Renungan Katolik Hari Ini: “Pergi ke Galilea”
Renungan Katolik hari ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan perayaan Paskah, yaitu “Pergi ke Galilea”. Tema ini tidak hanya menjadi pengingat akan lokasi geografis, tetapi juga simbol dari perjalanan iman yang harus terus bergerak dan berkembang. Renungan ini dipersembahkan untuk hari Senin dalam Oktaf Paskah, yang juga merayakan Santo Selestinus, Paus dan Pengaku Iman, Santa Kresensia Hoess, Pengaku Iman, serta Santo Notker “Penggagap”, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Putih.
Bacaan Liturgi
Bacaan pertama hari ini diambil dari Kisah Para Rasul 2:14.22-32, yang menceritakan bagaimana Petrus berbicara kepada orang banyak tentang kebangkitan Yesus. Ia menyatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya yang dibangkitkan oleh Allah, dan semua rasul menjadi saksi atas hal itu. Bacaan ini menegaskan bahwa kebangkitan Yesus bukanlah sekadar cerita, tetapi fakta yang telah digenapi oleh Tuhan.
Mazmur Tanggapan Mzm 16:1-2a.5.7.8.9-10.11 memberikan refleksi tentang kepercayaan dan harapan kepada Tuhan. Mazmur ini mengajak kita untuk menjaga hati dan jiwa kita dalam kesucian, karena Tuhan adalah tempat perlindungan dan harapan kita.
Bait Pengantar Injil Mzm 118:24 menyampaikan pesan sukacita, bahwa hari ini adalah hari yang dijadikan Tuhan, dan kita harus bersorak dan bersukacita karenanya.
Bacaan Injil Matius 28:8-15 menceritakan bagaimana para perempuan pergi dari kubur Yesus dengan rasa takut dan sukacita besar. Mereka memberitahu murid-murid bahwa Yesus telah bangkit. Namun, ada pihak yang mencoba membantah kabar tersebut dengan cara-cara yang tidak benar, seperti memperkosa kebenaran dan menuduh murid-murid mencuri jenazah Yesus. Meski begitu, kebenaran kebangkitan tetap berjalan.
Renungan Harian Katolik
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Oktaf Paskah mengajak kita untuk menyadari bahwa kabar kebangkitan tidak berhenti pada peristiwa “hari itu”, tetapi terus menuntun langkah hidup kita. Injil hari ini menampilkan murid-murid yang awalnya diliputi ketakutan, namun akhirnya menerima kabar bahwa Yesus benar-benar bangkit. Dan tema “Pergi ke Galilea” mengarahkan kita pada satu hal: iman tidak hanya tinggal dalam emosi, tetapi bergerak—menuju tempat yang Tuhan tentukan, menuju kehidupan harian yang baru.
Perikop bacaan ini (Kis 2:14,22-32) berkisah tentang Petrus yang berkhotbah bahwa Yesus yang mereka salibkan justru dibangkitkan Allah. Ia menunjukkan bahwa kebangkitan bukan rumor, melainkan janji Allah yang digenapi. Paskah menjadi dasar pengharapan dan seruan untuk percaya. Dalam Injil (Mat 28:8-15), berkisah tentang para perempuan yang pergi membawa kabar tentang kebangkitan. Namun kemudian muncul fitnah: kabar itu dibantah lewat cara-cara yang menekan kebenaran. Ini menegaskan bahwa iman yang benar sering berhadapan dengan penyangkalan dan kebingungan, tetapi kebenaran kebangkitan tetap berjalan.
Refleksi kita adalah “Pergi” berarti iman yang aktif”: permenungan kita ‘Apa yang membuat kita cenderung menunda kesaksian—takut ditolak, merasa belum siap, atau terlalu sibuk dengan rutinitas? Hari ini Tuhan memanggil untuk bergerak. “Galilea”: Galilea bukan sekadar lokasi geografis, tetapi simbol hidup sehari-hari. Permenungan kita adalah di “Galilea” kita—keluarga, kerja, sekolah, lingkungan—bagaimana kebangkitan bisa terlihat lewat sikap, kata-kata, dan pilihan kita?
“Kabar Paskah menghadapi penyangkalan”: permenungan kita ‘saat iman kita diganggu oleh opini, tekanan, atau gosip, apakah kita memilih diam karena nyaman, atau tetap setia karena percaya pada Kristus?
Pesan Untuk Kita
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, Paskah mengajak kita keluar dari ketakutan dan kembali mengikuti Tuhan. Kedua, “Pergi ke Galilea” berarti kembali pada hidup nyata, tetapi dengan hati yang sudah diperbarui oleh kebangkitan. Ketiga, mari kita mohon rahmat agar kita berani bersaksi dan tetap setia, meskipun kebenaran tidak selalu mudah dipahami.
Tuhan Yesus yang bangkit, tuntunlah kami untuk pergi dan hidup dalam iman. Tuhan memberkati kita semua.

















