Kamu meninggalkan jejakmu di mana-mana. Bahkan hal-hal kecil pun membawaku kembali padamu. Bagaimana aku bisa melupakanmu ketika…
-
Celana Dalam di Sofa: Kamu meninggalkan tumpukan celana dalammu di sofa. Aku masih bisa melihatnya, berserakan begitu saja, seolah kamu baru saja pergi. Itu adalah pemandangan yang khas dirimu, berantakan tapi entah kenapa aku menyukainya.
-
Lilin di Ruang Tamu: Ada beberapa lilin kecil di ruang tamuku. Aku masih menyalakannya di malam hari, berharap bisa merasakan lagi suasana romantis yang dulu sering kita ciptakan. Cahayanya menari-nari, seperti kenangan kita yang tak pernah padam.
-
Surat Cinta dan Polaroid: Di meja samping tempat tidurku, ada kotak berisi surat-surat yang pernah kamu tulis. Di atasnya, ada foto Polaroid dadamu. Aku sering membacanya kembali, merindukan sentuhanmu, merindukan bisikanmu.
-
Parfum di Mobil: Setiap kali aku menyetir mobil ke tempat favorit kita, aku masih bisa mencium parfummu dari ventilasi AC. Aroma itu begitu kuat, seolah kamu masih duduk di sampingku, tertawa dan bercerita tentang hari-harimu.
Lalu, apa yang harus kulakukan? Bagaimana aku bisa melanjutkan hidup ketika setiap hal kecil mengingatkanku padamu?
-
Ponsel Lipat: Ponsel lipat, barang yang mungkin sudah ketinggalan zaman bagi banyak orang, tapi bagiku itu adalah simbol dari masa lalu kita. Kita sering berfoto bersama dengan ponsel itu, tertawa terbahak-bahak melihat hasilnya.
-
Listerine dan Kopi: Listerine, aroma mint yang menyegarkan, mengingatkanku pada ciuman pagimu. Kopi, minuman yang selalu kita nikmati bersama di pagi hari, sebelum memulai aktivitas masing-masing.
-
Jejak Tangan di Jendela: Aku melihatmu di mana pun angin bertiup. Aku melihat jejak tangan kita yang menempel di kaca jendela, bukti bahwa kita pernah berbagi tempat ini, berbagi hidup ini.
-
Mobil, Kereta, Noda di Kaos: Mobil, kereta, noda di kaos – hal-hal sederhana yang seharusnya tidak berarti apa-apa, tapi bagiku semuanya adalah pengingat tentangmu. Bahkan tempat-tempat yang belum pernah aku datangi pun terasa seperti ada kamu di sana.
Karena setiap hal sialan ini mengingatkanku padamu.
-
Syal Merah: Syal merah yang dulu sering kamu pakai saat musim dingin. Aku ingat bagaimana kamu selalu membalutkannya di leherku saat aku kedinginan.
-
Buah Persik: Buah persik, buah favoritmu. Kita sering memakannya bersama di taman, menikmati manisnya buah dan hangatnya matahari.
-
Stadion dan Bangku Penonton: Stadion dan bangku penonton, tempat kita menyaksikan pertandingan olahraga bersama. Kita selalu mendukung tim yang sama, berteriak dan bersorak bersama.
-
Jalan Kecil Kota: Jalan kecil kota, tempat kita sering berjalan-jalan di sore hari, menikmati suasana tenang dan damai.
-
New York di Konser Besar: New York, kota impianmu. Kita pernah menonton konser besar di sana, merasakan energi kota yang luar biasa.
-
Lagu-Lagu Lama: Lagu-lagu lama yang dulu sering kita dengarkan bersama. Setiap kali aku mendengarnya, aku merasa seperti kembali ke masa lalu, merasakan lagi kebahagiaan yang pernah kita miliki.
Dan Tuhan, aku masih memakai cincinmu. Cincin yang kamu berikan saat kita berjanji untuk selamanya bersama. Aku tahu, mungkin ini bodoh. Tapi aku belum bisa melepaskannya.
Karena setiap hal ini mengingatkanku padamu. Setiap hal kecil mengingatkanku padamu.



















