
Semangat Kebersamaan, Fondasi Kokoh IMPT
Ketua IMPT, Yuten Sam, dalam pidatonya, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pendiri yang telah menggagas terbentuknya organisasi ini. Beliau mengakui bahwa IMPT telah menjadi wadah pemersatu yang luar biasa bagi mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Nabire hingga Pegunungan Bintang.
Yuten Sam secara tegas menekankan bahwa kekuatan sejati IMPT tidak terletak semata-mata pada dukungan materi, melainkan pada semangat kebersamaan yang membara di antara anggotanya. “Organisasi ini dibangun bukan karena uang, tetapi karena semangat. IMPT tetap kokoh seperti tiang penyangga honai,” ujarnya, menggunakan metafora rumah adat Papua untuk menggambarkan ketahanan dan kekokohan organisasi. Ia juga tidak lupa mengapresiasi kerja keras seluruh panitia yang telah berhasil menyukseskan berbagai rangkaian kegiatan dalam perayaan HUT ke-27 ini.
Pembelajaran Berharga dari Kepanitiaan
Di sisi lain, Ketua Panitia HUT IMPT ke-27, Maris Kenanggalem, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya untuk memimpin kepanitiaan. Ia mengakui bahwa keterlibatannya dalam kegiatan ini merupakan pengalaman pertamanya dalam mengemban tugas kepanitiaan, sekaligus menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berharga dalam hidupnya.
“Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga dan semakin kuat di masa mendatang,” tutup Maris Kenanggalem, menyuarakan harapan besar untuk masa depan IMPT. Perayaan HUT ke-27 ini menjadi bukti nyata bahwa IMPT Manokwari terus bertumbuh dan berkembang, menjadi rumah bagi mahasiswa Papua Pegunungan Tengah untuk menimba ilmu, membangun karakter, dan mempererat tali persaudaraan.



















