Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon, SVD
Hari Selasa Dalam Oktaf Paskah – 7 April 2026
Bacaan I: Kis. 2:36-41
Injil: Yoh. 20: 11-18
Tema: “Aku melihat Tuhan”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Oktaf Paskah adalah waktu Gereja menikmati kepastian kebangkitan. Injil hari ini menghadirkan Maria Magdalena yang tinggal di dekat makam dengan hati yang terluka—lalu tiba-tiba ia melihat Tuhan.
Namun “melihat” di sini bukan hanya persoalan penglihatan mata; itu adalah pengalaman iman yang membuka hati. Peristiwa ini mengajak kita bertanya: apakah kita sudah sungguh-sungguh “melihat” Tuhan dalam hidup kita—atau kita masih mencari sambil bersedih dan merasa semuanya hilang?
Saudara-saudari terkasih.
Dalam bacaan ini (Kis 2:36-41) berkisah tentang Petrus yang menegaskan bahwa Yesus, yang disalibkan, adalah Tuhan dan Kristus. Seruan itu menuntut tanggapan: orang-orang yang mendengar merasa tersentuh, lalu bertanya “apa yang harus kami lakukan?” Hasilnya nyata: mereka bertobat dan dibaptis.
Kebangkitan membawa perubahan hidup yang konkret. Sementara dalam Injil (Yoh 20:11-18) bercerita tentang Maria sedang menangis karena mengira tubuh Yesus diambil. Tetapi ketika Yesus memanggil namanya, ia mengenali-Nya.
Maria tidak hanya mendapatkan “jawaban”, tetapi menerima tugas: ia diutus untuk menyampaikan kabar kepada para murid. Pertemuan dengan Tuhan menggerakkan dan mengutus.
Maka refleksi kita adalah “Aku melihat Tuhan”: Ada saat di mana hati terbuka untuk dikenali. Permenungan kita hal apa yang membuat kita sulit mengenali Tuhan—kesedihan, kekecewaan, rasa bersalah, atau kebiasaan tidak menaruh harapan?
Coba doakan: Tuhan, biarlah aku mampu mendengar suaramu di tengah keadaan ini. “Iman yang benar”: Seperti pada Kisah Para Rasul, iman tidak berhenti pada perasaan, tetapi menghasilkan langkah: bertobat, dibaptis, dan hidup yang baru.
Permenungan kita: tindakan pertobatan apa yang bisa kita mulai minggu ini? “Perjumpaan dengan Tuhan membawa misi”: Maria yang bertemu Yesus lalu diutus untuk menyampaikan kabar.
Permenungan kita: kepada siapa kita bisa membawa kabar Paskah—melalui kunjungan, doa, kata-kata penghiburan, atau kesediaan mengampuni?
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, Oktaf Paskah mengajarkan bahwa Tuhan tidak hanya dikenang, tetapi ditemui.
Kedua, kiranya kita berani seperti Maria: tinggal dalam pengharapan, mendengarkan panggilan Tuhan, dan membiarkan perjumpaan itu membuat kita bertobat serta berani bersaksi.
Ketiga, siap membuka mata iman agar mampu melihat Tuhan dan menjadi saksi Paskah. Tuhan memberkati kita semua.



















